Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

CSIIS: Demi Toleransi, Aturan Gus Yaqut Soal Volume Adzan Bernilai Positif

by Ruang Politik
in Nasional
440 14
0
Ali Muhtarom/ Peneliti CSIIS

Ali Muhtarom/ Peneliti CSIIS

485
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Direktur riset Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Dr. Ali Muhtarom, M.S.I  menjelaskan aturan volume suara adzan yang viral menjadi polemik memiliki tujuan positif, menghargai keragaman dan toleransi beragama di masyarakat.

Pernyataan Menteri Agama, Gus Yaqut ketika ditanya wartawan, tidak ada unsur merendahkan atau menodai nilai agama Islam. Pengaturan bukan melarang adzannya, namun pengaturan volume suara yang sangat keras menimbulkan reaksi tertentu bagi masyarakat yang terganggu.

RelatedPosts

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

PDIP Sebut RUU Penyiaran Bukan Untuk Bungkam Masyarakat

Sindir Ribka Tjiptaning, Idrus Marham: Jangan Tutupi Jasa Soeharto dengan Emosi Politik

“Mewujudkan nilai ajaran agama yang moderat sangat penting dipahami masyarakat untuk berfikir, bersikap dan berperilaku seimbang yang sejatinya terwujud dalam perilaku toleran dalan lingkungan masyarakat yang beragam,” kata Ali Muhtarom dalam keterangan tertulis kepada RuPol, Minggu, (27/2/2022).

Kemudian, jika menilik pernyataan Gus Yaqut, tampaknya hal ini ditujukan untuk mengkritik tokoh atau pendakwah yang dinilainya tak kritis terhadap paham keagamaan.

“Kecenderungan sebagian masyarakat, terutama muslim yang reaksioner dan spontanitas saat ini menunjukkan kurangnya kedalaman dan keluasan pemahaman keagamaan. Belum mampu membedakan antara agama dan paham keagamaan,” sambungnya.

Ali Muhtarom menambahkan pemahaman yang bersifat simbolis dari paham keagamaan akan selalu ramai, bahkan tidak jarang menimbulkan tensi ketegangan tersendiri.

Berita Terkait:

Kontroversi, Gus Yaqut Mencontohkan, Bukan Bandingkan Suara Adzan Dengan Anjing

Imbas Pernyataan Kontroversi, Menteri Agama Bakal Dipolisikan

Analogikan Gonggongan Anjing, Pengamat: Tak Pantas Disampaikan Seorang Menteri

PKB Akhirnya Tegur Keras Menag Yaqut

“Fenomena tersebut akan semakin menaik jika ada pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan, apalagi untuk kepentingan politik,” lanjutnya.

Analisi politik ini menyebut Gus Yaqut mengajak untuk mendalami ushul fiqh, kerangka metodologis tentang substansi pemahaman keagamaan Islam yang saat ini semakin mengering.

“Pernyataan Gus Yaqut harus diapresiasi bahwa dialektika sangat penting, mengajak berfikir tentang alasan atau ‘illat-nya. Artinya tidak ada penyamaan suara adzan dengan suara anjing, namun yang menjadi dasar adalah bisingnya suara,” terangnya.

Menurutnya, banyak tokoh muslim dari kalangan akademisi bisa bersuara mengemukakan pendapatnya dengan jernih tanpa adanya unsur penodaan agama.

“Pengaturan volume suara adzan membuka wacana keagamaan masyarakat jika para intelektual dan sarjana muslim konsisten mengembangkan wacana keagamaan yang komprehensif, substantif, dan moderat,” pungkasnya. (Tyo)

Editor: Setiono

(RuPol)

Elektabilitas Parpol Menuju 2024, PDIP Tetap Ungguli Golkar dan Gerindra

Tags: Ali MuhtaromAzangonggongan anjingGus yaqutMenteri AgamaRuangPolitiksuara adzan
Previous Post

Yusril: Tiga Jalan Agar Penundaan Pemilu 2024 Bisa Sah

Next Post

Kritik Menag Yaqut, Muhaimin Disentil PBNU

Ruang Politik

Next Post
Capres 2024

Kritik Menag Yaqut, Muhaimin Disentil PBNU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

2 minggu ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

2 minggu ago

Trending

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

3 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago

Popular

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

4 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

2 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

2 minggu ago
Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

5 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election