• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
26 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Caleg Berlatar Belakang Kepala Daerah Tak Jaminan Lolos ke Senayan, Pengamat: Syahrul Yasin Limpo Contohnya

by Ruang Politik
in Daerah
432 33
0
Ilustrasi Caleg/Repro Ist

Ilustrasi Caleg/Repro Ist

497
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Kurang dari dua tahun, pemilihan calon anggota legislatif akan diselenggarakan. Tepatnya pada Februari 2024 mendatang.

Khusus untuk DPR RI, santer dikabarkan banyak bakal calon legislatif berlatar belakang kepala daerah akan ikut dalam Pilcaleg mendatang.

RelatedPosts

Mantan Koruptor Nur Alam Gabung PSI

PDIP Minta BPBD Sulteng Gerak Cepat Atasi Gempa

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Diantaranya Bupati Takalar Syamsari Kitta, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Bupati Selayar Muh. Basli Ali, Bupati Soppeng Kaswadi Razak, Bupati Bone A. Fahsar Padjalangi, Bupati Barru Suardi Saleh dan Wali Kota Palopo Judas Amir.

Sejumlah nama di atas hampir dipastikan akan masuk arena pertarungan Pileg DPR RI mendatang.

Modal sebagai kepala daerah menjadi kunci kekuatan mereka. Tak heran jika partai politik berlomba-lomba membuka ruang bagi mereka yang berlatar belakang kepala daerah.

Pengamat politik, Ras Md mengatakan, memang menjadi primadona jika figur berlatar belakang kepala daerah memutuskan maju sebagai caleg DPR RI. Tentu Partai politik dengan sangat terbuka buat mereka. Pasalnya, mereka punya wilayah tradisional dan modal popularitas.

Berita Terkait:
Mencuat di Rakerda PAN Sulsel, Peluang Dua Jagoan Capres Indonesia Timur

Wabah PMK Makin Tak Terkendali, Pengamat: Presiden Harus Evaluasi Kinerja Mentan

Menteri Pertanian Absen Rapat, DPR Kecewa Terhadap Sekjen Mentan RI

Anies dan Ganjar Terbanyak Diusulkan Jadi Bakal Capres, Ini Daftar Usulan 34 DPW Nasdem

Sehingga, kata Ras, dua variabel tersebut menjadi megnet kuat buat partai politik.

Tentu partai politik akan berlomba-lomba memikat hati mereka agar bisa berjuang bersama dalam pertarungan Pilcaleg DPR RI khususnya.

“Apakah dengan status sebagai figur belatar belakang kepala daerah bisa dengan mulus memenangkan pertarungan pilcaleg? Nah ini yang mesti dipahami, karena arena pertarungan pilkada dan Pilcaleg cukup berbeda,” kata Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia itu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, jika ajang pertarungan pilkada hanya tiga faktor saja yang mesti dipenuhi oleh seorang calon kepala daerah agar terpilih.

Pertama, Faktor psikologis. kedua, faktor sosiologis dan ketiga faktor rasional.

Sementara di arena Pilcaleg, tiga faktor di atas tak cukup, beberapa faktor mesti dipahami lebih awal oleh bacaleg. Seperti ketepatan memilih partai politik dan juga faktor komposisi caleg di internal partai.

“Contoh, Jika komposisi caleg internal partai hanya terdapat satu figur kuat saja, tentu partai tersebut sulit meraup 15 persen suara,” ujarnya.

Idealnya, lanjut Ras, paling tidak dua hingga tiga caleg internal potensial disertakan di partai tersebut.
“Kan banyak kejadian, komposisi caleg partai, namun hanya satu saja yang mendulang suara. Pada akhirnya partai tersebut tak dapat jatah kursi,” ungkap Ras.

Ras menambahkan, dalam Pilcaleg, yang dihitung diawal adalah akumulasi suara parpol dulu baru peraih suara tertinggi di internal.

“Begitupun juga soal ketepatan memilih partai politik. Jika seorang figur berlatar kepala daerah memilih partai jambu, sedangkan partai jambu bukanlah partai besar, tentu bukanlah langkah politik yang tepat. Bisa saja ia meraup suara besar secara personal, tapi partainya tak lolos parlemen threshold (PT) secara nasional, ya jadinya sia-sia,” terangnya.

“Ataukah figur berlatar kepala daerah namun diperiode kedua kepemimpinannya mendapat predikat rapor merah oleh masyarakat di wilayah basisnya, tentu bukanlah perkara mudah bisa memenangkan pertarungan Pileg. Karena personal imagenya dan juga kemampuannya tak bagus. Tentu banyak faktor-faktor lainnya, baik secara personal image, dan juga faktor teknis,” sambung Ras.

Olehnya itu, kata dia, tidak semua figur bacaleg DPR RI berlatar belakang kepala daerah itu dengan mudah bisa memenangkan pilcaleg.

“Kan banyak contoh yang terjadi. Tak usah jauh-jauh. Kita lihat saja pak Syahrul Yasin Limpo di Pileg 2019. Beliau dikalahkan seorang perempuan bernama Drg. Hj. Hasnah Syams di Sulsel dua partai Nasdem. Kurang hebat apa SYL. Mantan Bupati dua periode, Wakil Gubernur dan Gubernur Sulsel dua periode. Namun kalah pada pertempuran Pilcaleg oleh seorang perempuan. Dan masih banyak lagi contoh-contoh caleg DPR RI berlatar belakang kepala daerah gagal ke Senayan. Seperti tiga kepala daerah di Sumatera Barat di pemilu 2019 lalu,” pungkas Ras. (BJO)

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Capres 2024Pemilu 2024Pilpres 2024Ruang Politik
Previous Post

Berharap Duet Prabowo-Ganjar Tak Jadi, Refly Harun: Agar Pilpres Lebih Menarik

Next Post

Cabut Izin Pesantren Shiddiqiyyah Jombang, Kemenag: Ada Dugaan Pelanggaran Hukum Berat

Ruang Politik

Next Post
Gedung Kementerian Agama/Ist.

Cabut Izin Pesantren Shiddiqiyyah Jombang, Kemenag: Ada Dugaan Pelanggaran Hukum Berat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemko Payakumbuh Terus Berupaya Percepat Penurunan Stunting

Pemko Payakumbuh Terus Berupaya Percepat Penurunan Stunting

9 jam ago
Wawako Payakumbuh Hadiri Khatam Al-quran di Mushalla Darul Hikmah

Wawako Payakumbuh Hadiri Khatam Al-quran di Mushalla Darul Hikmah

10 jam ago

Trending

Presiden Jokowi & Prabowo Subianto/Repro Ist

Hubungan Jokowi-Prabowo Diisukan Retak

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive