• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
15 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat: NasDem Punya Hak Tolak  Menterinya Dicopot, Kontrak Politik Jokowi-NasDem Hingga Presiden Lengser

by Rupol
in Nasional
433 23
0
488
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkap kemungkinan merombak atau me-reshuffle menteri di Kabinet Indonesia Maju masih mungkin terjadi. Hal itu Jokowi sampaikan merespons hasil survei Charta Politika yang menunjukkan bahwa mayoritas responden setuju ia merombak susunan kabinet.

“Mungkin,” kata Jokowi seusai meresmikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jumat (23/12/2022).

RelatedPosts

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Kendati demikian, Jokowi tidak mengungkapkan kapan reshuffle kabinet akan dilakukan. Namun menurut pengamat politik dari Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago.

Ia mengungkapkan bahwa Partai NasDem dinilai punya hak menolak jika menterinya dicopot dari kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, keputusan tersebut dinilai tidak adil bagi partai besutan Surya Paloh tersebut.

Menurutnya, isu didepaknya menteri asal NasDem dari kabinet karena tak mendukung calon presiden (capres) jagoan Jokowi, dinilai tidak fair.

“Kan sebenarnya NasDem punya hak, karena itu kan kerja NasDem dulu,” jawabnya.

Ia juga mempertanyakan profesionalitas dan standarisasi dari Presiden Jokowi jika ada yang akan dicopot dari kursi menteri.

“Kenapa harus diuji standarisasi, harus memastikan dan mendukung? Karena nggak mendukung jagoannya Pak Jokowi, mereka kemudian direshuffle, kan enggak fair lah,” tegasnya.

Dan ia juga mengkritik bahwa dalam persoalan Pilpres lalu, NasDem sudah mendukung Jokowi all out. Tentunya ini juga harus dipahami sebagai konsekuensi bahwa selama ini NasDem berada di koalisi pemerintahan.

“Mestinya sih pilpres kan sudah selesai, dan itu sudah bagian dari mereka kan,” kata Pangi Sabtu (24/12).

Pangi menuturkan, masuknya menteri dari NasDem di kabinet Jokowi, merupakan hasil kerja kemenangan pada Pilpres 2019.
Seharusnya, kata dia, eks Wali Kota Surakarta itu harus menjaga menteri dari NasDem hingga masa jabatan berakhir.

“Artinya harus dijaga lah, jangan sampai terkesan itu miliknya Pak Jokowi kekuasaannya, itu kan milik bersama, karena kan NasDem ikut berkontribusi mengantar Pak Jokowi, mengawal” ungkapnya lagi.

Dan ia menilai konsekuensi mempertahankan NasDem adalah kontrak politik yang harus disepakati oleh presiden sebagai parpol pengusung.

“Sebenarnya itu haknya NasDem, dan enggak fair lah hanya karena NasDem berbeda pilihan, jatah kursi mereka dikurangi, kan NasDem menyatakan tidak keluar menjadi oposisi, hanya berbeda dukungan,” ulas Pangi.

Pangi menuturkan, jika menteri dari NasDem didepak oleh Jokowi, maka bisa menjadi bahan pembelajaran, sikap presiden Jokowi tak negarawan, beda dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Itu pembelajaran bagi NasDem, ternyata di Indonesia ini Pak Jokowi berbeda dengan Pak SBY. Kalau Pak SBY kan tidak berbicara presiden selanjutnya, kalau sudah selesai, ya sudah dengan kontraknya habis. Kalau bagi Pak Jokowi kan belum, dan kalau nanti NasDem dikurangi jatah menterinya, ya begitu lah Pak Jokowi modelnya. Harus loyalitasnya itu sampai selesai,” paparnya.

Namun begitu, Pangi menilai sudah menjadi resiko Partai NasDem jika nantinya menteri-menterinya didepak dari kabinet Jokowi. Dia bilang, dukungan NasDem kepada Anies Baswedan sudah setengah jalan.

“Karena kalau NasDem mau keluar ya memang momentumnya sudah setengah jalan, dan tidak ada kemungkinan NasDem untuk tidak mengambil pilihan yang sulit. NasDem punya cara berpikir dan pilihan bahwa risiko itu sudah dipertimbangkan kursi menteri,” pungkasnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

Previous Post

Menteri NasDem Diusul Djarot Kena Reshuffle, Politisi NasDem Meradang

Next Post

Polres Buleleng Siagakan 703 Personel Untuk Natal di 41 Gereja dan Perayaan Tahun Baru

Rupol

Next Post
Polres Buleleng Siagakan 703 Personel Untuk Natal di 41 Gereja dan Perayaan Tahun Baru

Polres Buleleng Siagakan 703 Personel Untuk Natal di 41 Gereja dan Perayaan Tahun Baru

Recommended

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

9 jam ago
Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

6 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

4 minggu ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive