• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
18 - 07 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Koalisi Gerindra-PKB, Pengamat: Muhaimin Kurang Ideal Sebagai Cawapres

by Ruang Politik
in Nasional
453 4
0
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar/Ist

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar/Ist

489
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Dengan mendaftar ke KPU secara bersama-sama, Gerindra dan PKB semakin memberikan sinyal kuat akan berkoalisi pada Pemilu 2024 mendatang.

Kuat dugaan koalisi ini akan mengajukan pasangan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar, sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), mengingat persyaratan ambang batas pencalonan sudah terpenuhi.

RelatedPosts

Legislator PDIP Dukung Polri Bongkar Korupsi Batu Bara dan TPPU

Komisi I DPR Tekankan Latsarmil SPPI Utamakan Pembentukan Karakter Peserta

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

Pengamat politik dari Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Sholeh Basyari, juga meyakini keduanya akan berpasangan.

Namun menurutnya, pasangan tersebut tidak cukup kuat untuk bisa memenangi pertarungan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, karena elektabilitas Muhaimin Iskandar yang masih sangat rendah.

Berita Terkait:
Laiknya Pasangan Kasmaran, Gerindra-PKB Daftar KPU Juga Barengan

Soal Capres-Cawapres Koalisi Gerindra-PKB, Cak Imin Singgung Restu Presiden Jokowi

PKB dan Gerindra Akan Daftar Bersama ke KPU pada 8 Agustus

Koalisi Gerindra-PKB, Pengamat: Posisi Cawapres Belum Tentu Muhaimin

“Untuk posisi capres memang Prabowo sudah sangat layak. Elektabilitasnya masih tertinggi saat ini. Tapi untuk posisi cawapres saya melihat Muhaimin kurang ideal dan tidak strategis bagi Prabowo untuk memenangi pilpres,” ujar Sholeh melalui keterangan tertulis kepada RuPol, Rabu (10/8/2022).

Lanjut Sholeh, elektabilitas Muhaimin masih sangat lemah untuk bisa menopang Prabowo, yang terbukti pada banyak lembaga survei termasuk survei CSIIS sendiri.

Sedikitnya, ada empat faktor yang menyebabkan rendahnya elektabilitas Muhaimin tersebut, yang akan menjadi penentu pada pilpres mendatang.

“Pertama, Muhaimin belum bisa memosisikan diri sebagai representasi dari Nahdliyin (warga NU). Walau terlahir sebagai NU kultural, tapi Muhaimin mendapatkan resistensi yang kuat dari NU struktural. Sampai saat ini Muhaimin belum bisa mengatasi hal itu,” terang Sholeh yang juga aktivis NU itu.

Faktor kedua kata Sholeh, Muhaimin tidak memiliki daya tarik atau magnet bagi para pemilih muslim di luar NU. Bagi Islam kanan ataupun Islam moderat, Muhaimin terlanjur mendapat cap sebagai Islam tradisional.

“Ini juga sudah coba diatasi dengan mengubah gaya, tampilan serta mengikuti tren yang ada. Kita lihat Muhaimin tampil sebagai anak motor, buat video tiktok, dan berbagai strategi lain untuk merangkul generasi milenial. Tapi dampaknya, tidak terlihat juga pada kenaikan elektabilitas,” paparnya.

Untuk faktor ketiga, Sholeh melihat tidak ada sesuatu yang baru dari sisi ide dan terobosan dalam kepemimpinan di PKB.

Sholeh menyoroti PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin belum ada terobosan, tidak seperti partai-partai lain yang sudah lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman serta teknologi.

“Kita lihat partai lain, PDIP, Golkar, Nasdem mereka membangun sekolah partai. PKB masih berkutat dengan menjual kisah-kisah masa lalu romantisme dengan NU, Gus Dur, dan semacam itu. Tidak ada terobosan yang mengikuti zaman.” lanjutnya.

Faktor terakhir yang menjadi perhatian Sholeh adalah sosok Muhaimin yang tidak mencerminkan sosok pemimpin sebelum-sebelumnya.

Muhaimin tidak mirip dengan Jokowi, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), Soeharto, Soekarno, ataupun dengan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Faktor itu juga penting, namanya tesa atau antitesa kepemimpinan sebelumnya. Kalau dibanding dengan Ganjar, bisa disebut sebagai tesa Jokowi atau Anies yang merupakan antitesa Jokowi. Ini besar pengaruhnya kepada psikologis para pemilih,” pungkas Sholeh.(ASY)

Editor: Zulfa Simatur
(RuPol)

Tags: Capres 2024GerindraMuhaimin iskandarPemilu 2024Pilpres 2024PKBRuang PolitikRuangPolitik
Previous Post

Terkejut Anaknya Ditembak Atas Perintah Ferdy Sambo, Ibu Brigadir J: Firasat Mati Dibunuh

Next Post

Pengamat: Elektabilitas Tokoh Politik Masih di Bawah Angka Psikologi Capres

Ruang Politik

Next Post
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin /RuPol

Pengamat: Elektabilitas Tokoh Politik Masih di Bawah Angka Psikologi Capres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

TMMD/N Ke 129 Resmi Ditabuh, Bupati Limapuluh Kota Sampaikan Mari Bersama Berperan Aktif

TMMD/N Ke 129 Resmi Ditabuh, Bupati Limapuluh Kota Sampaikan Mari Bersama Berperan Aktif

2 hari ago
PIMPIN UPACARA PEMBUKAAN, BUPATI TEKANKAN PERAN TMMD/N DALAM MEMPERKUAT SINERGI TNI, POLRI, PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT

PIMPIN UPACARA PEMBUKAAN, BUPATI TEKANKAN PERAN TMMD/N DALAM MEMPERKUAT SINERGI TNI, POLRI, PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT

2 hari ago

Trending

Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago

Popular

Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive