RUANGPOLITIK.COM-Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengungkapkan, isu perpanjangan masa jabatan presiden tidak relevan. Selain menabrak konstitusi, banyak janji kampanye presiden tak terealisasi dengan baik.
“Jadi kalau sampai hari ini janji-janji kampanye belum terpenuhi, impor jalan terus sekalipun marah-marah, impor kedelai. Tahun 2015 katanya sudah tidak ada impor, nyatanya sampai hari ini masih ada impor kedelai, itu tandanya pemerintah gagal,” ucap politisi PKS kepada awak media, Senin (4/4/2022).
Presiden Joko Widodo dinilai telah gagal memimpin Indonesia. Meski menjabat selama dua periode, masih banyak janji kampanye belum terpenuhi.
“Janji kampanye Pak Jokowi untuk menurunkan nilai tukar dolar di bawah Rp 10 ribu (belum terealisasi),” tegas Hidayat Nur Wahid.
Berita Terkait:
Kelompok Pragmatis dan Oportunis Dukung Tiga Periode
Survey SMRC: Hanya 5 Persen Publik Dukung Ide Presiden Tiga Periode
Deklarasi Tiga Periode, Relawan: Apdesi Jerumuskan Jokowi
DPP Bara JP: Jokowi 3 Periode Tergantung Elite Politik dan Partai
Di sisi lain, publik butuh langkah tegas presiden seperti memecat anak buah yang menggaungkan wacana penundaan pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan presiden.
“Harusnya begitu, bukan membikin gaduh dengan membiarkan manuver melanggar konstitusi, memperpanjang masa jabatan presiden,” pungkasnya.(BJO)
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)