Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Rumadi Ahmad Sebut Pemerintah Tak Pernah Rilis Penceramah Radikal

by Ruang Politik
in Nasional
444 4
0
Rumadi Ahmad, KSP/ Instagram

Rumadi Ahmad, KSP/ Instagram

480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad menegaskan pemerintah tidak pernah merilis daftar nama penceramah yang dianggap radikal. Untuk itu masyarakat tidak mudah percaya atas informasi yang tidak diketahui jelas sumbernya.

Hal ini dikatakan Rumadi menanggapi adanya polemik pro dan kontra atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penceramah radikal yang disampaikan saat rapat pimpinan TNI -Polri beberapa pekan lalu.

RelatedPosts

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

PDIP Sebut RUU Penyiaran Bukan Untuk Bungkam Masyarakat

Sindir Ribka Tjiptaning, Idrus Marham: Jangan Tutupi Jasa Soeharto dengan Emosi Politik

Terlebih, daftar nama-nama penceramah yang dinilai radikal beredar luas di media sosial.

“Saya tidak tahu dari mana asalnya. Yang jelas pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” kata Rumadi dalam keterangannya, yang dikutip dari antara, Rabu (9/3/2022).

Rumadi mengaku, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya polemik tersebut. dia meminta masyarakat untuk tidak terpancing kabar itu.

Menurutnya, pernyataan Jokowi terkait penceramah radikal merupakan hal faktual dan bukan mengada-ada.

“Pernyataan Presiden sangat jelas. Tidak ada yang simpang siur, karena masalah radikalisme ini hal yang faktual, bukan mengada-ada,” ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut, dia menuturkan yang terpenting saat ini bagaimana masyarakat bisa lebih hati-hati dan selektif dalam mengundang penceramah, dan tidak lagi memperdebatkan soal ciri apalagi nama.

Menurut dia, yang terpenting saat ini bagaimana masyarakat bisa lebih hati-hati dan selektif dalam mengundang penceramah. Pemerintah meminta semua pihak tidak lagi memperdebatkan soal ciri apalagi nama penceramah.

“Apa yang disampaikan bapak Presiden adalah pesan untuk semua kelompok, agar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama,” jelas Rumadi.

Berita Terkait:

BNPT Sebut Lima Indikator Penceramah Radikal

Sentil Tajam TNI-Polri soal IKN, Jokowi Gelisah?…

Pantau WAG TNI-Polri. Natalius Pigai: Jokowi Takut Dikudeta?

Panglima TNI Angkat Menantu Luhut Panjaitan Jadi Pangkostrad

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan TNI-Polri beserta keluarg tidak bisa bersikap bebas layaknya masyarakat sipil dalam berdemokrasi. Salah satunya, tidak bisa sembarangan mengundang penceramah.

“Hal seperti ini harus mulai dikencangkan lagi, supaya masyarakat itu melihat dan bisa kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional. Ini bukan hanya bapak/ibu yang kerja, tapi yang di rumah juga sama,” kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2022 di Jakarta Timur, Selasa (1/3/2022).

“Hati-hati ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinnya harus sama. Enggak bisa ibu-ibu manggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi. Sekali lagi di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu,” sambungnya. (Tyo)

Editor: Setiono

(RuPol)

Tags: KSPPEMERINTAHpenceramah radikalRumadi AhmadTak pernah rilis
Previous Post

Hamdan Zoelva: Nur Alam Korban Peradilan Sesat

Next Post

Wacana Reshuffle, NasDem: Kabinet Saat Ini Sudah Bagus

Ruang Politik

Next Post
Politisi Nasdem Ahmad Ali/Ist

Wacana Reshuffle, NasDem: Kabinet Saat Ini Sudah Bagus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

1 hari ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

1 hari ago

Trending

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 hari ago

Popular

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

4 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election