Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

JK Bicara Tunda Pemilu Potensi Keributan

by Ruang Politik
in Nasional
411 27
0
Jusuf Kalla/ Instagram

Jusuf Kalla/ Instagram

468
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK), mengingatkan elite politik yang mengusulkan penundaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif untuk taat terhadap konstitusi. JK menegaskan pelanggaran terhadap konstitusi berpotensi menuai keributan.

JK merasa khawatir wacana penundaan pemilu bila dibiarkan menimbulkan masalah. Apalagi konstitusi mengamanatkan pemilu digelar lima tahun sekali.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

“Konstitusinya lima tahun sekali. Kalau tidak taat konstitusi maka negeri ini akan ribut,” kata JK dikutip antara usai menghadiri Mubes IKA Universitas Hasanuddin (Unhas) di Hotel Four Point Makassar, Jumat (4/3).

Mantan ketua umum Partai Golkar ini mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati terhadap wacana penundaan Pemilu 2024. JK menegaskan menunda Pemilu dari jadwal yang sudah ditentukan adalah pelanggaran konstitusi.

“Memperpanjang itu tidak sesuai dengan konstitusi. Kecuali kalau konstitusinya diubah,” kata JK.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia menyadari sejarah panjang demokratisasi yang berlangsung di negeri ini. Sehingga menjaga konstitusi adalah jalan keluar untuk meredakan ketegangan akibat konflik.

“Kita terlalu punya konflik. Kita (harus) taat pada konstitusi. Itu saja,” kata JK.

Menurutnya, penundaan pemilu yang diusulkan beberapa elite parpol untuk satu atau dua tahun kedepan, tidak semua orang menyetujui wacana itu.

“Khan sebagian besar tidak setuju,” ujarnya.

Wacana Pemilu 2024 ditunda pertama kali disampaikan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Usulan agar Pemilu ditunda satu atau dua tahun itu mendapat respon dari Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Alasan yang dikemukakan adalah kondisi perekonomian saat itu belum stabil akibat Covid-19, maka pemerintah dalam fokus pemulihan.

Berita terkait:

Nasdem dan Jusuf Kalla, Jalan Anies Menuju Kursi Presiden

Respon Tunda Pemilu Nasdem Taat Konstitusi

Wacana Cak Imin mendapat penolakan dari partai NasDem, PKS, Demokrat, PPP, dan PDI Perjuangan. Kemudian setelah mendengar dan memahami tekanan publik, partai Gerindra kini menolak usulan itu.

Belakangan, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam rilis terakhir menunjukkan mayoritas publik tidak setuju dengan penundaan Pemilu 2024.

Djayadi Hanan juga mengungkapkan mayoritas responden menyatakan menolak perpanjangan masa jabatan presiden dengan alasan adanya Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Secara keseluruhan 70,7 persen atau mayoritas menolak perpanjangan masa jabatan presiden. Di kalangan yang aware informasi, penolakan lebih tinggi lagi yaitu 74 persen,” kata Djayadi

Djayadi juga menyebut bahwa masyarakat menginginkan masa jabatan presiden berakhir sesuai konstitusi.

“Menurut mayoritas warga, masa jabatan Presiden Joko Widodo harus berakhir pada 2024 sesuai konstitusi,” ujarnya. (Tyo).

Editor: Setiono

(RuPol)

Lagi, Presiden Jokowi Diminta Segera Bersikap Soal Penundaan Pemilu

Tags: Jusuf Kallapotensi keributanRuang Politiktaat konstitusiTunda Pemilu
Previous Post

Gubernur NTT: Kepala Derah Se-NTT Harus dan Wajib Dukung Penuh RAN PASTI

Next Post

Dituding Terlibat Wacana Penundaan Pemilu, Pengamat: Sepatutnya Luhut Klarifikasi

Ruang Politik

Next Post
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan/Ist

Dituding Terlibat Wacana Penundaan Pemilu, Pengamat: Sepatutnya Luhut Klarifikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election