• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
17 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Sejarah Baru, Indonesia’s Horse Racing CUP II Berlangsung di Payakumbuh

by Ben
in Kilas Update
435 14
0
480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Payakumbuh — Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia’s Horse Racing Cup yang selama ini hanya digelar di Pulau Jawa, membawa event nasionalnya ke luar Jawa, tepatnya ke Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Langkah berani yang dilakukan Sarga.co, promotor sekaligus penyelenggara event, terbukti sukses besar. Dalam dua hari penyelenggaraan, Indonesia’s Horse Racing Cup II dan Sarga Festival berhasil menarik lebih dari 55 ribu penonton.

RelatedPosts

17 Atlet PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Siap Guncang Porwanas 2027, Demi Emas Sumbar

Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

PKK Padang Data-Tanah Mati Wakili

Meski diguyur hujan, sekitar 40 ribu penonton memadati Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang pada Minggu (28/09/2025) untuk menyaksikan laga utama Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Sehari sebelumnya, Sarga Festival yang digelar di Lapangan Universitas Andalas Payakumbuh juga disesaki sekitar 15 ribu pengunjung yang menikmati penampilan artis-artis nasional dan minang.

Bu“Ini di luar dugaan kami. Antusiasme warga Payakumbuh dan Sumatera Barat luar biasa. Bahkan banyak penonton yang datang dari provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi. Ini membuktikan bahwa olahraga pacu kuda memiliki basis penggemar yang sangat kuat di luar Jawa,” kata Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Purnomo Santosa Djojohadikusumo.

Menurutnya, keberhasilan ini sekaligus menandai babak baru bagi Sarga.co yang setiap tahunnya menggelar sekitar 10 event pacuan kuda di berbagai daerah di Pulau Jawa.

“Payakumbuh adalah daerah pertama di luar Jawa yang menjadi tuan rumah. Ini sejarah, dan kami ingin menjadikan Sumatera Barat sebagai panggung penting dalam kalender nasional pacuan kuda Indonesia,” ujarnya.

Aryo juga membawa salam dari Ketua Pembina Pordasi sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berhalangan hadir karena baru kembali dari perjalanan luar negeri.

“Beliau menitipkan salam kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat dan Payakumbuh. Presiden menyampaikan rasa cintanya kepada olahraga berkuda dan berjanji akan hadir langsung dalam event berikutnya,” ucapnya.

dia menyebut, Sumbar memiliki delapan arena pacuan kuda aktif, yang merupakan jumlah terbanyak di Indonesia. Pordasi, kata dia, akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan arena pacuan kuda bertaraf internasional di Sumbar.

“Dengan potensi yang besar ini, Sumbar layak menjadi tuan rumah event berskala dunia. Kami akan bekerja sama untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Ketua Panitia Indonesia’s Horse Racing Cup II sekaligus Ketua Umum Pordasi Sumbar, Deri Asta, menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar ajang pacu kuda tradisional.

Menurutnya, kegiatan ini dikemas sebagai pesta olahraga dan hiburan masyarakat, dengan berbagai atraksi seperti Drafbogi, Horseback Archery (HBA), hingga pesta rakyat.

“Kehadiran Badan Pengurus Pordasi bersama Sarga.co pada penyelenggaraan kali ini menjadi bukti bahwa pacu kuda tradisional di Sumbar sudah naik kelas,” ujarnya.

Ia menyebut, suksesnya event tahun ini membuat tujuh daerah lain di Sumbar kini mengantri untuk menjadi tuan rumah tahun depan.

“Kami berharap dukungan dan persetujuan dari PP Pordasi, sehingga pacu kuda di Sumbar berkembang menjadi pacuan tradisional modern dengan standar nasional,” katanya.

Pada Indonesia’s Horse Racing Cup II, 67 ekor kuda berlaga dalam 13 kelas pertandingan dengan total hadiah mencapai Rp425 juta.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluapkan perasaannya karena daerahnya terpilih menjadi lokasi pertama di luar Jawa yang menjadi tuan rumah Indonesia’s Horse Racing Cup.

“Sebuah kehormatan besar bagi Kota Payakumbuh, dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan pacu kuda tingkat nasional,” kata Wako Zulmaeta.

Dia menegaskan, kegiatan ini membawa multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian lokal.

Ribuan pengunjung yang datang tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, pedagang, dan sektor jasa lainnya di Payakumbuh.

Zulmaeta menyebut, pacuan kuda bukan sekadar lomba adu cepat, tetapi juga simbol budaya dan sportivitas yang telah mengakar dalam tradisi Minangkabau.

“Dengan event seperti ini, kita bisa meningkatkan kualitas kuda lokal, mendorong pertumbuhan peternakan, sekaligus menjadikan Payakumbuh sebagai pusat pacu kuda modern,” ucapnya

Dalam kesempatan itu, Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada PP Pordasi, Sarga.co, seluruh panitia, para sponsor, serta niniak mamak Kenagarian Koto Nan Gadang dan Tiakar yang telah memberikan dukungan penuh.

“Berkat kerja sama semua pihak, acara ini bisa berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya. #Liputankhusus

Previous Post

Siswi SMP Limapuluh Kota yang Minta Imigrasi Tidak Deportasi Ibunya, Ternyata Ketua OSIS dan Juara Umum, Hidup Mengembalakan Kambing

Next Post

Curhat soal Kerusakan Lingkungan dan Konflik Tanah, Dua Kelompok Masyarakat Ngadu ke DPR

Ben

Next Post
Curhat soal Kerusakan Lingkungan dan Konflik Tanah, Dua Kelompok Masyarakat Ngadu ke DPR

Curhat soal Kerusakan Lingkungan dan Konflik Tanah, Dua Kelompok Masyarakat Ngadu ke DPR

Recommended

Yasonna Laolly minta Negara Tindak Tegas Judol dan Teror Pinjol

Yasonna Laolly minta Negara Tindak Tegas Judol dan Teror Pinjol

22 jam ago
Tambah Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Fraksi PDIP Sebut Sesuai Amanat Konstitusi

Tambah Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Fraksi PDIP Sebut Sesuai Amanat Konstitusi

1 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

2 hari ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive