• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangIlmu

Hari Buruh atau May Day di Indonesia, Begini Sejarahnya…

by Ruang Politik
in RuangIlmu
448 4
0
Ilustrasi pekerja. Berikut sejarah singkat Hari Buruh atau May Day di Indonesia. /Pixabay

Ilustrasi pekerja. Berikut sejarah singkat Hari Buruh atau May Day di Indonesia. /Pixabay

484
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Buruh-buruh di Amerika Serikat itu lantas mogok, bersama keluarganya. Banyak korban yang berjatuhan akibat demonstrasi besar itu

RUANGPOLITIK.COM —Hari Buruh Internasional atau May Day memiliki perjalanan yang panjang. Abad 19 menjadi saksi kala pekerja diperas keringatnya lantaran mesti bekerja 19 sampai 20 jam dalam sehari, hanya memiliki waktu istirahat sekira 4 jam dalam sehari.

Seiring berjalannya waktu, pada 1 Mei 1886 para pekerja di Amerika Serikat lantas berdemonstrasi besar-besaran, menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam per hari.

RelatedPosts

Senam Zumba Menambah Kebugaran Fisik dan Mental

Terapi Sengat Lebah Efektif Obati Berbagai Penyakit

Pisang Sale, Camilan Manis dan Legit Khas Camilan Indonesia Asli (CI4)

Buruh-buruh di Amerika Serikat itu lantas mogok, bersama keluarganya. Banyak korban yang berjatuhan akibat demonstrasi besar itu.

Britannica melaporkan, pada 1889, sebuah federasi internasional dari kelompok sosialis maupun serikat buruh menetapkan 1 Mei sebagai hari untuk mendukung para pekerja dalam memperingati kerusuhan yang terjadi di Chicago pada 1886, yakni Kerusuhan Haymarket.

Lantas bagaimana sejarah Hari Buruh di Indonesia?
Perjuangan buruh di Indonesia dimulai pada 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee. Hal tersebut muncul setelah Adolf Baars, tokoh kolonial, menyampaikan kritik terkait harga sewa tanah milik kaum buruh yang terlalu murah.

Seusai masa kolonial, Hari Buruh digaungkan saat masa kemerdekaan. Pada 1946, Kabinet Sjahrir mengajukan agar Hari Buruh ditetapkan di Indonesia.

Pada 1948, melalui Undang-Undang Nomor 12/1948, diatur lebih jauh bahwa saban 1 Mei, buruh tak boleh bekerja.

Selanjutnya, pada masa reformasi, Hari Buruh rutin dirayakan di pelbagai kota di Indonesia. Mereka menyuarakan berbagai tuntutan, seperti salah satunya terkait kesejahteraan.

B.J. Habibie lantas melakukan ratifikasi konvensi ILO Nomor 81 tentang Kebebasan Berserikat Buruh.

Selanjutnya, pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Hari Buruh sebagai hari libur nasional.

Dikutip dari laman Pemkot Surakarta, May Day menjadi hari penting bagi para pekerja, menjadi ajang buruh untuk menuntut haknya, mulai dari upah yang tertunda, jam kerja maupun upah yang layak, hak cuti hamil, hak cuti haid, dan hak Tunjangan Hari Raya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Hari BuruhSejarah Hari Buruh
Previous Post

Hari Buruh 2023, Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan di 4 Wilayah

Next Post

Ganjar Pranowo Bakal Ikut Peringatan May Day

Ruang Politik

Next Post
Ganjar Pranowo Bakal Ikut Peringatan May Day/Ist

Ganjar Pranowo Bakal Ikut Peringatan May Day

Recommended

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

18 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

18 jam ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

1 hari ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

1 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive