• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
31 - 08 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangIlmu

Akibat Proses Hukum Timah Babel Terpuruk?

by Ruang Politik
in RuangIlmu
458 30
0
Timah Industri./Ilustrasi

Timah Industri./Ilustrasi

522
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Proses hukum yang dilakukan Kejagung langsung berdampak serius, bukan hanya pada anjloknya perekonomian Babel, tapi juga penurunan kepercayaan dunia terhadap pasokan timah Indonesia.

RUANGPOLITIK.COM – Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel, anjloknya nilai ekspor Babel diakibatnya tidak adanya ekspor timah selama Januari 2024. Timah sendiri merupakan komiditas utama ekspor Babel selama ini.

Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terancam anjlok. Salah satu indikasi utama dapat dilihat dari merosotnya nilai ekspor Januari 2024 hingga 82,55% atau hanya US$ 29,79 juta dolar dibanding bulan sebelumnya Desember 2023 sebesar US$ 170,64 juta.

RelatedPosts

Senam Zumba Menambah Kebugaran Fisik dan Mental

Terapi Sengat Lebah Efektif Obati Berbagai Penyakit

Pisang Sale, Camilan Manis dan Legit Khas Camilan Indonesia Asli (CI4)

Merosotnya ekspor timah ini bisa berdampak serius pada tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Babel, pasalnya pada pertumbuhan ekonomi Babel 2023 mengalami perlambatan yakni hanya 4,38% dari sebelumnya 4,40%. Sementara sektor pertambangan pada 2023 mengalami perlambatan laju pertumbuhan yakni -1,20%.

Salah satu penyebabnya karena proses hukum yang sedang dijalani para pelaku industri timah di Bangka Belitung. Kejaksaan Agung RI menyimpulkan terjadi kerugian negara sebesar Rp 271 trilyun akibat kerusakan lingkungan. Nilai tersebut berdasarkan hitungan Guru Besar IPB, Prof Bambang Hero Saharjo yang disampaikan saat jumpa pers di Kejagung (19/2/2024) lalu.

Guru besar IPB itu mengungkapkan total kerugian akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan pada perkara dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015 hingga 2022 mencapai Rp271,06 triliun.

Pakar forensik kehutanan itu menjelaskan dalam penghitungan kerugian ekologi atau lingkungan itu, pihaknya melakukan verifikasi di lapangan serta pengamatan dengan citra satelit dari tahun 2015 sampai 2022.

Dalam 1 bulan terakhir, Kejagung telah menahan 13 tersangka. 2 mantan Direksi PT Timah, 11 lainnya berasal dari jajaran manajemen perusahaan smelter timah.

Industri tutup, timah terpuruk
Dari hasil pantauan lapangan, 4 perusahaan smelter total berhenti beroperasi menyusul ditahannya wakil manajemen dari perusahaan tersebut. Sisanya beroperasi secara terbatas.

Saat dilakukan kunjungan lapangan ke PT Tinindo Inter Nusa (TIN), PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), dan PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS), dan PT Refined Bangka Tin (RBT), kondisinya dalam keadaan tertutup. Seorang petugas sekuriti PT SBS menjawab singkat, “saatnya sedanag wfh. Maaf pimpinan tidak ada di tempat,” jelasnya sambal meminta awak media untuk pulang.

Proses hukum yang dilakukan Kejagung langsung berdampak serius, bukan hanya pada anjloknya perekonomian Babel, tapi juga penurunan kepercayaan dunia terhadap pasokan timah Indonesia. Mayoritas Penjualan timah adalah ekspor. Seluruh perusahaan timah saatnya terikat kontrak dengan buyer asing. Ancaman penalti buyer mengincar pelaku timah Babel. Bak pepatah. Sudah jatuh, tertimpa tangga.

Ragukan kerugian negara
Berbeda dengan pandangan Prof Bambang Hero Saharjo, Guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Prof Andri Gunawan Wibisana berpendapat bahwa kerusakan lingkungan di suatu daerah tambang tidak bisa otomatis disimpulkan sebagai kerugian negara, dan terjadi tindak pidana korupsi (29/2/2024).

Hal itu disampaikan Andri menanggapi penggunaan metode kerusakan lingkungan untuk menilai adanya kerugian negara, dalam kasus tindak pidana korupsi tata niaga timah, yang ditangani Kejaksaan Agung RI.

“Buktikan dulu tindak pidana korupsinya. Kerusakan lingkungan itu biasanya merupakan dampak. Dalam kasus pencemaran atau kebakaran hutan misalnya, tidak otomatis terjadi korupsi, tapi kesalahan dalam tata kelola lingkungan,” tandas Andri.

Penggunaan kerusakan ekologi untuk menghitung kerugiaan negara juga mendapat respon Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda.

“Untuk membuktikan adanya kerugian perekonomian negara itu termasuk kerugian karena kerusakan ekologis kan itu harus berdasarkan audit BPK,” ujar Chairul dalam keterangannya, Sabtu (24/2/2024).

Menurut Chairul, kerusakan lingkungan karena bekas tambang dianggap sebagai kerugian negara dalam bentuk kerugian ekologis belum ada dalilnya. Jadi belum ada dalil yang cukup kuat untuk mengkonstruksi secara demikian.(BJP)

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Kejagung RITImahUI
Previous Post

Bakamla RI Bersama Malaysia Persiapkan Operasi di Selat Malaka

Next Post

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Komisi VII DPR Akan Panggil Bahlil

Ruang Politik

Next Post
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Ist

Diduga Penyalahgunaan Wewenang, Komisi VII DPR Akan Panggil Bahlil

Recommended

PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

3 hari ago
Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

Desil Tak Akurat, PDI-P Minta Pemerintah Buka Mekanisme Sanggah Data

3 hari ago

Trending

Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

5 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive