• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
13 - 08 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Nur Alam: ‘Dipaksa Salah Divonis Kalah’

by Ruang Politik
in Daerah
450 19
0
Pencapaian Nur Alam membangun Bumi Anoa diwujudkan dengan membuat program utama Pambangunan Masyarakat Sejahtera atau Bahteramas/RuPol

Pencapaian Nur Alam membangun Bumi Anoa diwujudkan dengan membuat program utama Pambangunan Masyarakat Sejahtera atau Bahteramas/RuPol

501
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Kiprah mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam sudah tidak diragukan lagi selama memimpin Sultra dua periode, yakni 2008-2018. Pencapaian Nur Alam membangun Bumi Anoa diwujudkan dengan membuat program utama Pambangunan Masyarakat Sejahtera atau Bahteramas yang diluncurkan pada tahun pertama pemerintahan Nur Alam.

Program ini meliputi pemberian bantuan operasional pendidikan (BOP), pemberian bantuan kesehatan, dan pemberian blockgrand Rp100 juta bagi desa se-Sultra. Program terakhir ini disebut-sebut sebagai pelopor dari dana desa yang sekarang digalakkan pemerintah.

RelatedPosts

PT MSJ Gugat Penjualan Aset, Pembayaran Hak Ratusan Eks Karyawan Dipersoalkan

Mantan Koruptor Nur Alam Gabung PSI

PDIP Minta BPBD Sulteng Gerak Cepat Atasi Gempa

Pemberian blockgrand ini berkembang dengan munculnya 12 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas di sejumlah Kabupaten di Sultra. Sedangkan pemberian BOP menjadikan Sultra sebagai daerah percontohan nasional pendidikan 12 tahun. Program ini kemudian ditingkatkan menjadi program Cerdas Sultra.

Keterangan Foto: Kiprah mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam sudah tidak diragukan lagi selama memimpin Sultra dua periode, yakni 2008-2018.

Kesuksesan dari program Bahteramas ini dirasakan betul oleh masyarakat Sultra. Bahkan, putra kelahiran Konda, 9 Juli 1967, tersebut mendapatkan pujian dari Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY juga menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama Bidang pembangunan kepada Nur Alam pada 2013.

Tak hanya di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga infrastruktur. Berkat tangan dinginnya, lahirlah Jembatan Bahteramas Teluk Kendari dan jembatan-jembatan lain yang jadi penopang perekenomian Sultra.

Namun sayang, pada 23 Agustus 2016 lalu Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus korupsi pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi terhadap PT Anugerah Harisma Barakah (PT. AHB), perusahaan penggarap nikel di Kabupaten Buton dan Bombana, Sulawesi Tenggara.

Berita Terkait:
Gubernur NTT: Kepala Derah Se-NTT Harus dan Wajib Dukung Penuh RAN PASTI

Kembali Maju Pilkada 2024, Edy Rahmayadi Minta Dukungan NasDem

SMRC: Ganjar Tak Maju, Anies Dongkel Prabowo di Pilpres 2024

Soal Wawako Padang. PAN: PKS Jangan Bicara Etika, Ikuti Undang-undang

Sejumlah upaya hukum pun telah ditempuh Nur Alam atas kasus yang menjeratnya. Mulai dari mengajukan Praperadilan, Banding ke tingkat Pengadilan Tinggi, Kasasi ke Mahkamah Agung (MA), hingga mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dua kali ke MA.

Upaya hukum tersebut dilakukan Nur Alam sebagai bentuk keyakinan bahwa dirinya tidak bersalah atas kasus yang dituduhkan.

Nyatanya, pada PK pertama, Hakim M. Askin memiliki pendapat berbeda (dissenting opinion) bahwa kasus Nur Alam adalah terkait hubungan keperdataan dan bukan kasus pidana. Namun Suara M. Askin kalah dengan suara dua Hakim MA lainnya, Suhardi dan Eddy Army.

Nur Alam pun tetap dijatuhi hukuman 12 tahun kurungan penjara di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung.

“Kasus hukum yang membelit Nur Alam walaupun dia berhasil melakukan terobosan besar di Sultra jika berbenturan dengan kelindan kartel dan kepentingan mafia jahat maka jangan berharap keadilan bisa tegak,” Kata Pakar Komunikasi Politik DR. Ari Junaedi.

“Sejatinya Nur Alam adalah putra bangsa yang dipaksa kalah dan divonis salah. Dedikasinya untuk Sultra tidak kalah oleh lembabnya jeruji besi. Setidaknya kasus Nur Alam menjadi pandora bahwa harga keadilan di negeri ini masih bertarif dan rapuh oleh lembab kekuasaan yang pongah,” sambung Ari.

Meskipun raganya dikurung, pikiran dan gagasan Nur Alam tak putus memikirkan kemaslahatan masyarakat Sultra yang berkelanjutan. Untuk menyapa masyarakat Sultra, Nur Alam membuat buku memoar berjudul ‘Dipaksa Salah Divonis Kalah’ yang ditulis oleh Naemma Herawati. Buku ini segera launching pada 7 Maret 2022.

Peluncuran buku memoar Nur Alam akan diisi dengan agenda bedah buku. Tak main-main, bedah buku eks Gubernur Sultra dua periode itu menghadirkan tiga tokoh nasional sebagai panelis, diantaranya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) 2013­­­-2015 DR. Hamdan Zoelva, Ahli Hukum Tata Negara DR. Margarito Kamis, Ahli Hukum Pidana DR. M.Arif Setiawan, dengan moderator DR. Ari Junaedi.(AP)

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Katib ‘Aam PBNU: Indonesia Penghasil Sawit, Anehnya Minyak Goreng Langka!
Tags: Gubernur SultraHamdan ZoelvaMantan Ketua MKNur AlamRuang Politik
Previous Post

Ribuan Rumah di Cirebon Terendam Banjir

Next Post

FadlI Zon Kritik Tajam Pemda DIY Soal SU 1 Maret 1949

Ruang Politik

Next Post
Fadli Zon/ Instagram

FadlI Zon Kritik Tajam Pemda DIY Soal SU 1 Maret 1949

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

24 jam ago
Walikota Zulmaeta Tegaskan Seluruh Pelaksanaan Proyek Pemko Payakumbuh Berjalan Bersih

Walikota Zulmaeta Tegaskan Seluruh Pelaksanaan Proyek Pemko Payakumbuh Berjalan Bersih

2 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive