• Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Sitemap
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
07 - 11 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Ruang Polling
  • Ruang Tokoh
  • Ruang Opini
  • Kilas Update
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Ruang Polling
  • Ruang Tokoh
  • Ruang Opini
  • Kilas Update
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

BKKBN: Cegah Generasi “Layangan Putus”

by Ruang Politik
in Nasional
475 26
0
Kepala BKKBN Hasto wardoyo/Dok. BKKBN

Kepala BKKBN Hasto wardoyo/Dok. BKKBN

535
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Kepala BKKBN Hasto wardoyo mengungkapkan, Sepanjang pandemi, tantangan baru banyak dihadapi oleh berbagai sektor kritis kemajuan bangsa, seperti kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan. Khususnya pada anak, target penanggulangan hambatan kesehatan seperti stunting menjadi semakin terbebani di tengah pandemi.

“Padahal, pemerintah sedang mencanangkan target penurunan angka balita stunting menjadi 14% pada 2024,” tuturnya kepada Rupol, Selasa (22/2/2022).

RelatedPosts

Siswa MIS Al Huda Kehilangan PIP Imbas Perubahan Desil DTSEN, Kariyasa Desak Pemerintah Buka Verifikasi Ulang

Soroti Tingginya Risiko Bencana di Bondowoso, Ina Ammania Dorong Desa Tangguh Bencana

Hie Meli Adukan Penyidik Polres Jaksel ke Propam, Minta Kepastian Hukum dan SP3

Ia menjelaskan, berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Maka dengan Perpres tersebut, BKKBN mendapatkan mandat baru yaitu menurunkan angka stunting di Indonesia dari 27,67 persen (2019) menjadi 14,00 persen pada Tahun 2024.

Baca Juga:
Cegah Lonjakan Omicron, Kemenag Kembali Atur Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan

Kasus Omicron Melambung, Jokowi Kecewa dengan Airlangga

Hasto menjelaskan, hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 menyatakan angka stunting di Indonesia sudah menurun menjadi 24,40 persen. Hal ini berarti kita harus tetap bekerja keras untuk menurunkan sebesar 13 persen, agar mencapai target nasional di tahun 2024 sebesar 14,00 persen.

“Dengan mandat tersebut di satu sisi merupakan kepercayaan Presiden kepada BKKBN namun disisi lain perlu kerja keras dan kerjasama dengan berbagai sektor terkait, baik antar K/L maupun organisasi-organisasi/ mitra kerja potensial. Dan untuk itu telah dilakukan launching pendampingan, konseling dan pemeriksaan kesehatan dalam tiga bulan pra nikah bagi calon pengantin secara daring oleh Menko PMK di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu,” paparnya.

Selain itu, Hasto menambahkan, Untuk lebih menajamkan dan menyelaraskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Program Bangga Kencana, BKKBN menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Selasa-Rabu (22-23 Februari 2022).

Baca Juga:
Kasus Omicron Melonjak, Pemerintah Evaluasi Level PPKM di Luar Jawa Bali

Omicron Melambung, MUI Ingatkan Fatwa Sholat Jumat Bisa Diganti Sholat Zuhur

“Program Bangga Kencana meliputi beberapa aspek program, antara lain: peningkatan ketahanan keluarga balita dan anak, ketahanan remaja dan ketahanan lanjut usia serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Di bidang kependudukan meliputi kegiatan tentang kerjasama pendidikan kependudukan, pemaduan kebijakan pengendalian penduduk, perencanaan pengendalian penduduk serta analisis dampak kependudukan,” paparnya.

Sementara di bidang keluarga berencana meliputi program dan kegiatan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi, penyediaan alat dan obat kontrasepsi yang merata di seluruh wilayah dan fasilitas kesehatan, penggerakan pelayanan keluarga berencana di wilayah kumuh, miskin dan rentan dan berbagai wilayah perbatasan dan kepulauan serta kegiatan di bidang kesehatan reproduksi bagi pasangan usia subur sesuai Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009,

Dalam Rencana Strategis (Renstra) BKKBN tahun 2020–2024, ditetapkan visi BKKBN yaitu “Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong”. Dengan visi tersebut BKKBN berkomitmen mendukung visi misi Presiden RI yang tertuang dalam RPJMN 2019–2024.
Adapun Sasaran Strategis Program Bangga Kencana seperti tertuang pada Renstra, maka target dan capaian program tahun 2021 sebagai berikut:

  1. Menurunkan angka kelahiran total/Total Fertility Rate (TFR) target 2,24 capaian 2,24 (100 persen)
  2. Meningkatnya Angka Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi Modern/Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) target 62,16 persen capaian 57,00 persen (91,70 persen)
  3. Menurunnya kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi/Unmet Need target 8,30 persen capaian 18,00 persen (46,11 persen)
  4. Menurunnya Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur 15-19 tahun/Age Specific Fertility Ratio (ASFR), target 24 per 1.000 kelahiran usia 15-19 tahun capaian 20 per 1.000 kelahiran usia 15-19 tahun (120 persen)
  5. Meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) target sebesar 55,00 capaian 54,01 (98,20 persen)
  6. Meningkatnya Median Usia Kawin Pertama (MUKP) perempuan target 22 tahun capaian 20,71 tahun (94,14 persen)
  7. Meningkatnya kesertaan PA MKJP dengan target 25,93 persen capaian 22,40 persen (86,38 persen)
  8. Tingkat Putus Pakai Pemakaian Kontrasepsi target 24,50 persen capaian 21,03 persen (116,50 persen)
  9. Masyarakat yang terjangkau Program Bangga Kencana target 60,00 persen capaian 76,02 persen (126,70 persen)

Seperti diketahui bersama, bahwa tahun 2021 adalah tahun yang berat dan sulit dalam pelaksanakan Program Bangga Kencana karena belum berakhirnya pandemi Covid-19. Namun demikian, semangat dan kerja keras dari seluruh pengelola program, baik pusat maupun daerah tetap konsisten tercapainya sasaran yang telah ditetapkan. Dan kita perlu bersyukur bahwa sasaran indikator program Bangga Kencana sebagian besar dapat tercapai termasuk dalam pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021.

Langkah-langkah percepatan penyelenggaraan program Bangga Kencana ini harus segera dimulai sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas, integrasi dan akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja dalam peningkatan penggerakan Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan wilayah. Dalam mencapai tujuan yang dimaksud, BKKBN memerlukan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan/stakeholder dan mitra kerja lainnya.

Strategi pelaksanaan Program Bangga Kencana tahun 2022 harus disusun dan dikembangkan dalam bentuk operasional nyata serta memiliki output yang terukur, seperti Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) dengan menajamkan intervensi dari hulu melalui prioritas mencegah lahirnya anak stunting, operasional Tim pendamping keluarga serta target kinerja lainnya.
Penurunan angka stunting nasional bukan lagi sekedar “impian” seperti harapan Kinan terhadap Mas Aris di film “Layangan Putus”. Penurunan angka stunting adalah wujud kepedulian kita bersama.

Rakernas yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Maruf Amin di Auditorium BKKBN Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur ini mengambil tema Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting melalui Optimalisasi Sumber Daya dan Konvergensi Lintas Sektor digelar secara tatap muka dan virtual meeting (zoom meeting/channel Youtube BKKBN Official).

Rakernas ini mengundang sembilan narasumber dari lintas sektor, eksternal dan internal BKKBN, serta diikuti oleh 880 peserta dari seluruh Indonesia. Di antaranya Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (keynote speaker), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala BKKBN, Deputi Bidang KB KR BKKBN, dan Inspektur Utama BKKBN.(AP)

Sumber: BKKBN

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Fadli Zon: Ketimpangan Struktural Ekonomi Makin Melebar Karena Pandemi
Tags: Balita StuntingBKKBNKepala BKKBN Hasto wardoyoRuang PolitikSSGBIWapRes Maruf Amin
Previous Post

Fadli Zon: Ketimpangan Struktural Ekonomi Makin Melebar Karena Pandemi

Next Post

Tak Menjabat Lagi, Elektabilitas Anies Diprediksi Anjlok

Ruang Politik

Next Post
Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta/RuPol

Tak Menjabat Lagi, Elektabilitas Anies Diprediksi Anjlok

Please login to join discussion

Recommended

Dongkrak Kinerja, Tirta Sago Kejar PAD Rp2,5 Miliar, Dirut Prety: Air Harus Mengalir, Pelayanan Masyarakat Prioritas Utama 

Dongkrak Kinerja, Tirta Sago Kejar PAD Rp2,5 Miliar, Dirut Prety: Air Harus Mengalir, Pelayanan Masyarakat Prioritas Utama 

7 November 2026
Dongkrak Kinerja, Tirta Sago Kejar PAD Rp2,5 Miliar, Dirut Prety: Air Harus Mengalir, Pelayanan Masyarakat Prioritas Utama 

Dongkrak Kinerja, Tirta Sago Kejar PAD Rp2,5 Miliar, Dirut Prety: Air Harus Mengalir, Pelayanan Prioritas Utama

7 November 2026
Dewi Mulya Menyapa Generasi Emas Payakumbuh Dari Pertiwi Hingga PAUD Suci

Dewi Mulya Menyapa Generasi Emas Payakumbuh Dari Pertiwi Hingga PAUD Suci

7 November 2026
34 Ribu Pelanggan Jadi Prioritas, Dr. Prety Diawati Dirut Tirta Sago: Air Harus Terus Mengalir

34 Ribu Pelanggan Jadi Prioritas, Dr. Prety Diawati Dirut Tirta Sago: Air Harus Terus Mengalir

6 November 2026
Sapaku  Sang Juara Dari Payakumbuh, 4 Tahun Berturut-turut Wakili Sumbar ke Nasional

Sapaku Sang Juara Dari Payakumbuh, 4 Tahun Berturut-turut Wakili Sumbar ke Nasional

6 November 2026

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

8 Oktober 2023
itel A300+ Punya 2 Layar, RAM hingga 12GB, dan Baterai Jumbo, Ini Harga Promonya

itel A300+ Punya 2 Layar, RAM hingga 12GB, dan Baterai Jumbo, Ini Harga Promonya

11 Oktober 2026
Kapolsek Luhak Turun Tangan, Perselisihan Dana Pembangunan Masjid Rp20 Juta Berujung Damai

Kapolsek Luhak Turun Tangan, Perselisihan Dana Pembangunan Masjid Rp20 Juta Berujung Damai

2 November 2026
Rizal Ramli Soal ‘Pemimpin Rambut Putih’ Singgung Boneka Oligarki

Rizal Ramli Soal ‘Pemimpin Rambut Putih’ Singgung Boneka Oligarki

27 November 2022
Tiket Pesawat Naik di 24 Provinsi, Edi Purwanto Minta Pemerintah Bertindak

Tiket Pesawat Naik di 24 Provinsi, Edi Purwanto Minta Pemerintah Bertindak

3 November 2026

Popular

H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
itel A300+ Punya 2 Layar, RAM hingga 12GB, dan Baterai Jumbo, Ini Harga Promonya

itel A300+ Punya 2 Layar, RAM hingga 12GB, dan Baterai Jumbo, Ini Harga Promonya

4 minggu ago
Meski Kekurangan Pemain Percasi Kota Payakumbuh Sumbangkan 2 Medali Emas Pada Porprov XVI Sumatera Barat

Meski Kekurangan Pemain Percasi Kota Payakumbuh Sumbangkan 2 Medali Emas Pada Porprov XVI Sumatera Barat

3 minggu ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

5 tahun ago
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Sitemap
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Ruang Polling
  • Ruang Tokoh
  • Ruang Opini
  • Kilas Update
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.