Payakumbuh–Bagi 34 ribu pelanggan Perumda Tirta Sago, air bukan sekadar kebutuhan. Air adalah denyut kehidupan. Ketika keran mengering satu hari saja, dapur berhenti, warung tutup, dan anak-anak gagal mandi sebelum ke sekolah.
Karena itu, sejak tongkat kepemimpinan Perusahaan Umum Daerah Tirta Sago berpindah tangan, satu kata yang paling sering diucapkan adalah: pelayanan .
Dibawah pimpinan Direktur Utama yang baru, Dr. Prety Diawati, peningkatan pelayanan bukan lagi sekadar slogan di dinding kantor. Itu menjadi target utama.
“Sesuai dengan arahan Wali Kota sebagai Kuasa Pemilik Modal, peningkatan pelayanan ke pelanggan sudah jadi keharusan bagi Perumda Tirta Sago. Ini yang kita implementasikan dalam bentuk kinerja seperti bagaimana air harus terus mengalir ke rumah-rumah pelanggan,” ujar Dr. Prety beberapa waktu lalu.
Mencari Sumber, Menjaga Aliran
Tirta Sago tidak diam. Selain terus mencari sumber air baru di lereng Gunuang Sago, perusahaan plat merah ini kini punya andalan baru: Water Treatment Plant (WTP) di kawasan Batang Agam.
Bagi warga Payakumbuh, WTP ini mungkin hanya terlihat sebagai bangunan dan pipa-pipa besar. Namun bagi Tirta Sago, WTP adalah nyawa kedua.
“WTP merupakan fasilitas penting Perumda Tirta Sago sekaligus aset yang sangat berguna demi kelancaran aliran air ke rumah-rumah pelanggan,” kata Prety.
Fungsinya vital. WTP disiagakan sebagai sumber air cadangan apabila sumber air yang ada saat ini terjadi kendala yang sangat krusial.
Bayangkan, jika terjadi bencana alam di sumber-sumber air di lereng Gunuang Sago — longsor, banjir bandang, atau pipa induk putus pasokan air ke puluhan ribu rumah bisa lumpuh. Saat itulah WTP Batang Agam dimanfaatkan.
“Ke depan kita tidak tahu, apabila terjadi bencana atau kendala pada titik-titik sumber air yang sudah ada dan mengganggu pasokan air ke pelanggan, WTP ini solusinya sebagai sumber air cadangan,” ujarnya lagi.
Aset Vital, Bukan Sekadar Bangunan
Prety menegaskan, tanpa WTP, jika sumber air terganggu, kondisi itu sangat merugikan konsumen. Warga yang paling merasakan dampaknya.
Karena itu, di matanya, WTP Batang Agam bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah fasilitas penting, aset vital bagi Perumda Tirta Sago.
Di era kepemimpinannya, Tirta Sago ingin berubah dari perusahaan yang hanya menunggu laporan air mati, Tirta Sago harus menjadi perusahaan yang siaga sebelum air mati. Air harus terus mengalir. Itulah janji yang kini dipegang oleh 34 ribu pelanggan di Kota Payakumbuh. (Benpi)