Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Satu Even Satu Nagari di KAN Limbukan

by Ben
in Kilas Update
404 31
0
465
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Payakumbuh – Pemko Payakumbuh bersama masyarakat Kenagarian Limbukan menggelar kegiatan “Satu Nagari Satu Event” di halaman Balai Adat KAN Limbukan, Minggu (03/08/2025).

Kegiatan tahun kedua ini mengangkat tema “Bamamak” atau “Manyanda” atau “Malakok”, yang merefleksikan filosofi adat Minangkabau terbuka bagi masyarakat pendatang yang menetap di suatu Nagari.

RelatedPosts

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

Ketika seseorang yang berasal dari luar Nagari Limbukan hendak menetap di nagari Limbukan, maka dianjurkan kepada yang bersangkutan untuk “Mencari Mamak” kepada Niniak Mamak/Penghulu yang ada di Nagari tersebut sehingga terbentuklah tali silaturrahim antara warga asli yang sudah lama menetap dengan warga pendatang yang baru menetap.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dan upaya pelestarian budaya lokal serta penguatan jalinan sosial antar masyarakat.

“Tema ‘Bamamak’ memiliki makna mendalam dalam menggambarkan kearifan adat dan budaya kita. Ini adalah cerminan luhur tatanan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” kata Wawako Elzadaswarman.

Ia menjelaskan bahwa filosofi “Bamamak” menunjukkan pentingnya peran mamak (paman dari pihak ibu) dalam membimbing keponakan dalam kehidupan adat Minangkabau.

“Sebagaimana pepatah: anak dipangku, kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, ini adalah landasan sosial yang memperkuat identitas kolektif kita sebagai masyarakat Minangkabau,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Om Zet itu juga mengapresiasi panitia dan seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya.

“Harapan kita, kegiatan ini bisa terus dikembangkan dan memperkuat identitas nagari dan memperluas ruang promosi budaya lokal Payakumbuh,” tutupnya.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra Dt. Rajo Mantiko Alam, juga menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menilai, program “Satu Nagari Satu Event” adalah bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menggali potensi lokal.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi memperkenalkan potensi budaya, ekonomi kreatif, hingga kuliner dan kerajinan khas setiap nagari. Khusus untuk Limbukan, saya melihat potensi yang luar biasa dari segi adat, SDM, dan kekayaan tradisional yang patut dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD akan terus berkomitmen mendukung kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pengembangan nagari serta membuka ruang partisipasi masyarakat seluas-luasnya.

“Sebagai Sumando Rang Limbukan, Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan membangun Payakumbuh yang lebih maju, berbudaya, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam, mengharapkan kegiatan ini dapat menghidupkan kembali adat istiadat di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangkitkan kembali kelestarian adat salingka nagari di 10 nagari yang ada di Payakumbuh. Yang dilandasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Untuk Bamamak dijelaskan Ketua KAN Limbukan, PB Dt. Mogek Bosa Nan Hitam, bahwa prosesi adat Bamamak di Nagari Limbukan adalah prosesi bergabungnya warga pendatang ke salah satu kelompok Suku/Kaum yang dipimpin oleh seorang Mamak di Nagari Limbukan.

Prosesi Bamamak ini terbagi 2 yaitu Manyanda dan Malakok. Sebagai langkah awal, warga pendatang dapat menempuh prosesi Manyanda, yang mana prosesi ini tidaklah sulit dan rumit.

Warga pendatang tinggal mencari Mamak tempat “Manyanda”, kemudian meminta persetujuan dari Mamak tersebut dan terakhir mengadakan jamuan sederhana dengan singgang ayam, sudah bisa diterima sebagai kamanakan dari Mamak tersebut.

Salah satu keuntungan bagi orang yang melaksanakan prosesi Bamamak adalah jika terdapat permasalahan pada kemenakan tersebut, Mamak tempatnya “Manyanda” sudah dapat membantu menyelesaikan, tidak perlu repot-repot menjemput Mamak dari kampung asalnya.

“Dengan melestarikan tradisi adat Bamamak ini, maka akan terjalinlah tali silaturrahim antara warga asli dengan warga pendatang sehingga terciptalah hubungan yang harmonis ditengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, AP Dt. Mangkuto Bosa, menyampaikan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini yang telah memasuki tahun kedua.

“Tahun ini kami mengangkat tema Bamamak atau Galeh Basandaran Dagang Batopatan, yang mengandung makna kolaborasi nilai-nilai adat dalam dunia perdagangan dan kehidupan sosial,” ujarnya. (Benpi)

Previous Post

Utang Terus Naik Ratusan Miliar Tiap Hari, PDIP Kritisi PLN

Next Post

Wawako Payakumbuh Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Pada Rapat Paripurna DPRD

Ben

Next Post
Wawako Payakumbuh Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Pada Rapat Paripurna DPRD

Wawako Payakumbuh Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda Pada Rapat Paripurna DPRD

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

2 minggu ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

2 minggu ago

Trending

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

3 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago

Popular

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

4 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

2 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

2 minggu ago
Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

5 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election