Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPemilu

Usai Debat Ketiga, Prabowo Gagal Adaptasi dengan Medan Politik? Ini Catatan Tebal CSIIS…

by Ruang Politik
in RuangPemilu
426 22
0
Direktur Eksekutif CSIIS Sholeh Basyari/Ist

Direktur Eksekutif CSIIS Sholeh Basyari/Ist

480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menurut M Sholeh, panah politik memang berbeda jauh dengan medan tempur militer. Ini harus menjadi catatan serius. Bahwa, proyeksi ke depan, menjadi penting bagi semua kandidat capres-cawapres, tidak saja niscaya membekali diri dengan sejumlah data, retorika, narasi plus kecepatan serta ketepatan analisis, tetapi juga dengan kecerdasan emosional sebagai wujud dari adaptasi terhadap watak perdebatan.

RUANGPOLITIK.COM – Direktur Eksuktif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Dr M Sholeh Basyari, menyebutnya debat ketiga itu didominasi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Banyak yang menilai Prabowo Subianto gagal total meraih nilai plus dalam Debat Capres seri Ketiga, Minggu (7/1/24) kemarin.

RelatedPosts

Open Turnamen Bulutangkis Parmato Alam PB Merpati CUP 2024 Sukses Digelar

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Mencari Sosok Ideal Untuk Payakumbuh” YB. Dt. Parmato Alam Tampil Gemilang

“Tampak Prabowo gagal beradaptasi dengan medan politik. Debat ketiga kemarin, menggambarkan dominasi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan,” demikian disampaikan Dr M Sholeh Basyari kepada RuPol, Selasa (9/1/2024).

Menurut M Sholeh, panah politik memang berbeda jauh dengan medan tempur militer. Ini harus menjadi catatan serius. Bahwa, proyeksi ke depan, menjadi penting bagi semua kandidat capres-cawapres, tidak saja niscaya membekali diri dengan sejumlah data, retorika, narasi plus kecepatan serta ketepatan analisis, tetapi juga dengan kecerdasan emosional sebagai wujud dari adaptasi terhadap watak perdebatan.

“Sejumlah hal ini idealnya menjadi evaluasi bagi semua, agar debat capres berkualitas. Pertama, capres-cawapres yang mengikuti debat, ada baiknya membaca kembali perdebatan sejenis, baik di era demokrasi kontemporer maupun pada jaman klasik, demokrasi Yunani,” tukasnya.

Pada dua kutub demokrasi tersebut, lanjutnya, perdebatan terjadi secara tajam, memicu tension dan tentu saja memunculkan turbulensi bagi penyimak dan penikmatnya. Tetapi justru karena sejumlah hal itulah, debat capres menjadi penting dan “menyehatkan”.

Kedua, tegasnya, sejumlah hal itu, “melatih” capres-cawapres yang ada, untuk membiasakan diri mengelola kepentingan bangsa secara umum dalam bingkai ketegangan tinggi. “Dengan habitualisasi model ini, esensi demokrasi yang bertumpu pada kehendak dan mandat rakyat, bisa dihindari dirampas oleh otoritarianisme yang berbaju demokrasi,” urainya.

Ketiga, lanjut M Sholeh, kegagalan Prabowo bukan semata akibat faktor personality-nya yang tegas dan temperamental. Kegagalan Prabowo juga bukan sebab dia gagal mengelola kesabaran dalam semua penugasan. Kegagalan Prabowo juga bukan sebab dia berlatar belakang militer.

“Tetapi publik menjadi paham, kegagalan Prabowo beradaptasi dengan medan tempur politik dalam wujud debat capres adalah tampaknya dia tidak terbiasa berdiskusi dan sharing ide seperti jenderal SBY,” Tandas M. Soleh.(BJP)

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: CSIISGus Soleh
Previous Post

Dugaan Boncengi Program Pemkab Limapuluh Kota, Dua Caleg DPRD Golkar Diperiksa Bawaslu

Next Post

Soal Debat Capres, Mardani: Presiden Tidak Ikut Campur

Ruang Politik

Next Post
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera/Ist

Soal Debat Capres, Mardani: Presiden Tidak Ikut Campur

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

1 hari ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

2 hari ago

Trending

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 hari ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago

Popular

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

4 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election