• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
04 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPemilu

Usai Debat Ketiga, Prabowo Gagal Adaptasi dengan Medan Politik? Ini Catatan Tebal CSIIS…

by Ruang Politik
in RuangPemilu
426 22
0
Direktur Eksekutif CSIIS Sholeh Basyari/Ist

Direktur Eksekutif CSIIS Sholeh Basyari/Ist

480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menurut M Sholeh, panah politik memang berbeda jauh dengan medan tempur militer. Ini harus menjadi catatan serius. Bahwa, proyeksi ke depan, menjadi penting bagi semua kandidat capres-cawapres, tidak saja niscaya membekali diri dengan sejumlah data, retorika, narasi plus kecepatan serta ketepatan analisis, tetapi juga dengan kecerdasan emosional sebagai wujud dari adaptasi terhadap watak perdebatan.

RUANGPOLITIK.COM – Direktur Eksuktif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Dr M Sholeh Basyari, menyebutnya debat ketiga itu didominasi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Banyak yang menilai Prabowo Subianto gagal total meraih nilai plus dalam Debat Capres seri Ketiga, Minggu (7/1/24) kemarin.

RelatedPosts

Open Turnamen Bulutangkis Parmato Alam PB Merpati CUP 2024 Sukses Digelar

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Mencari Sosok Ideal Untuk Payakumbuh” YB. Dt. Parmato Alam Tampil Gemilang

“Tampak Prabowo gagal beradaptasi dengan medan politik. Debat ketiga kemarin, menggambarkan dominasi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan,” demikian disampaikan Dr M Sholeh Basyari kepada RuPol, Selasa (9/1/2024).

Menurut M Sholeh, panah politik memang berbeda jauh dengan medan tempur militer. Ini harus menjadi catatan serius. Bahwa, proyeksi ke depan, menjadi penting bagi semua kandidat capres-cawapres, tidak saja niscaya membekali diri dengan sejumlah data, retorika, narasi plus kecepatan serta ketepatan analisis, tetapi juga dengan kecerdasan emosional sebagai wujud dari adaptasi terhadap watak perdebatan.

“Sejumlah hal ini idealnya menjadi evaluasi bagi semua, agar debat capres berkualitas. Pertama, capres-cawapres yang mengikuti debat, ada baiknya membaca kembali perdebatan sejenis, baik di era demokrasi kontemporer maupun pada jaman klasik, demokrasi Yunani,” tukasnya.

Pada dua kutub demokrasi tersebut, lanjutnya, perdebatan terjadi secara tajam, memicu tension dan tentu saja memunculkan turbulensi bagi penyimak dan penikmatnya. Tetapi justru karena sejumlah hal itulah, debat capres menjadi penting dan “menyehatkan”.

Kedua, tegasnya, sejumlah hal itu, “melatih” capres-cawapres yang ada, untuk membiasakan diri mengelola kepentingan bangsa secara umum dalam bingkai ketegangan tinggi. “Dengan habitualisasi model ini, esensi demokrasi yang bertumpu pada kehendak dan mandat rakyat, bisa dihindari dirampas oleh otoritarianisme yang berbaju demokrasi,” urainya.

Ketiga, lanjut M Sholeh, kegagalan Prabowo bukan semata akibat faktor personality-nya yang tegas dan temperamental. Kegagalan Prabowo juga bukan sebab dia gagal mengelola kesabaran dalam semua penugasan. Kegagalan Prabowo juga bukan sebab dia berlatar belakang militer.

“Tetapi publik menjadi paham, kegagalan Prabowo beradaptasi dengan medan tempur politik dalam wujud debat capres adalah tampaknya dia tidak terbiasa berdiskusi dan sharing ide seperti jenderal SBY,” Tandas M. Soleh.(BJP)

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: CSIISGus Soleh
Previous Post

Dugaan Boncengi Program Pemkab Limapuluh Kota, Dua Caleg DPRD Golkar Diperiksa Bawaslu

Next Post

Soal Debat Capres, Mardani: Presiden Tidak Ikut Campur

Ruang Politik

Next Post
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera/Ist

Soal Debat Capres, Mardani: Presiden Tidak Ikut Campur

Recommended

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

11 jam ago
Pemko Payakumbuh Perkuat Pembangunan Karakter Usia Dini

Pemko Payakumbuh Perkuat Pembangunan Karakter Usia Dini

22 jam ago

Trending

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

3 hari ago
Kasus Bullying Berulang di ICBS, DPR: Dinas Pendidikan Perlu Lakukan Pengawasan

Kasus Bullying Berulang di ICBS, DPR: Dinas Pendidikan Perlu Lakukan Pengawasan

3 tahun ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive