• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
15 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Ibu Hamil Kritis Hingga Tewas, Komisi IX: RS Tidak Punya Rasa Kemanusiaan

by Rupol
in Nasional
431 17
0
480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Suami korban yang bernama Juju Junaedi usia 46 tahun mengatakan kejadian ini bermula saat istrinya alami kontraksi saat masih berada di rumah. Namun, karena kondisi Kurnaesih terus-menerus mengalami penurunan, pihak keluarga pun membawa korban ke Puskesmas Tanjungsiang untuk penanganan awal.

“Sudah drop waktu masih di rumah tuh saya bawa langsung ke puskesmas terus sama masih gitu tidak ada perubahan terus akhirnya dibawa langsung ke RSUD Subang,” ujar Juju kepada wartawan hari ini.

RelatedPosts

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Hal ini dikritik anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay. Ia menyoroti kasus meninggalnya Kurnaesih (39), ibu hamil asal Kabupaten Subang, Jabar, setelah ditolak RSUD Ciereng, Subang. Saleh menyinggung rasa kemanusiaan para pegawai RSUD tersebut.

“Ibu ini kan langsung dibawa ke IGD. Itu artinya kondisinya mengkhawatirkan. Kalau ditolak, lalu ke mana mereka harus pergi? Apa tidak ada nilai-nilai kemanusiaan di antara petugas RSUD Ciereng yang menolak memberikan tindakan?” Kata Saleh saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/3/2023).

Saleh menilai semestinya ada pengecualian untuk pasien kritis tanpa harus menjalani prosedur dokumen rujukan. Terlebih rumah sakit milik pemerintah yang menggunakan anggaran negara.

“Semestinya, dalam beberapa kasus tertentu, harus ada pengecualian. Tidak boleh langsung ditolak begitu saja. Apalagi RSUD itu adalah milik pemerintah yang menggunakan anggaran negara,” kata Saleh.

“Mestinya bantu dulu pasiennya. Setelah nanti agak tenang, suami atau keluarganya bisa diminta untuk mengurus surat rujukannya. Keselamatan pasien harus diutamakan. Keadaan ini kan tidak berlaku selamanya, hanya dalam situasi darurat seperti ini saja,” sambungnya.

Ketua DPP PAN ini meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi. Ia lantas mengkritik anggaran APBN untuk kesehatan yang besar, tetapi penanganan masih kacau.

“Saya mendorong agar Kemenkes melakukan investigasi khusus terkait masalah ini. Harus ditemukan di mana titik persoalannya, tidak boleh lagi terulang kejadian seperti ini. Anggaran negara dari APBN sangat besar untuk menangani orang sakit. Tentu sangat tidak berbanding lurus dengan penanganan yang kacau seperti ini,” ujarnya.

Saleh meminta Menteri Kesehatan bertindak tegas. Dia mengatakan Komisi IX DPR membuka kemungkinan rapat dengan Kemenkes jika tidak segera ditindaklanjuti.

“Untuk sementara ini, kami di Komisi IX sudah mendorong penyelesaian segera melalui group bersama dengan Kemenkes. Artinya, pihak Kemenkes sudah tahu arah dan keinginan komisi IX. Kalau dianggap masih kurang, ya, tentu bisa dibuat rapat,” ujarnya.

Editor: Ivo Yasmiati

(RuPol)

 

Previous Post

19 Nyawa Melayang Kebakaran Depo Pertamina, Efriza: DPR Harus Panggil Direksi Pertamina

Next Post

Rommy Sebut KIB Berpotensi Pecah, Pengamat: Sinyal PPP Mau Hengkang!

Rupol

Next Post
Rommy Sebut KIB Berpotensi Pecah, Pengamat: Sinyal PPP Mau Hengkang!

Rommy Sebut KIB Berpotensi Pecah, Pengamat: Sinyal PPP Mau Hengkang!

Recommended

17 Atlet PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Siap Guncang Porwanas 2027, Demi Emas Sumbar

17 Atlet PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Siap Guncang Porwanas 2027, Demi Emas Sumbar

7 jam ago
PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

19 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

6 hari ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive