• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Duet Prabowo-Muhamin, Pengamat: Kecil Peluang Terwujud

by Rupol
in Nasional
431 28
0
491
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dianggap masih harus bekerja keras, jika ingin Ketua Umum Muhaimin Iskandar digandeng oleh Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2024. Elektabilitas Muhaimin yang masih sangat rendah, menjadi alasan utama, selain alasan hubungan dengan PBNU dan kelompok Gusdurian yang belum juga membaik.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat politik dari Citra Institute Efriza, melalui keterangan tertulis kepada RuPol, Senin (17/10/2022).

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Efriza menilai jika dalam peta politik Gerindra kecil peluang Cak Imin untuk bisa diusung oleh partai Gerindra-PKB.

“Sosok Muhaimin dinilai Prabowo atau Gerindra masih belum tepat. Sebab, elektabilitasnya rendah, komunikasi politik acap blunder, lalu dukungan NU juga tidak signifikan terhadap dirinya,” ujar Efriza.

Efriza menjelaskan, Gerindra memang harus melirik cawapres Prabowo dari kalangan NU, untuk mendapatkan suara yang maksimal dan lebih merata. Tapi kriteria calon yang diinginkan itu, belum terpenuhi oleh Muhaimin Iskandar.

Hal itu jugalah yang menyebabkan Gerindra sampai saat ini belum antusias untuk cepat-cepat mendeklarasikan koalisi keduanya.

“Kita bisa lihat di media-media, Gerindra tidak pernah menyebut soal cawapres. Berbeda dengan elit-elit PKB yang selalu mengapungkan nama Muhaimin sebagai cawapres. Ironis juga ya,” sambung Dosen Ilmu Politik di berbagai perguruan tinggi itu.

Karena ini berkemungkinan pilpres “terakhir” bagi Prabowo, tentunya Prabowo dan Gerindra ingin betul-betul berupaya untuk menang. Artinya, dalam proses ini Gerindra akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menentukan cawapres Prabowo.

Namun, Efriza tak menampik jika peluang Cak Imin masih ada, walau kecil untuk bisa menjadi Cawapres. Cak Imin dianggap menjadi cawapres alternatif, jika Gerindra tidak bisa menambah partai koalisi yang lain.

“Pasangan Prabowo-Muhaimin peluangnya terwujud di opsi terakhir, bisa di menit akhir. Karena terjebak situasi dan waktu. Misal, tidak memungkinkan menarik KIB, maupun berharap Nasdem-PKS-PD tidak terwujud koalisinya, ataupun juga dapat bersama dengan PDIP,” paparnya.

Jadi karena kebutuhan memenuhi presidential threshold di satu sisi, juga misalnya sulit tercapai kesepakatan untuk mengusung calon alternatif sebagai wapres, maupun karena ketiadaan cawapres alternatif, akhirnya pasangan Prabowo-Muhaimin terwujud,” ungkapnya.

Efriza menilai hingga saat ini kedua partai disinyalir sedang berusaha saling bernegosiasi, berusaha mencapai kesepakatan, agar memperoleh beberapa simulasi pasangan calon yang potensial menang dari paket koalisi Gerindra-PKB. (Ivo)

Previous Post

Jaksa: Ferdy Sambo Berperilaku Tidak Terpuji, Tumpahkan Kesalahan Semua pada Brigadir J

Next Post

Besok Polisi Periksa Ketua PSSI Iwan Bule Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

Rupol

Next Post
Ketum PSSI Iwan Bule/Ist

Besok Polisi Periksa Ketua PSSI Iwan Bule Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

Recommended

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

18 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

18 jam ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

1 hari ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

1 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive