• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
12 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Nasdem Usung Anies, Analisis Pengamat Jamiluddin Ritonga Terkait Cawapres hingga KPK

by Rupol
in Nasional
437 14
0
482
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Anies Baswedan resmi diusung Partai Nasdem. Menurut Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, Anies Baswedan selain diusung Nasdem, juga berpeluang besar akan diusung Partai Demokrat dan PKS.

Partai Demokrat tampaknya tinggal menunggu keputusan Majelis Partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara PKS masih menanti keputusan Majelis Syuro yang diketuai Habib Salim Segaf Aljufrie. Jadi, hanya tinggal menunggu waktu saja kedua partai itu akan mendeklarasikan Anies sebagai capres.

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

“Masih ada PPP yang potensial juga mengusung Anies. Partai ini meskipun sudah bergabung dengan dengan KIB, tapi kader akar rumputnya cenderung ke Anies. Karena itu, bila pimpinan PPP aspiratif, ada kemungkinan PPP pindah haluan mendukung Anies,” ujarnya, Selasa (4/10/2022).

Anies berpeluang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau Khofifah Indar Parawansa atau Andika Perkasa. Dari tiga kandidat ini, peluang AHY jauh lebih besar untuk mendampingi Anies.

Hal itu dapat dilihat dari hasil survei yang menunjukkan elektabilitas AHY jauh lebih tinggi daripada Khofifah dan Andika. Itu artinya, AHY jauh lebih besar untuk membantu pundi-pundi suara untuk memenangkan Anies dalam Pilpres 2024.

Hasil simulasi pasangan capres juga memperlihatkan, pasangan Anies – AHY sangat kompetitif bila dibandingkan dengan pasangan Airlangga Hartarto – Ganjar Pranowo dan Prabowo Subiakto – Puan Maharani. Ini artinya, pasangan Anies-AHY berpeluang menang dalam Pilpres 2024 relatif besar.

Pasangan yang bertarung pada Pilpres 2024 minimal 3 pasangan namun masih terbuka ada 4 pasangan bila PDIP mengusung sendiri capresnya. Tiga pasangan itu kemungkinannya, Anies-AHY yang akan diusung Nasdem-Demokrat-PKS. Prabowo – Puan diusung PDIP – Gerindra – PKB. Airlangga – Ganjar diusung Golkar – PAN – PPP.

Namun bila empat pasang, kemungkinan yang berubah, PDIP akan mengusung Puan – Erich Thohir dan Prabowo – Muhaimin Iskansar diusung Gerindra – PKB.

“Tentu kemungkinan pasangan capres itu berpeluang berubah memgingat masih cairnya koalisi yang dibangun. Karena itu, peluang terjadi kejutan pasangan capres masih sangat terbuka,” jelas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut.

Lanjutnya, hal itu tentu deklarasi Anies yang dinilai dipercepat merupakan bagian strategi politik Nasdem. Sebab, awalnya Nasdem akan mendeklarasikan Anies sebagai capres pada 10 November 2022, namun kemudian dipercepat menjadi 3 Oktober 2022.

Salah satu yang ingin diperoleh Nasdem tentunya meningkatkan elektoral partainya. Peluang itu tampaknya sangat terbuka, setidaknya sebagian pendukung Anies akan berlabuh ke Nasdem pada Pileg 2024.

Kemudian peningkatan elektoral itu tidak akan terjadi pada Nasdem saja. Partai lain yang mengusung Anies berpeluang juga meningkat elektoralnya.

Hal itu akan terjadi bila Anies berhasil maju sebagai capres. Namun bila Anies kemudian dijadikan KPK sebagai tersangka, peluang elektabilitas Nasdem juga berpeluang turun.

Namun demikian, peluang perlawanan terhadap KPK akan sangat tinggi. Hal itu akan datang tidak hanya dari Nasdem, tapi juga dari relawan Anies di seantero negeri.

Bahkan tidak menutup kemungkinan perlawanan terhadap KPK juga datang dari kalangan pro demokrasi. Sebab, bagi sebagian orang hal itu dipersepsi bukan karena pertimbangan hukum.tapi lebih mengarah politis.

“Apalagi kalau Ketua KPK tidak mengklarifikasi pemberitaan yang dilansir Koran Tempo baru-baru ini. Masyarakat akan menduga KPK sudah tidak independen dalam msnetapkan seorang sebagai tersangka. Karena itu, perlawanan dari berbagai lapisan masyarakat akan sangat kuat,” ungkap Jamiluddin Ritonga.

Editor: Syafri Ario
(Rupol)

Tags: Analisis Pengamat Jamiluddin Ritonga Terkait Cawapres hingga KPKNasdem Usung Anies
Previous Post

Usung Anies, Direktur IPO: Nasdem Jeli Melihat Peluang

Next Post

Peta Politik Pasca Anies Diusung Nasdem, Ini Kata Pengamat Efriza

Rupol

Next Post
Peta Politik Pasca Anies Diusung Nasdem, Ini Kata Pengamat Efriza

Peta Politik Pasca Anies Diusung Nasdem, Ini Kata Pengamat Efriza

Recommended

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2026, Polres Payakumbuh Nyatakan Siap Amankan Perayaan Idul Fitri 1447 H

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2026, Polres Payakumbuh Nyatakan Siap Amankan Perayaan Idul Fitri 1447 H

59 menit ago
Tim II TSR Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp20 Juta dan Paket Ramadhan di Masjid Syuhada Situjuah Gadang

Tim II TSR Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp20 Juta dan Paket Ramadhan di Masjid Syuhada Situjuah Gadang

2 jam ago

Trending

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

9 jam ago
Silaturrahmi  DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Payakumbuh Dihadiri Tokoh Masyarakat H.Wan Martabak

Silaturrahmi DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Payakumbuh Dihadiri Tokoh Masyarakat H.Wan Martabak

6 hari ago

Popular

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

4 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

9 jam ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive