• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
11 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Sensor Gempa BMKG Hilang, Sofwan Dedy: Jangan Tunggu Bencana Besar Baru Berbenah

by Redaksi 01
in Nasional
415 18
0
463
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti hilangnya sejumlah sensor gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di berbagai wilayah. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena berkaitan langsung dengan sistem mitigasi bencana dan keselamatan masyarakat.

Sofwan menegaskan, sensor gempa tidak dapat dipandang semata-mata sebagai aset negara. Keberadaan dan fungsi alat tersebut menjadi bagian penting dari jaringan pengamatan yang digunakan untuk membaca ancaman bencana serta mendukung sistem peringatan dini.

RelatedPosts

Sambut Baik Digitalisasi Bansos, Selly Gantina Tekankan Pendampingan dan Permudah Pengaduan

Legislator PDIP Minta Pemerintah Prioritaskan Integrasi Data Bencana Ketimbang Gabungkan BMKG dan Geologi

ASR Tertibkan 800 Aset Pemprov Sultra, Visioner Indonesia: Langkah Berani Selamatkan Kekayaan Daerah

“Sensor gempa bukan sekadar aset negara, tetapi bagian dari sistem keselamatan masyarakat. Kalau alat yang seharusnya menjadi mata dan telinga negara dalam membaca ancaman bencana bisa hilang, rusak, atau tidak berfungsi optimal, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nilai aset, tetapi juga kualitas data, kecepatan peringatan dini, dan pada akhirnya keselamatan masyarakat,” kata Sofwan.

Karena itu, Sofwan menilai persoalan hilangnya sensor tidak cukup diselesaikan hanya melalui imbauan kepada masyarakat untuk menjaga peralatan BMKG. Ia meminta BMKG bersama pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan pengamatan bencana yang dimiliki saat ini.

Audit tersebut, menurut Sofwan, perlu mencakup jumlah sensor yang hilang maupun rusak, usia dan kondisi peralatan, sistem pengamanan, hingga pemetaan wilayah yang masih menjadi blank spot deteksi. Evaluasi juga perlu dilakukan terhadap kebutuhan radar meteorologi yang belum terpenuhi serta kondisi sejumlah peralatan yang telah berusia tua.

“Negara harus memastikan infrastruktur yang berhubungan langsung dengan mitigasi bencana mendapatkan perlindungan, pemeliharaan, dan dukungan anggaran yang memadai. Jangan sampai keterbatasan alat dan anggaran justru menjadi titik lemah dalam upaya melindungi masyarakat,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang hidup berdampingan dengan risiko gempa bumi dan berbagai bencana alam lainnya. Karena itu, kesiapan infrastruktur mitigasi seharusnya dibangun sebelum bencana terjadi, bukan baru menjadi perhatian setelah muncul korban.

“Jangan menunggu gempa besar atau jatuhnya korban baru kita sibuk menghitung berapa sensor yang hilang, berapa alat yang sudah tua, dan wilayah mana yang belum terjangkau. Mitigasi bencana harus bekerja sebelum bencana datang,” tegas Sofwan.

Sofwan pun mendorong pemerintah untuk menempatkan jaringan pengamatan BMKG sebagai bagian dari infrastruktur keselamatan nasional. Dengan posisi tersebut, pengamanan, pemeliharaan, modernisasi peralatan, serta pemenuhan kebutuhan jaringan pengamatan harus menjadi prioritas dalam kebijakan mitigasi bencana.

“Satu titik yang tidak bekerja dapat menjadi kelemahan bagi keseluruhan sistem peringatan dini kita. Karena itu, memastikan seluruh jaringan pengamatan berfungsi optimal bukan sekadar urusan teknis BMKG, tetapi tanggung jawab negara dalam melindungi keselamatan rakyat,” pungkasnya.

Tags: Anggota DPR RIfraksi PDI perjuanganSensor bmkg
Previous Post

Penertiban 800 Aset Pemprov Sultra Jadi Atensi KPK, ASR: Kenapa Harus Terusik

Redaksi 01

Recommended

Sensor Gempa BMKG Hilang, Sofwan Dedy: Jangan Tunggu Bencana Besar Baru Berbenah

Sensor Gempa BMKG Hilang, Sofwan Dedy: Jangan Tunggu Bencana Besar Baru Berbenah

16 menit ago
Penertiban 800 Aset Pemprov Sultra Jadi Atensi KPK, ASR: Kenapa Harus Terusik

Penertiban 800 Aset Pemprov Sultra Jadi Atensi KPK, ASR: Kenapa Harus Terusik

12 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Forum Nagari dan HMC Sepakat Bangun Umat, 21 Wali Nagari Diajak Umroh Gratis

Forum Nagari dan HMC Sepakat Bangun Umat, 21 Wali Nagari Diajak Umroh Gratis

3 hari ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
Investor PT Khadijah Syiar Indonesia Tuntut Aninditia Santoso Atas Dana Rp182 Miliar

Investor PT Khadijah Syiar Indonesia Tuntut Aninditia Santoso Atas Dana Rp182 Miliar

1 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive