• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
19 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

DWI FUNGSI TNI ANTARA PRO DAN KONTRA (Bagian Ke Satu)

by Ben
in Daerah
437 9
0
477
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh :DR. Anton Permana

engamat Geopolitik dan Pertahanan, Tanhana Dharma Mangruva Institute.

RelatedPosts

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Kejanggalan di Balik Sidang Kepailitan Surabaya, Panitera Pengganti Kirim “Alamat Palsu”

Heppy Trenggono Sebut Kawasan Terpadu Batang Bisa Jadi Ekosistem Ekonomi

Mungkin sudah saatnya sekarang kita balik bertanya kepada kelompok orang yang begitu alergi dan anti terhadap entitas militer khususnya TNI di Indonesia dalam pemerintahan. Apakah, sikap itu kecemasan natural traumatik ? ketidak tahuan inti permasalahan ? atau hal itu justru bahagian dari propaganda proxy sebuah kekuatan dan kepentingan kelompok yang merasa terancam dan mulai terganggu akan kehadiran TNI sebagai penjaga kedaulatan dan penegak kedaulatan dalam pemerintahan ?

Namanya pendapat dan opini, tentu kita juga bisa memahami kritik maupun kontra terhadap sebuah kebijakan politik dalam setiap pemerintahan, dan itulah indahnya demokrasi. Cuma permasalahan yang mesti kita waspadai dan juga antisipasi bersama adalah hidden agenda sebuah kepentingan kelompok (baik luar dan dalam negeri) yang berinfiltrasi ke dalam sistem demokrasi untuk mengamankan kepentingan kelompoknya. Bisa jadi itu adalah kepentingan state or non state, bisa juga elit community atau coorporation.

Karena di dalam perspektif ilmu geopolitik dan geostrategi, selagi sebuah negara itu mempunyai sumber daya melimpah, maka akan selalu jadi incaran negara-negara maju di dunia untuk dapat menguasai sumber daya tersebut, apapun caranya!
Nah, jika di masa lalu perebutan sumber daya alam itu melalui invansi militer dan kolonialisasi, namun sekarang di era moderen hal ini sudah mulai bergeser. Atau dalam istilahnya dari posisi symetric war (perang fisik) menjadi asymetric war (perang non fisik melalui ekonomi, perdagangan, politik, budaya, dan ideologi), bahkan hybrida war (gabungan keduanya).

Artinya, menempatkan TNI dalam perspektif ancaman perang moderen saat ini sebagai tentara untuk berperang melawan tentara asing (invansi militer) adalah mindset lama alias “old school”. Karena dalam ancaman perang moderen (mega trend) saat ini, justru ancaman perang asymetric itu yang lebih berbahaya dan mempunyai daya rusak lebih tinggi. Salah satunya kita sebut “Proxy War”.

Yaitu, sebuah negara atau elit global tidak perlu lagi mengirimkan tentara dan berperang secara fisik karena beresiko tinggi dan bermodal besar. Tapi, cukup beri dukungan logistik ekonomi, modali politisi, tokoh, partai politik dan elit politik suatu negara, atau bahkan kaderisasi dan bina warga negara lokal untuk jadi agen-agennya, kemudian dimodali dan didukung untuk mendapatkan posisi jabatan strategis dalam pemerintahan. Maka dengan mudah, kelompok ini akan leluasa membuat aturan, undang-undang, regulasi serta kebijakan yang menguntungkan kelompoknya secara legal atas nama hukum dalam pemerintahan. Tanpa harus berperang menggunakan senjata lagi.

Kalau kondisi di atas terjadi, atau malah sudah terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab ? Siapa yang akan berdiri di depan dan akan disalahkan apabila pada suatu saat nanti, negara ini kolaps, bangkrut, sumber daya alam dan wilayahnya dicaplok atas nama hukum dan konsensi sepihak ?? Sudah pasti TNI bersama rakyat yang akan menanggung semua akibat ini.

Sebenarnya, kalau kita baca buku putih pertahanan yang dibuat oleh Kementrian Pertahanan, semua bentuk ancaman baik itu ancaman yang tampak, tidak tampak, yang ada serta yang akan ada, kita bisa menyimpulkan dalam konteks Indonesia bahwa : Kalau untuk menguasai Indonesia melalui invansi militer, negara manapun yang terkuat di dunia saat ini pasti akan berpikir dan berhitung dalam segala aspek. Melihat kondisi geografis, jumlah penduduk, dan faktor sejarah.

Apalagi kalau mereka paham dengan doktrin dan sistem pertahanan negara kita yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 30 (ayat) 1 yaitu : Sistem Pertahanan Negra Indonesia itu adalah Sishankamrata, Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta. Dimana, bersatu padunya seluruh kekuatan dan komponen bangsa dalam mengatasi ancaman baik dari dalam dan luar negeri.

(Bersambung)

Previous Post

Pemko Payakumbuh Gelar Rakor

Next Post

DWI FUNGSI TNI ANTARA PRO DAN KONTRA (Bagian 2)

Ben

Next Post
DWI FUNGSI TNI ANTARA PRO DAN KONTRA  (Bagian 2)

DWI FUNGSI TNI ANTARA PRO DAN KONTRA (Bagian 2)

Recommended

Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Siswi SDS IT IPHI

Wawako Payakumbuh Lepas Pawai Siswi SDS IT IPHI

4 hari ago
Dinas PKP Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Pembangunan Perumahan Melalui SIRENG

Dinas PKP Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Pembangunan Perumahan Melalui SIRENG

4 hari ago

Trending

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

6 hari ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago

Popular

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

6 hari ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

3 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

3 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive