• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
11 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat Sosial: Libur Panjang Iduladha Picu Fenomena Mudik Kecil

by Ruang Politik
in Nasional
434 4
0
Ilustrasi Hari Libur/Repro

Ilustrasi Hari Libur/Repro

469
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dengan penambahan libur Iduladha, yang semula hanya satu hari menjadi tiga hari ini membuat masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membayar momen-momen bersama keluarga yang terhalang pada masa pandemi Covid-19.

RUANGPOLITIK.COM —Pengamat Sosial, Devie Rahmawati mengatakan libur panjang Iduladha dapat memicu fenomena mudik kecil atau masyarakat cenderung akan memilih untuk menghabiskan waktu di kampung halamannya.

“Ya, sangat mungkin terjadi karena tentu saja aksi balas dendam terhadap pandemi ini masih menjadi sebuah tren yang cukup kuat apalagi kemarin Idulfitri sudah berhasil dan kemudian kenapa tidak di Iduladha dilakukan,” ungkap Devie Rahmawati pada Senin, (26/6/2023).

RelatedPosts

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

Dengan penambahan libur Iduladha, yang semula hanya satu hari menjadi tiga hari ini membuat masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membayar momen-momen bersama keluarga yang terhalang pada masa pandemi Covid-19.

Dengan penambahan libur Iduladha, yang semula hanya satu hari menjadi tiga hari ini membuat masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membayar momen-momen bersama keluarga yang terhalang pada masa pandemi Covid-19.

“Karena memang ada kesempatannya, kalau tidak ada kesempatannya tentu saja warga akan sulit untuk bisa memenuhi aksi balas dendam setelah tiga tahun terpenjara akibat pandemi,” jelas Devie.

Menurut Devie, wilayah yang menjadi primadona perputaran tertinggi fenomena mudik kecil ini tetap berada di area Jabodetabek sebagai pulau terpadat di dunia dengan jumlah manusia mencapai 150 juta jiwa.

“Karena memang kota-kota besar menjadi magnet, terjadi urbanisasi sehingga perputaran tertinggi tentu saja tetap diprediksi adalah di pulau Jawa,” sebut Devie.

Devie juga mengatakan libur panjang Idul Adha ini memang banyak memberikan dampak positif khususnya untuk mendorong peningkatan pendapatan jangka pendek bagi industri-industri. Diantaranya seperti sektor transportasi, makanan, hiburan bahkan industri tekstil.

“Mudah-mudahan (meningkatkan industri, red) tekstil karena tentu saja orang ingin tampil yang terbaik di tempat mereka kemudian akan merayakan Idul Adha ini dengan keluarganya,” ujar dia.

“Industri hiburan karena anak-anak tentu biasanya karena liburan ini menjadi momentum mereka untuk bisa merayakan kesenangan di luar penggunaan gawai,” tambahnya.

Sambut Libur Panjang Iduladha, Daop 8 Surabaya Siapkan 25.659 Kursi
Potensi negatifnya justru menurut Devie, bagi para pemudik itu sendiri kalau kemudian mudik ini dilakukan tanpa perhitungan ekonomi yang baik. Artinya mereka memilih berhutang demi memenuhi keinginan silaturahmi apalagi ketika hutangnya didasarkan pada pinjaman-pinjaman online yang ilegal.

“Ini tentu akan menjadi bom waktu bagi keluarga-keluarga tersebut yang ujungnya adalah tidak baik bagi ekonomi keluarga termasuk ekonomi nasional,” tutup Devie.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: IduladhaLibur Nasional
Previous Post

Empat Makna Mimpi Seseorang Meninggal Dunia, Apa Saja?

Next Post

Sikap Jokowi pada Al Zaytun, Moeldoko: Emang Preman kok Jadi Beking?

Ruang Politik

Next Post
Presiden Joko Widodo di Ecosperity Week 2023 di Sands Expo and Convention Center, Singapura, Rabu, 7 Juni 2023. /Instagram/@jokowi

Sikap Jokowi pada Al Zaytun, Moeldoko: Emang Preman kok Jadi Beking?

Recommended

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

2 hari ago
Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

4 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive