RUANGPOLITIK.COM-Batman bukan hanya tokoh fiksi dalam budaya populer saat ini, yang dikenal melalui komik dan film. Ternyata tokoh Batman ini juga ada dalam mitologi Mesoamerika bernama Camazotz.
Camazotz berarti ‘kelelawar maut’ dalam bahasa K’iche’, yang dituturkan bangsa Maya di Guatemala. Dalam mitologi Mesoamerika, Camazotz digambarkan sebagai makhluk kelelawar penghuni gua yang berbahaya.
women’s human hair wigs
nflshop
wig sale
adidas running shoes
nfl jerseys
sex toys for men
cheap nike air max
custom jerseys
adidas ultraboost shoes
buffalo bills Jerseys
custom basketball jersey
custom jersey
custom jerseys basketball
custom baseball jersey
custom jerseys
best wigs
adidas yeezy boost 350
Pengikut yang mengkultuskan makhluk ini dimulai di antara orang Indian Zapotec di Oaxaca, Meksiko dan sosok itu kemudian diadopsi ke dalam jajaran suku Maya Quiche dan legenda dewa kelelawar kemudian dicatat dalam literatur bangsa Maya.
Dalam sejumlah kebudayaan, kelelawar dianggap sebagai makhluk yang mengancam. Mereka aktif di malam hari, yang juga sering dikaitkan dengan kematian.
Dalam kebudayaan bangsa Maya, Camazotz dikaitkan dengan kematian. Camazotz juga merupakan nama makhluk mengerikan yang menghuni sebuah gua yang disebut “rumah kelelawar” dalam Popol Vuh, teks mitologi Maya kuno.
Dikutip dari Ancient Origins, Senin (5/6/2023), Camazotz digambarkan sebagai sosok manusia berkepala kelelawar dan hidungnya tajam seperti pisau.
Dalam Popol Vuh disebutkan Camazotz tinggal di sebuah gua bernama Zotzilaha. Dia menyerang korban di bagian leher dan memenggalnya. Dikisahkan juga bahwa monster ini memenggal pahlawan Maya, Hunahpu. Camazotz juga salah satu dari empat monster hewan yang bertanggung jawab atas pemusnahan manusia selama masa matahari pertama.
Camazotz ini diduga terinspirasi dari spesies kelelawar, Desmodus Draculae. Pada 1988, fosil vampir kelelawar ini ditemukan di Provinsi Mongas, Venezuela. Kelelawar ini lebih besar 25 persen dari kelelawar di zaman modern dan disebut Desmodus Draculae atau lebih dikenal dengan sebutan kelelawar vampir raksasa.
Pada tahun 2000, sebuah gigi Desmodus Draculae ditemukan di Argentina. Sulit menentukan kapan tepatnya hewan ini punah. Semua situs di mana fosil hewan ini ditemukan berasal dari antara Zaman Pleistosen dan Zaman Holosen Akhir.
Pada tahun 1975 di Puerto Rico, seorang petani mengaku diserang berulang kali oleh dua makhluk seperti burung berwarna abu. Makhluk ini juga terlihat pada pertengahan tahun 1970-an di Texas oleh seorang petani. Tiga jejak kaki makhluk ini juga ditemukan.
EDITOR: Adi Kurniawan
(RuPol)