• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
05 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Lebaran Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda, DPR: Jangan Dibawa ke Ranah Politik

by Ruang Politik
in Nasional
427 13
0
Ilustrasi Kemenag akan melakukan sidang isbat Lebaran 2023/Ist

Ilustrasi Kemenag akan melakukan sidang isbat Lebaran 2023/Ist

471
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menurut dia, hasil sidang isbat ini justru seharusnya dapat dijadikan sarana untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Oleh karenanya, dia mendorong semua pihak untuk saling menghormati keputusan dalam penentuan 1 Syawal 1444 H

RUANGPOLITIK.COM —Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi menyikapi perbedaan penetapan Lebaran 2023 antara Pemerintah dan Muhammadiyah. Dia meminta penetapan Hari Raya Idul Fitri 2023 yang diputuskan melalui hasil sidang Isbat tidak dibawah ke ranah politik.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023. Berdasarkan hasil sidang Isbat yang dipimpin Menag Yaqut Cholil Qoumas, posisi hilal di Indonesia sudah di atas ufuk dan tidak memenuhi kriteria MABIMS.

RelatedPosts

Desil Tak Akurat, PDI-P Minta Pemerintah Buka Mekanisme Sanggah Data

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

“Dalam pandangan kami sebagai Pimpinan Komisi VIII DPR RI melihat bahwa sidang Isbat ini adalah bagian dari penghormatan pemerintah kepada umat Islam di Indonesia,” kata Ashabul Kahfi dalam konferensi pers, Kamis, 20 April 2023.

“Oleh karena itu keputusan sidang isbat ini tidak boleh dibawa ke mana-mana, termasuk ke ranah politik,” ucapnya menabahkan.

Menurut dia, hasil sidang isbat ini justru seharusnya dapat dijadikan sarana untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Oleh karenanya, dia mendorong semua pihak untuk saling menghormati keputusan dalam penentuan 1 Syawal 1444 H.

“Bagi yang lebih awal melaksanakan shalat Id dari keputusan pemerintah diharapkan menghormati umat Islam yang masih menyempurnakan puasanya di hari terakhir,” ucap politisi PAN tersebut, dikutip dari laman Kemenag RI.

Dia menerangkan, perbedaaan penetapan Lebaran bukan harl baru dan sudah sering terjadi. Seharusnya hal itu tak perlu diperdebatkan apalagi mengarah kepada debat kusir yang tak perlu.

Menurutnya masing-masing pihak pasti memiliki dalil untuk membenarkan pandangannya. Perbedaan pandangan ini semestinya memiliki kedudukan yang sama-sama besar sesuai mazhab yang dipakai.

“Kami juga sudah mengimbau kepada pemerintah pusat dan daerah untuk memberi ruang dan memfasilitasi umat islam yang akan melaksanakan Shalat Id yang lebih awal dari ketetapan pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2023 pada Sabtu, 22 April
Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil menyampaikan, berdasarkan hasil sidang Isbat yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 20 April 2023, pemerintah menetapkan Lebaran 2023 jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

Dengan demikian, terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 H antara Pemerintah dengan Muhammadiyah. Umumnya, penentuan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia menempuh dua metode, di antaranya metode hisab dan rukyat.

Adapun pemerintah menetapkan Idul Fitri pada Sabtu, 22 April berdasarkan kriteria MABIMS Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Sementara Muhammadiyah menetapkan pada Jumat, 21 April yang didasarkan pada kriteria hisab hakiki wujudul hilal.

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi menyikapi perbedaan penetapan Lebaran 2023 antara Pemerintah dan Muhammadiyah. Dia meminta penetapan Hari Raya Idul Fitri 2023 yang diputuskan melalui hasil sidang Isbat tidak dibawah ke ranah politik.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023. Berdasarkan hasil sidang Isbat yang dipimpin Menag Yaqut Cholil Qoumas, posisi hilal di Indonesia sudah di atas ufuk dan tidak memenuhi kriteria MABIMS.

“Dalam pandangan kami sebagai Pimpinan Komisi VIII DPR RI melihat bahwa sidang Isbat ini adalah bagian dari penghormatan pemerintah kepada umat Islam di Indonesia,” kata Ashabul Kahfi dalam konferensi pers, Kamis, 20 April 2023.

“Oleh karena itu keputusan sidang isbat ini tidak boleh dibawa ke mana-mana, termasuk ke ranah politik,” ucapnya menabahkan.

Menurut dia, hasil sidang isbat ini justru seharusnya dapat dijadikan sarana untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Oleh karenanya, dia mendorong semua pihak untuk saling menghormati keputusan dalam penentuan 1 Syawal 1444 H.

“Bagi yang lebih awal melaksanakan shalat Id dari keputusan pemerintah diharapkan menghormati umat Islam yang masih menyempurnakan puasanya di hari terakhir,” ucap politisi PAN tersebut, dikutip dari laman Kemenag RI.

Dia menerangkan, perbedaaan penetapan Lebaran bukan harl baru dan sudah sering terjadi. Seharusnya hal itu tak perlu diperdebatkan apalagi mengarah kepada debat kusir yang tak perlu.

Menurutnya masing-masing pihak pasti memiliki dalil untuk membenarkan pandangannya. Perbedaan pandangan ini semestinya memiliki kedudukan yang sama-sama besar sesuai mazhab yang dipakai.

“Kami juga sudah mengimbau kepada pemerintah pusat dan daerah untuk memberi ruang dan memfasilitasi umat islam yang akan melaksanakan Shalat Id yang lebih awal dari ketetapan pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2023 pada Sabtu, 22 April
Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil menyampaikan, berdasarkan hasil sidang Isbat yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 20 April 2023, pemerintah menetapkan Lebaran 2023 jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

Dengan demikian, terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 H antara Pemerintah dengan Muhammadiyah. Umumnya, penentuan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia menempuh dua metode, di antaranya metode hisab dan rukyat.

Adapun pemerintah menetapkan Idul Fitri pada Sabtu, 22 April berdasarkan kriteria MABIMS Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Sementara Muhammadiyah menetapkan pada Jumat, 21 April yang didasarkan pada kriteria hisab hakiki wujudul hilal.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: KemenagLebaran 2023MUNU
Previous Post

Anggota TNI dan Polri Bentrok di Kupang, Rumah Kapolda NTT Diserang

Next Post

Apa Sebab Lebaran di Indonesia Bisa Berbeda-Beda? Ini Sejarah Singkatnya…

Ruang Politik

Next Post
Lebaran 2023/Ilustrasi

Apa Sebab Lebaran di Indonesia Bisa Berbeda-Beda? Ini Sejarah Singkatnya...

Recommended

Dukung Talenta Berprestasi, Kemendikdasmen Lanjutkan Pembinaan Hingga Ajang Internasional

Dukung Talenta Berprestasi, Kemendikdasmen Lanjutkan Pembinaan Hingga Ajang Internasional

21 jam ago
Gubernur ASR Siapkan Sembilan Ambulans Laut, Perkuat Layanan Kesehatan Antar Pulau

Gubernur ASR Siapkan Sembilan Ambulans Laut, Perkuat Layanan Kesehatan Antar Pulau

24 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Investor PT Khadijah Syiar Indonesia Tuntut Aninditia Santoso Atas Dana Rp182 Miliar

Investor PT Khadijah Syiar Indonesia Tuntut Aninditia Santoso Atas Dana Rp182 Miliar

3 minggu ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive