• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Mahfud Prediksi Isu Cebong-Kadrun Kembali Panas di Pilpres 2024

by Rupol
in Nasional
442 4
0
477
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM— Menko Polhukam Mahfud Md menyoroti dua isu yang bakal dihadapi usai masa Pemilu 2024 mendatang. Salah satunya soal polarisasi, yakni soal kelompok cebong dan kadrun yang dikhawatirkan masih ada di masyarakat.

Mahfud mengatakan isu ideologi transnasional ini menimbulkan kekerasan politik hingga mengakibatkan perpecahan ideologi hukum. Untuk itu, Mahfud meminta agar isu ini dapat diredam usai Pemilu 2024.

RelatedPosts

Desil Tak Akurat, PDI-P Minta Pemerintah Buka Mekanisme Sanggah Data

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

“Karena masih banyak ini soal ideologi ini tadi dan menimbulkan kekerasan politik dimana-mana, menimbulkan permusuhan, yang dulu tidak sampai mendalam perpecahan ideologi soal hukum soal apa, tapi sekarang sudah masuk seperti itu,” kata Mahfud.

“Saya agak risau itu sesudah pemilu itu bisa ndak, kita melakukan konsolidasi untuk menghadapi dua hal. Meskipun kita sudah berteriak ramai-ramai pengelompokan cebong kadrun, itu kan banyak di masyarakat,” kata Mahfud saat paparan, di Rapim Lemhannas, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).

Mahfud mengatakan isu cebong dan kadrun ini membuahi banyak masalah lainnya, seperti separatisme yang dinilai lebih berani dan masalah ideologi transnasional terkait khilafah.

“Anak problemnya misalnya ya separatisme, yang sekarang lebih berani, atau tetap berani paling tidak. Lalu ideologi transnasional, tarolah kalau sekarang ini khilafah,” ungkap Mahfud.

Mahfud menilai banyak orang yang menyebut ‘khilafah’ tanpa mengetahui istilah dan perkembangan ideologi khilafah itu sendiri. Dia lalu bercerita soal seorang jenderal yang mendorong Indonesia menjadi negara khilafah.

“Saat ditanya ‘Anda ngerti nggak khilafah?’, (dijawab), ‘negara yang adil’. Nah sama, Indonesia kalau tujuannya, membangun keadilan. Khilafah kan tujuannya itu, ya Indonesia juga. Ini kan pelaksanaan, bukan sistem bernegaranya, di Pancasila sudah ada itu,” papar Mahfud.

Mahfud menjelaskan, bentuk pemerintahan tak menentukan pelaksanaannya. Dia memberikan contoh soal negara yang berbasis agama, yakni Saudi Arabia yang disebut juga turut melakukan korupsi secara besar-besaran.

“Terus apakah dengan seperti itu negara harus diganti? Kan sama kan, di masjid itu banyak misalnya ustadz memperkosa muridnya di pesantren, apakah Islamnya dibubarkan? Kan tidak,” tuturnya.

“Ini soal orang, ini soal bagaimana kita ngatur ini, sejauh mana kita melakukan hal-hal yang sudah digariskan sebagai kesepakatan kita,” jelasnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

 

 

Previous Post

Kasus Narkoba Irjen Teddy, Jaksa: TM Beri Perintah Sabu Ditukar Tawas

Next Post

Capres Anies Baswedan ke Solo, Gibran Akui Tidak Ada Komunikasi dan Pertemuan

Rupol

Next Post
Capres Anies Baswedan ke Solo, Gibran Akui Tidak Ada Komunikasi dan Pertemuan

Capres Anies Baswedan ke Solo, Gibran Akui Tidak Ada Komunikasi dan Pertemuan

Recommended

PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

4 hari ago
Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

Desil Tak Akurat, PDI-P Minta Pemerintah Buka Mekanisme Sanggah Data

4 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

5 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive