• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
17 - 05 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Viral Mainan Anak Latto-latto, Pelajari Manfaat dan Resikonya

by Rupol
in Nasional
490 5
0
529
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mainnok-nok bareng teman (tanda silang). Mainnok-nok bareng Presiden dan Gubernur (tanda centang)

RUANGPOLITIK.COM — Dalam kunjungannya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil ke Subang, Jabar, mereka menyempatkan diri untuk bermain mainan yang sedang viral, latto-latto atau nok-nok.

“Mainnok-nok bareng teman (tanda silang). Mainnok-nok bareng Presiden dan Gubernur (tanda centang),” tulis RK dalamakunInstagramnya @ridwankamil, Selasa (27/12/2022).

RelatedPosts

Tak Temukan Pelanggaran, Kemendag Sebut Produk Edi Sesuai Ketentuan

Pengalihan Nomor Tak Kunjung Tuntas Sejak 2022, Konsumen Pertanyakan Profesionalitas Gerai Indosat

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Clickers ball atau latto-latto merupakan permainan pendulum yang terdiri dari dua bola pemberat yang sama. Kedua bola tersebut terikat dalam seutas tali dengan cincin di atasnya.

Mainan ini sudah ada dari tahun 1960-an dan juga populer pada masanya. Mainan ini diketahui bisa bermanfaat untuk melatih konsentrasi dan fokus.

Hal ini dikarenakan diperlukan konsentrasi dan fokus yang tinggi untuk melihat bola tetap bergerak dalam waktu yang lama. Melatih konsentrasi dan fokus sangat disarankan dilakukan sejak masih anak-anak.

Selain melatih konsentrasi dan fokus, latto-latto juga bisa meredakan stres. Terlebih jika bermain bersama buah hati di rumah.

Meskipun mengandung manfaat, ternyata latto-latto juga bisa membahayakan. Apalagi, ketika anak-anak memainkannya tanpa pengawasan orang tua.

Terkadang, anak-anak memainkan permainan ini terlalu dekat dengan wajah. Alhasil, ketika bola tersebut pecah, pecahan materialnya bisa masuk dan mengenai mata, sehingga meningkatkan risiko kebutaan.

Pada awalnya, mainan ini terbuat dari bahan kaca dari 1960-1970. Setelah menyebabkan empat anak Amerika Serikat (AS) cedera di bagian mata, akhirnya mainan ini terbuat dari plastik.

Akan tetapi, permasalahan tersebut tidak terselesaikan karena bahan plastik juga bisa pecah. Namun, risiko yang ditimbulkan latto-latto berbahan dasar plastik tidak separah latto-latto yang berbahan dasar kaca.

Permainan ini sempat dilarang di sejumlah negara. Buntut empat anak AS yang cedera akibat permainan ini, akhirnya pada 1966 Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) melarang permainan tersebut beredar. Keputusan FDA didukung sejumlah komunitas dan organisasi untuk mencegah kebutaan (Society for the Prevention of Blindness) akibat latto-latto.

Di Mesir, permainan ini juga dilarang namun bukan karena alasan kesehatan. Dikutip dari Groovy History, pemerintah Mesir melarang permainan ini pada 2017 karena dianggap melecehkan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.

Saat itu, latto-latto disebut dengan “Sisi’s balls” yang merujuk pada bagian intim sang presiden sehingga permainan ini dianggap melecehkan pemerintah. (Syf)

Editor: Syafri Ario
(Rupol)

Tags: Pelajari Manfaat dan ResikonyaViral Mainan Anak Latto-latto
Previous Post

Wow! Ada Transaksi Mencurigakan Sebesar Rp183 T Selama 2022

Next Post

Waspada, Jakarta Dilanda Hujan dan Angin Kencang di Wilayah Ini

Rupol

Next Post
Waspada, Jakarta Dilanda Hujan dan Angin Kencang di Wilayah Ini

Waspada, Jakarta Dilanda Hujan dan Angin Kencang di Wilayah Ini

Recommended

Walikota Zulmaeta Tinjau Dampak Banjir di Payakumbuh

Walikota Zulmaeta Tinjau Dampak Banjir di Payakumbuh

3 hari ago
Dinas Kominfo Payakumbuh Dukung Pembinaan dan Penguatan Kapasitas ASN

Dinas Kominfo Payakumbuh Dukung Pembinaan dan Penguatan Kapasitas ASN

3 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Walikota Payakumbuh Gelar Pemeriksaan Kendaraan Dinas

Walikota Payakumbuh Gelar Pemeriksaan Kendaraan Dinas

5 hari ago

Popular

Desri : Jangan Tanggung tanggung Safni Harus Ambil Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten 50 Kota

Desri : Jangan Tanggung tanggung Safni Harus Ambil Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten 50 Kota

3 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

3 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive