• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
24 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Ekonom: Kemenkeu Harus Melihat Substansi Tuntutan Bupati Meranti, Bukan Mengaburkan Masalah

by Rupol
in Nasional
448 14
0
494
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Polemik yang terjadi antara Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dengan Kementrian keuangan terkait tudingan saling serang melalui narasi yang provokatif dianggap melunturkan substansi persoalan. Termasuk respon dari staff Kemenkeu yang menuntut permintaan maaf secara terbuka oleh Bupati Meranti tersebut di depan publik.

Menurut ekonom dari Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menilai respons Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terhadap kritik Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil menunjukkan minimnya empati pemerintah pusat kepada rakyat.

RelatedPosts

PBNU Tengah Godok Fatwa bisa Dibatalkan, Prosesnya Mirip Peninjauan Kembali

Yasonna Laolly minta Negara Tindak Tegas Judol dan Teror Pinjol

Tambah Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Fraksi PDIP Sebut Sesuai Amanat Konstitusi

Melihat respons Stafsus Kemenkeu, Achmad berpendapat kementerian bendahara negara itu terkesan lari dan masalah lantaran tidak berupaya menyelesaikan akar masalah.

“Sebagai penyelenggara negara harus mencari jalan keluar untuk menjawab keresahan dari Bupati Meranti ini, karena pernyataan yang disampaikan oleh Bupati Meranti mewakili keresahan rakyat di daerahnya,” kritik Achmad dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/12/2022).

Terlebih, lanjut Achmad, Adil menyatakan DBH yang diterima hanya Rp115 miliar. Angka tersebut naik hanya sekitar Rp700 juta.

“Tentunya sangat wajar jika Bupati Meranti geram. Dan justru ini patut diapresiasi sebagai bentuk perjuangan Bupati Meranti untuk mensejahterakan rakyatnya,” imbuh Achmad.

Setelah mendengar pernyataan Adil yang menyebut Kemenkeu diisi oleh setan dan iblis lantaran ketidakadilan pembagian dana bagi hasil (DBH) minyak ke wilayahnya, Kemenkeu, melalui Staf Khusus Kemenkeu Yustinus Prastowo, menjabarkan dana yang disalurkan Kemenkeu ke Meranti.

Detailnya, Kemenkeu mengklaim telah mentransfer dana desa Rp872 miliar atau 75% APBD Meranti atau empat kali lipat PAD Meranti sebesar Rp222 miliar pada 2022.

Selain itu, Prastowo juga menuntut Bupati Meranti untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka agar tidak terjadi penyesatan publik secara lebih luas.

Dia merekomendasikan agar Kemenkeu tak terpancing dan harus menanggapi dengan empati dan kepala dingin ketika berurusan dengan persoalan yang diangkat oleh Bupati Meranti.

“Harus ada percakapan lebih jauh terkait solusi atas persoalan tersebut sehingga Meranti bisa berkembang lebih baik dan layak sebagai daerah penghasil minyak,” jelasnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)





Previous Post

Viral Karena Aksi Memaki Kemenkeu, Ternyata Bupati Meranti ‘Kutu Loncat’

Next Post

Bharada E: Seandainya Ada CCTV, Pasti Putri Candrawathi Tak Berani Bohong

Rupol

Next Post
Terpidana Bharada E/Ist

Bharada E: Seandainya Ada CCTV, Pasti Putri Candrawathi Tak Berani Bohong

Recommended

Pemko Payakumbuh Lepas Atlet Shorinji Kempo Ke Laga Jurnaswil Sawahlunto

Pemko Payakumbuh Lepas Atlet Shorinji Kempo Ke Laga Jurnaswil Sawahlunto

3 jam ago
Pemko Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Pemko Payakumbuh Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

3 jam ago

Trending

Mantan Koruptor Nur Alam Gabung PSI

Mantan Koruptor Nur Alam Gabung PSI

5 hari ago
Presiden Jokowi & Prabowo Subianto/Repro Ist

Hubungan Jokowi-Prabowo Diisukan Retak

2 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

4 minggu ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive