• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
14 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Ujang Komarudin: Para Capres Belum Mampu Beri Solusi Persoalan Bangsa

by Rupol
in Nasional
446 9
0
487
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Narasi pemimpin yang memikirkan rakyat dengan analogi ‘berambut putih’ yang digagas oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Relawan Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (26/11) lalu dinilai sebagai bentuk marketing politik untuk menaikkan popularitas seseorang.

Menurut Ujang Komarudin, pengamat politik dan Dosen Ilmu Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, saat dihubungi RuPol, Selasa (29/11) mengatakan bentuk marketing politik dalam analogi fisik emang kerap dilakukan segelintir elit. Namun ini tak mewakili sosok pemimpin yang sebenarnya.

RelatedPosts

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

“Karena porsinya lebih kepada penyerapan pemberitaan yang semakin besar, terutama ketika sinyal itu ditangkap Ganjar dengan merubah warna rambut jadi hitam. Sehingga porsi beritanya semakin besar,” jelas Ujang.

Namun, ia mengkritik jika narasi yang dijual oleh capres atau cawapres belum mampu menyentuh substansi persoalan bangsa yang sangat kompleks.

“Penggunaan fisik tubuh dengan idiom ganteng atau fisik rupiah yang identik dengan money politik sangat kental dengan pemilu kita. Sehingga menjual ide atau gagasan menjadi tidak laku. Padahal ini sangat berbahaya ketika politik menjadi sangat pragmatis,” jelas Ujang.

Karena itu, ia melihat di sini kegagalan partai politik dalam melakukan komunikasi politik kepada rakyat tidak mengarah kepada menemukan solusi dari banyaknya persoalan Bangsa yang sangat kompleks.

“Parpol atau pasangan capres  yang berkompetisi tidak pernah memberikan solusi terhadap persoalan Bangsa. Misalnya masalah hutang piutang negara, kemiskinan, PHK, narkoba, gejolak sosial. Elit hanya mengutamakan kepentingan golongan bukan rakyat. Ini yang berbahaya,” jelas Ujang.

Padahal dasar seorang pemimpin yang ideal adalah mengutamakan segala kepentingan rakyat diatas kepentingan golongan. Dan Ujang melihat sejauh ini yang menyebabkan ‘money politik’ menjadi suatu hal biasa dalam setiap pemilu.

“Politisi menyiapkan uang, rakyat mengambil uang atau amplop. Sehingga soal ide dan gagasan tidak laku. Dan ini fakta yang kita hadapi saat ini. Ini sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ulasnya.

Karena itu, bentuk fisik yang disampaikan oleh Jokowi menurut Ujang Komarudin hanyalah bagian dari gimmick politik demi kepentingan ‘Ganjar’ yang memang sengaja di endorse oleh Jokowi.

“Pemimpin yang sebenarnya harus berjiwa negarawan, kepentingan rakyat lebih utama. Bukan kepentingnan golongan atau partai yang menjadi prioritas,” pungkasnya. (IY)

Editor: Ivo Yasmiati
Previous Post

PKS Ingatkan Jokowi Tak Dengarkan Masukan Provokatif Relawan

Next Post

Survei Charta Politika: Peta Politik Berubah, Elektabilitas Anies Salib Prabowo

Rupol

Next Post
Willy Aditya Ungkap Isi Pertemuan Anies-Surya Paloh di NasDem Tower

Survei Charta Politika: Peta Politik Berubah, Elektabilitas Anies Salib Prabowo

Recommended

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

5 hari ago
Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

6 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

4 minggu ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive