• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Soal Harga BBM, Adian Napitupulu Skakmat Kader Demokrat

by Ruang Politik
in Nasional
472 5
0
Sekjen PENA 98 (Perhimpunan Nasioanal Aktivis 98) Aldian Napitupulu /Ist

Sekjen PENA 98 (Perhimpunan Nasioanal Aktivis 98) Aldian Napitupulu /Ist

510
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM –Politisi PDIP Adian Napitupulu skakmat kader demokrat terkait kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).

Adian meminta anak buah SBY untuk untuk belajar matematika dan sejarah terlebih dahulu, sebelum demo soal harga BBM.

RelatedPosts

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

“Saya menyarankan kader demokrat, untuk belajar Matematika dan belajar Sejarah sehingga jika membandingkan, maka perbandingan itu logis. Tidak antilogika dan ahistoris,” ulas Adian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Anggota DPR RI ini pun mengingatkan bahwa pada era SBY, total kenaikan harga BBM (Premium) sebesar Rp4.690.

Sementara pada era Jokowi, total kenaikan BBM jenis Premium/Pertalite Rp3.500.

Berita Terkait:
Tolak Harga BBM Naik, Pakar Ekonomi: Keputusan Pemerintah Sudah Tepat

Imbas Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Umum di Kabupaten Bogor Naik Rp 1.000-2.000

Puan Maharani Respons Kenaikan BBM Berujung Demonstrasi

PKS Instruksikan Semua Fraksi di Kabupaten/Kota Tolak Kenaikan BBM

“Jadi, SBY menaikan BBM lebih mahal Rp1.190 dari Jokowi,” tegas eks aktivis 98 itu.

Adian juga membeberkan pada era SBY, upah minimum DKI jakarta Rp 2.200.000 pada 2013.

Dengan BBM seharga 6.500 per liter, maka upah satu bulan hanya bisa untuk membeli BBM 338 liter perbulan.

Sedangkan, pada era Jokowi dengan BBM Rp 10.000, namun upah minimum adalah Rp 4.641.000 perbulan.

“Dengan demikian, pada era Jokowi, setiap bulan upah pekerja senilai dengan 464 liter BBM. Jadi ada selisih kemampuan upah membeli BBM antara SBY dan Jokowi sebesar 126 liter,” ungkapnya.

Pada era SBY, lanjut Adian, masih ada mafia terorganisir dan masif, yaitu Petral yang embrionya sudah ada sejak awal orde Baru.

“Di era Jokowi, Petral dibubarkan pada 2015 atau hanya enam bulan setelah Jokowi dilantik jadi Presdien,” ucapnya kepada awak media.

Masih kata Adian, pada era SBY hanya mampu membangun 193 km jalan tol. Sedangkan, di era Jokowi, tol yang dibangun hampir 10 kali lipat dari zaman SBY, yaitu 1.900 km.

“Dari perbandingan angka-angka tersebut, zaman SBY tentu merupakan era kesedihan bagi semua orang. Kecuali mereka yang berkuasa saat itu,” tukas Adian Napitupulu.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: BBMPartai DemokratPDIPRuang Politik
Previous Post

Setelah Diperiksa Selama 11 Jam, Akhirnya Anies Baswedan Keluar dari KPK

Next Post

Mardiono Optimis PPP Lewati Ambang Batas Parlemen

Ruang Politik

Next Post
Mardiono Serahkan Berkas Pergantian Ketum PPP ke Kemenkumham

Mardiono Optimis PPP Lewati Ambang Batas Parlemen

Recommended

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

47 menit ago
Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

5 hari ago

Trending

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

6 hari ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive