• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
15 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Gus Yahya Melejit di Putaran Pertama, Kiai Said Menyusul

by Ruang Politik
in Kilas Update
439 5
0
Said-Aqil-Siradj-dan-Yahya-Cholil-Staquf/ net

Said-Aqil-Siradj-dan-Yahya-Cholil-Staquf/ net

475
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Pemilihan ketum PBNU akhirnya digelar di GSG Universitas Lampung. Hasilnya, dari lima bakal calon, dua yang memenuhi syarat sebagai calon ketua, yakni Yahya Cholil Staquf dan KH Said Aqil Sirodj.

Yahya Cholil Staquf akrab dipanggil Gus Yahya sedangkan KH Said Aqil Sirodj yang dipanggil Kiai Said adalah petahana yang sudah dua periode ketum PBNU. Pemilihan ini untuk periode ketiganya (2021-2026).

RelatedPosts

Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

PKK Padang Data-Tanah Mati Wakili

Pemko Payakumbuh Selangkah Lebih Dekat Menghadirkan ASN Profesional

Tiga calon yang gagal ikut pemilihan KH As’ad Said Ali (17), KH Marzuki Mustamar (2), dan Ramadhan (1). Ada satu suara absen.

Sesuai tata tertib, syarat maju menjadi calon ketum PBNU setidaknya mendapatkan 99 suara dari total suara 552 PWNU dan PCNU.

Gus Yahya dinyatakan unggul dengan memperoleh 327 suara sedangkan Kiai Said memeroleh 203 suara pada pemilihan yang berlangsung di GSG Unila, Jumat pagi (24/12/2021). Total suara 552 dan satu suara batal.

Baca juga:
Pertarungan Struktural dengan Politik, Warnai Pemilihan Ketum PBNU

Akan tetapi, panitia menjelaskan, pada ayat berikutnya disebutkan memberikan calon ketum untuk menyatakan kesediaan. Panitia pun mempersilakan kedua calon untuk menyampaikan kesediaannya.   
Dengan ini saya menyatakan bersedia untuk menjadi calon ketum PBNU,” kata Gus Yahya.

Senada, Kiai Said pun mengutarakan kesiapannya untuk melanjutkan proses pemilihan.
“Dengan berdasarkan menghormati suara muktamirin, saya bersedia maju sebagai calon. Dalam pemilihan ada kalah ada menang, harus terima. Yang penting, proses harus dilanjutkan secara tuntas,” kata dia.

Setelah itu, Ketua Steering Committee Muhammad Nuh menyetorkan kedua nama calon kepada Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar untuk meminta persetujuan. Akan tetapi, proses selanjutnya disambung lobi-lobi. 

Di sepanjang perhitungan suara, nama Gus Yahya dan Kiai Said kerap disebut bergantian, meskipun pada akhirnya pencatatan nama Gus Yahya terus menjauh hingga melebihi area papan yang disediakan dan menggunakan papan tulis cadangan.

Sementara itu, KH Marzuki Mustamar merupakan Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur yang telah mengurungkan deklarasi pencalonan. Sedangkan nama Ramadan Baryo baru terdengar sejak awal kontestasi. 

Editor: Mhd Perismon

(RuPol)

K.H Miftahul Achyar Terpilih Menjadi Rais Aam di Muktamar ke-34 NU
Tags: Muktamar NU
Previous Post

K.H Miftahul Achyar Terpilih Menjadi Rais Aam di Muktamar ke-34 NU

Next Post

Berkah Muktamar, Pedagang UMKM Raup Jutaan Rupiah per Hari

Ruang Politik

Menyampaikan informasi dan fakta, membuka kebenaran, menepis hoax dan kebencian. Membuat politik menjadi indah, santun dan berakhlak demi kemajuan Bangsa dan Negara. Untuk itulah RuangPolitik.com hadir dan ikut berpartisipasi dalam memberi warna Demokrasi Indonesia. Masyarakat Cerdas, Pemimpin Amanah, Indonesia Maju dan Bermartabat..!!!

Next Post
Berkah Muktamar, Pedagang UMKM Raup Jutaan Rupiah per Hari

Berkah Muktamar, Pedagang UMKM Raup Jutaan Rupiah per Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

6 jam ago
Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

6 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

4 minggu ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive