• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
19 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Gegara Pakai Kata Pribumi, Anggota TGUPP Pasang Badan: Anies Korban Fitnah

by Ruang Politik
in Nasional
435 13
0
Anies Baswedan kembali diserang dengan diksi pidato yang menggunakan kata pribumi. Gubernur DKI Jakarta itu dinilai rasis/Ist

Anies Baswedan kembali diserang dengan diksi pidato yang menggunakan kata pribumi. Gubernur DKI Jakarta itu dinilai rasis/Ist

480
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Anies Baswedan kembali diserang dengan diksi pidato yang menggunakan kata pribumi. Gubernur DKI Jakarta itu dinilai rasis.

Diksi ‘Pribumi’ yang sempat dilontarkan Anies Baswedan saat berpidato kemenangan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu kembali diungkit warganet.

RelatedPosts

DPR: Penanganan Kekerasan Seksual Tak Boleh Membuat Korban Menunggu Terlalu Lama

Harga BBM Non-Subsidi Naik, Legislator PDIP Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi

Kariyasa Soroti Target 200 Juta Rekening Bansos, Minta Pemerintah Utamakan Ketepatan Sasaran

Saat itu pasangan Anies-Sandiaga Uno menang melawan petahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang dianggap bukan warga Indonesia asli.

Adalah Rudi Valinka pemilik akun Twitter @kurawa menyebut kata kunci pribumi adalah awal dari tumbuh suburnya rasisme di Indonesia di jaman Orde baru yang dipelihara oleh negara untuk mengontrol etnis tertentu.

Berita Terkait:
Anies Dicibir Jualan Politik Identitas, Netizen: Batasi Toa Masjid, Boleh Ditafsirkan Propaganda Neo PKI

Sering Kritik Anies, PSI Jakarta Sentil Pengurus DPP PSI

Sholat Ied Bersama di JIS, Zulhas Puji Kerja Anies Untuk Jakarta

Shalat Ied Bareng Anies Di JIS, Ketum PAN Zulhas Bicara Pilpres 2024

“Setelah reformasi semua diperbaiki agar Indonesia kembali ke marwahnya di sumpah pemuda. Kembali Rusak saat pilkada DKI 2017 saat PRIBUMI diucapkan lagi,” cuitnya di Twitter, dikutip pada Selasa (3/5/2022).

Dikatakan @kurawa, luka lama kata rasis pribumi diucapkan kembali oleh seorang gubernur untuk menciptakan kembali sentimen etnis agar pendukungnya buta dengan soal kinerja dan attitude.

“Sekarang mereka tengah menciptakan pembenaran baru kalo kata ini sah-sah saja dengan sejuta argumen sampah padahal ada UU nya,” tegasnya.

Sebaliknya, Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Tatak Ujiyati pasangan badan dengan serangan yang ditujukan ke Anies tersebut.

“Apakah kata pribumi itu rasis? Cek definisi pribumi. Kata pribumi yg diucapkan Anies justru sebagai penekanan bahwa selama menjabat Anies akan melindungi rakyat kecil yang terpinggirkan. Terbukti itu yang dia lakukan selama memimpin Jakarta,” kata Tatak Ujiyati di akunnya @tatakujiyati.

Tatak menjelaskan bahwa Pribumi vs Non Pribumi jika dibahas dalam konteks bukan hinaan atau diskriminasi, bisa berguna dalam analisa membangun bangsa.

Contoh Malaysia, data statistik tunjukkan puak melayu tertinggal secara ekonomi dari puak lain.
Akhirnya pemerintah buat kebijakan NEP agar puak melayu lebih berdaya.

Ia menegaskan, Anies adalah korban fitnah. Kata pribumi yang hanya diucapkan sekali oleh Anies itu pun dalam konteks penjajahan kolonial.

“Dibalik oleh buzzerp menjadi usaha mendikotomikan pribumi vs non pribumi. Amat jahat,” cetusnya. (BJP)

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Anies BaswedanCapres 2024Pemilu 2024Pilpres 2024Ruang Politik
Previous Post

Pertemuan Prabowo-Megawati Diduga Bahas Pilpres 2024

Next Post

PDSI Resmi Dideklarasikan, Berikut Perbedaannya dengan IDI

Ruang Politik

Next Post
PDSI Resmi Dideklarasikan/Ist

PDSI Resmi Dideklarasikan, Berikut Perbedaannya dengan IDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bursa Calon Ketua PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota Kota Resmi Dibuka

Bursa Calon Ketua PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota Kota Resmi Dibuka

1 jam ago
DPR: Penanganan Kekerasan Seksual Tak Boleh Membuat Korban Menunggu Terlalu Lama

DPR: Penanganan Kekerasan Seksual Tak Boleh Membuat Korban Menunggu Terlalu Lama

10 jam ago

Trending

Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

5 hari ago
Zakka Arafah Harapan Masyarakat, Caleg DPRD Dapil Payakumbuh Utara dan Latina

Zakka Arafah Harapan Masyarakat, Caleg DPRD Dapil Payakumbuh Utara dan Latina

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

5 hari ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive