Payakumbuh— Detik itu akhirnya tiba. Setelah tiga tahun berlayar, masa bakti pengurus PWI Payakumbuh & Limapuluh Kota periode 2022-2025 resmi berakhir. Sesuai AD/ART, tongkat estafet harus di Lanjutkan.
Dan panitia tidak memberi waktu lama untuk berpikir.
Mulai Minggu, 20 September 2026, bursa pendaftaran Calon Ketua PWI periode 2025-2028 resmi dibuka. Hanya 48 jam. Senin, 21 September 2026 pukul 23.59 WIB, pendaftaran ditutup.
Ketua Pelaksana Konferensi M. Farhan Faridho, menyebut pembukaan pendaftaran ini adalah panggilan organisasi.
“Pendaftaran kita buka Minggu 20 September sampai Senin 21 September pukul 23.59 WIB. Formulir bisa diambil di Sekretariat PWI, Jl. Jend. Sudirman No 1 Payakumbuh,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).
Sementara Sekretaris Panitia, Fegi Andriska menambahkan, semua berkas sudah disiapkan di sekretariat.
“Bagi calon Ketua, pengambilan dan pengembalian berkas paling lambat Senin, 21 September di Sekretariat,” katanya.
Menjadi Ketua PWI, ternyata bukan perkara mengisi formulir saja. Ada delapan gerbang yang harus dilewati, dan gerbang itu sengaja dibuat dengan beberapa syarat.
Calon wajib melampirkan: Formulir pendaftaran, Pas Foto 3×4 (3 lembar), Fotokopi KTP, dan yang paling penting: Fotokopi Kartu Wartawan Madya Artinya, level wartawan muda belum cukup untuk bertarung di sini.
Belum selesai. Ada tiga pernyataan bermaterai Rp10.000 yang harus ditandatangani.
Pertama, tidak menjadi pengurus partai politik. Kedua, pernyataan bersih dari narkoba, tidak sedang bermasalah hukum, dan tidak pernah divonis di atas 5 tahun. Ketiga, pernyataan untuk tidak merangkap jabatan politik – tidak boleh menjadi anggota legislatif, menteri, gubernur, bupati atau wakil bupati.
Dan syarat kedelapan yang paling personal: pernah menjadi pengurus PWI. Tahun berapa, di PWI mana, harus ditulis jelas.
Syarat itu bukan untuk mempersulit. Tapi untuk menjaga. Menjaga agar kursi Ketua PWI tidak diduduki oleh mereka yang punya kepentingan lain selain kepentingan wartawan.
Kini, jam sudah berdetak. Formulir sudah tersedia di meja sekretariat. Tinggal satu pertanyaan yang menggantung di udara Luak Limopuluah:
Dari sekian banyak wartawan, siapa yang berani maju dalam 48 jam ini?
Karena pada 26-27 September 2026 nanti, di arena Konferensi PWI Payakumbuh–Limapuluh Kota bukan hanya Ketua yang akan dipilih. Tapi marwah profesi wartawan itu sendiri yang akan dipertaruhkan. Sejauh mana akan membawa organisasi tersebut kedepan berkembang lebih baik. (Benpi)