Limapuluh Kota–Nagari Balai Panjang; Kecamatan Laren Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota memilki sebuah UMKM yang bergerak di bidang kerajinan membuat berbagai tas Disanalah berbagai pelatihan serta pembuatan tas dari bahan baku hingga menjadi sebuah produksi berbobot. hingga mampu menembus pasar nasional bahkan permintaan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Fhilipina.
Yudorson salah seorang pelatih UMKM yang bergerak dibidang pelatihan membuat berbagai tas. baik tas pinggang. tas salempang tas kulit maupun tupographic pilihan petualang sejati.
Saat awak media mewawancarai Yudorson (SON) terkait Produk UMKM yang memproduksi berbagai macam tas beliau memaparkan dengan mulai dari bahan hingga kendala yang dihadapi dilapangan.
![]()
Foto : Yudorson pelatih UMKM Mangkisi Kerajinan Tas Nagari Balai Panjang. Kecamatan Lareh Sago Halaban. Kabupaten Limapuluh Kota
“Untuk pembuatan berbagai tas yang berada di UMKM Mangkisi Nagari Balai Panjang ini. kita menggunakan bahan baku yang saat ini masih berasal dari luar Sumatera Barat. Seperti bahan bakunya berasal dari Bandung (Jawa Barat) tentu semua itu guna memilki kualitas yang baik.” ujar Son sapaan akrabnya.
Begitupula mengenai desain & pola Yudorson Menyampaikan bahwa produksi tas nantinya disesuaikan dengan kultur alam dan pesanan.
“Berbagai desain dan pola pembuatan tas disesuaikan dengan mode serta kultur alam serta pesanan. Dimana pilihan bahan berbagai ragam seperti kanvas, cordura, orsinil, atau kulit.” terang Son.
Yudorson juga menyampaikan dalam memproduksi pembuatan tas tentu kita mengalami kendala atau keterbatasan di lapangan.
” Memang dalam memproduksi pembuatan tas kita mengalami keterbatasan sarana dan prasarana. Seperti mesin jahit manual dan alat alat kelengkapan lainnya. Namun kita akan berusaha agar produksi tas memilki nilai jual yang tinggi.” imbuh Son.
Terkait dengan para pekerja atau yang dilatih dalam membuat kerajinan tas yang berada di bawah UMKM Mangkisi Nagari Balai Panjang. Saat ini memilki anggota 5 orang dalam pembuatan tas tersebut. Semua pekerja itu berasal dari nagari setempat sebagai pemberdayaan nagari setempat. (***)