Limapuluh Kota— Pengerjaan jembatan yang bermanfaat buat masyarakat di Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota telah menjalani 89 persen pekerjaannya. Sebuah kepedulian yang hadir dari TNI AD dalam mewujudkan kebutuhan masyarakat akan sarana jalur penghubung aktifitas masyarakat yang mendiami Luhak 50 tersebut.
Peran TNI AD Khususnya KODIM 0306/50 KOTA dalam mengaplikasikan kebutuhan masyarakat akan pentingnya sebuah sarana penghubung seperti jembatan gantung yang saat ini dalam progres 89 persen terus dipacu dibawah komando Letkol Inf Ucok Namara, S.I.P..
![]()
foto : Dandim 0306/50 Kota Bersama Bupati Safni dan Wabup Ahlul Badrito Resha Meninjau lokasi Jembatan Gantung di Jorong Tanah Tingkah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota
Dalam pengerjaan jembatan gantung yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jorong Tanah Tingkah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten. Lima Puluh Kota, KODIM 0306/50 Kota, terus berupaya sekuat tenaga dengan mengerahkan personelnya. Tanpa kenal lelah mereka terus bekerja untuk pembangunan jembatan yang bisa di akses oleh 100 KK yang mendiami jorong tersebut.
Seiring waktu pekerjaan pembangunan jembatan gantung mengalami musibah. Mujur tak dapat diraih, Malang tak dapat ditolak. Menurut keterangan Dandim 0306/50 Kota bahwa pengerjaan jembatan gantung tersebut dikerjakan bersama sama dengan masyarakat setempat.
“Kami tidak kerja sendiri ,kami kerja bersama dengan masyarakat . Kebetulan masyarakat sangat membutuhkan jembatan tersebut untuk aktifitas sehari hari. Makanya dorongan kerja kami untuk cepat agar pengerjaan jembatan selesai. Tentu kami tak main main terkait pembangunan tersebut,” ujar Ucok Namara, saat Silaturrahmi bersama insan Pers Selasa (31/3/2026).
Ucok Namara yang juga merupakan Putera Kota Payakumbuh, mengatakan atas kejadian musibah saat pengerjaan pembuatan jembatan gantung tersebut, takdir yang tak bisa dielakkan.
“Dalam pekerjaan pembangunan jembatan gantung tersebut, kita mengerahkan segala tenaga dan pikiran agar cepat selesai dan bermanfaat buat masyarakat setempat. Namun kehendak Allah lain, musibah yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan takdir yang tak bisa ditolak. Siapa yang menginginkan hal tersebut tentu tidak ada,” ungkap Ucok Namara.
Ucok Namara menambahkan adanya musibah ambruknya jembatan gantung memang ada yang mengalami korban. Bukan hanya masyarakat dari TNI juga ada.
“Musibah jembatan gantung ada yang mengalami korban. Mereka berasal dari masyarakat dan juga anggota saya (KODIM 0306/50 KOTA. Saat ini korban yang mengalami luka luka telah ditangani dengan baik, karena TNI Mendengarkan suara dari masyarakat. Makanya TNI hadir ditengah tengah masyarakat untuk berupaya berbuat sebaik mungkin,” imbuh Ucok Namara.(Benpi)