Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

by Ben
in Kilas Update
410 26
0
467
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Subari
Waketum IV DPP Indonesia Homestay Association (IHSA).

Capaia pariwisata Indonesia sepanjang 2025 tampak mengesankan. Hingga Oktober, jumlah wisatawan mancanegara menembus sekitar 11,6 juta kunjungan, dengan proyeksi 15,3 juta sampai akhir tahun. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara melonjak hingga 997,9 juta perjalanan, naik 18,89 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan total belanja mencapai Rp1.210 triliun.

RelatedPosts

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Angka-angka ini menegaskan pariwisata telah pulih. Namun pemulihan itu masih lebih bersifat kuantitatif daripada struktural. Industri ini tumbuh ramai, tetapi belum sepenuhnya bernilai.

Masalah utamanya bukan kekurangan program, melainkan cara kerja kebijakan yang terfragmentasi. Destinasi diperbanyak, SDM dilatih massal, dan regulasi investasi dilonggarkan, tetapi ketiganya berjalan tanpa satu rantai nilai yang saling mengunci. Hasilnya, lonjakan kunjungan tidak otomatis berbanding lurus dengan lama tinggal dan belanja wisatawan.

Ketergantungan pada pasar tertentu juga masih tinggi. Lebih dari 57,7 persen wisatawan mancanegara hanya berasal dari enam negara, dengan dominasi Malaysia, Australia, dan Singapura. Ini menunjukkan pariwisata Indonesia masih bertumpu pada pasar jarak dekat, belum sepenuhnya kompetitif secara global. Diversifikasi pasar berjalan lambat, sementara risiko eksternal selalu mengintai.

Di tingkat destinasi, program pengembangan telah memperluas peta pariwisata melalui ribuan desa wisata dan gerakan kebersihan. Namun banyak destinasi berhenti pada status “siap dikunjungi”, belum “siap dijual”. Tanpa narasi kuat, akses memadai, dan produk yang terkurasi, destinasi hanya menjadi titik singgah, bukan tempat tinggal lebih lama.

Pengembangan SDM tak kalah problematik. Sepanjang 2025, puluhan ribu SDM pariwisata dilatih mulai dari masyarakat, industri, hingga aparatur. Namun keluhan industri tetap sama: kekurangan tenaga siap pakai. Pelatihan masih dikejar sebagai output, bukan sebagai jawaban atas kebutuhan riil pasar. Sertifikat bertambah, kualitas layanan berjalan di tempat.

Reformasi regulasi investasi memang patut diapresiasi. Namun di lapangan, investor tetap memilih destinasi yang sudah matang. Ketimpangan antar wilayah pun melebar. Tanpa insentif afirmatif, kebijakan investasi justru memperkuat konsentrasi, bukan pemerataan.

Jika 2025 adalah tahun pemulihan angka, maka 2026 seharusnya menjadi tahun keberanian memilih. Berani memprioritaskan destinasi unggulan, berani mengaitkan pelatihan dengan penempatan kerja, dan berani mengukur keberhasilan pariwisata dengan indikator sederhana: lama tinggal, belanja wisatawan, dan dampak ekonomi lokal.

Tanpa koreksi arah, pariwisata Indonesia akan terus mencatat pertumbuhan. Namun pertumbuhan itu akan berputar di permukaan dengan kata ramai, tetapi dangkal.

.

Previous Post

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

Next Post

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Ben

Next Post
Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

19 jam ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

1 hari ago

Trending

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 hari ago

Popular

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

4 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election