• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
16 - 08 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Parade Onthel Payakumbuh 2025

by Ben
in Kilas Update
433 14
0
478
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Payakumbuh – Akhir pekan di Kota Payakumbuh terasa berbeda. Suara bel sepeda tua menggema di sepanjang jalan Kota Payakumbuh.

Ratusan orang berbusana tempo dulu mengayuh sepeda onthel melintasi Kampung Adat, rumah gadang, Masjid, taman kota, dan wisata unggulan.

RelatedPosts

Walikota Zulmaeta Tegaskan Seluruh Pelaksanaan Proyek Pemko Payakumbuh Berjalan Bersih

Pemerintah Kota Payakumbuh Memproyeksi Belanja Daerah Sebesar Rp879,50 Miliar

Kwarcab 0314 Gerakan Pramuka Kota Payakumbuh Dilepas Menuju Jambore Nasional Ke XII Tahun 2026

Inilah Parade Onthel Payakumbuh 2025, perayaan dua hari yang menjadikan Payakumbuh seolah kembali ke masa lalu.

Di tengah gencarnya pembangunan dan modernisasi, kota ini berhasil menghadirkan sensasi wisata klasik yang menggabungkan budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif dalam satu kesatuan.

“Parade Onthel bukan sekadar kegiatan olahraga atau nostalgia,” kata Wako Zulmaeta, Minggu (09/11/2025).

“Ini adalah cara kita memperkenalkan Payakumbuh sebagai kota yang kaya akan budaya, ramah wisata, dan kuliner yang lezat,” tukuknya.

Selama dua hari, 8–9 November 2025, jalanan Payakumbuh dipenuhi sekitar lima ratus onthelis dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Padang, Bukittinggi, Lampung, Jambi, Palembang, hingga Sidoarjo.

Mereka datang dengan sepeda yang umurnya bisa mencapai puluhan tahun, beberapa bahkan diwariskan turun-temurun.

Dengan pakaian jadul, jas safari, kebaya, hingga seragam pejuang, para peserta membuat suasana Kota Payakumbuh berubah menjadi panggung wisata bernuansa sejarah.

“Konsepnya adalah menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Kita ingin orang datang ke Payakumbuh bukan hanya untuk melihat pemandangan, tapi juga merasakan suasana masa lalu yang hidup kembali,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, Yunida Fatwa, yang juga ketua pelaksana kegiatan.

Rute parade dirancang layaknya paket wisata budaya. Dimulai dari GOR M Yamin yang disulap jadi Pasa Lamo, para ontelis melintasi Kampung Adat Balai Kalikih.

Kemudian Masjid Gadang Balai Nan Duo, Tugu Onthel raksasa, ikon yang hanya ada dua di dunia, hingga Taman Batang Agam, ruang hijau yang menjadi kebanggaan warga Payakumbuh.

Tidak hanya parade, malam sebelumnya para peserta disuguhi sajian seni tradisional dan kuliner lokal di kawasan Pasa Lamo.
Dari tarian Minang hingga musik saluang dan rabab, semuanya tampil dengan nuansa klasik.

“Pesertanya kagum karena bisa menikmati makanan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemui. Ini juga jadi ajang promosi kuliner lokal,” ujar Yunida.

Aroma makanan tradisional memenuhi udara disekitar lokasi. Masyarakat pun ikut meramaikan acara, menjadikannya pesta rakyat yang menyatu antara wisatawan dan penduduk lokal.

“Parade Onthel ini bukan hanya milik komunitas sepeda tua, tapi milik semua orang Payakumbuh,” ujar Elzadaswarman, Wakil Wali Kota Payakumbuh sekaligus Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sumatera Barat.

“Insya Allah tahun depan akan digelar lagi, karena dampak ekonominya terasa nyata,” lanjutnya.

Bagi Pemerintah Kota Payakumbuh, Parade Onthel adalah model pengembangan wisata budaya berkelanjutan.

Kehadiran peserta dari luar daerah meningkatkan hunian penginapan, penjualan kuliner, dan omzet pedagan lainnya.

“Dampak ekonominya langsung terasa. Dari penjual makanan, pengrajin, sampai tukang foto keliling semuanya ikut merasakan manfaatnya,” kata Yunida.

Zulmaeta menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari strategi Payakumbuh membangun citra sebagai kota kreatif dan ramah wisatawan.

“Melalui event budaya seperti Parade Onthel, kita ingin wisatawan melihat bahwa Payakumbuh bukan hanya kota yang indah, tapi juga punya jiwa yang hidup,” ujarnya.

Payakumbuh kini semakin percaya diri memposisikan diri sebagai salah satu destinasi wisata alternatif di Sumatera Barat.

Setelah sukses dengan berbagai festival kreatif, parade ini menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis komunitas juga bisa menjadi magnet wisata.

“Event seperti ini sangat potensial dikembangkan karena mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, tanpa perlu promosi besar-besaran,” ujar Elzadaswarman.

“Orang datang karena rasa ingin tahu, tapi pulang dengan membawa kesan tentang keramahan dan budaya Payakumbuh,” tambahnya.

Menjelang siang, semua peserta mulai mengayuh sepeda menuju garis akhir di Pasa Lamo GOR M. Yamin Kubu Gadang.

Parade Onthel Payakumbuh 2025 bukan hanya tentang nostalgia atau sepeda tua. Ia adalah potret bagaimana sebuah kota kecil bisa membangun identitas pariwisata yang kuat melalui kreativitas dan pelestarian budaya.

Bagi Payakumbuh, dua hari penuh onthelis bukan sekadar kegiatan. Ia adalah cara untuk menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, masih ada ruang bagi tradisi, nilai-nilai yang justru menjadi daya tarik wisata paling tulus.

“Parade Onthel adalah wujud bahwa pariwisata tak selalu harus glamor. Kadang, cukup dengan sepeda tua, senyum warga, dan suasana tempo dulu, sebuah kota bisa menjadi destinasi yang tak terlupakan,” pungkas Wako Zulmaeta. (Benpi)

Previous Post

Peringati Hari Pahlawan ke-80, Forkopimda Kota Payakumbuh Gelar Ziarah Makam Pahlawan

Next Post

Walikota Payakumbuh Zulmaeta Jadi IRUP Hari Pahlawan 2025

Ben

Next Post
Walikota Payakumbuh Zulmaeta Jadi IRUP Hari Pahlawan 2025

Walikota Payakumbuh Zulmaeta Jadi IRUP Hari Pahlawan 2025

Recommended

Charles Honoris Dukung Pernyataan Presiden Soal Koruptor MBG Biadab dan Usulkan Redesign Total

Charles Honoris Dukung Pernyataan Presiden Soal Koruptor MBG Biadab dan Usulkan Redesign Total

1 hari ago
Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

4 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive