Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

by Ruang Politik
in RuangOpini
429 18
0
Edi Wibowo | Ketua Umum Aliansi Santri Salafi dan Majelis Dzikir (ASSALAM) Banten/Ist

Edi Wibowo | Ketua Umum Aliansi Santri Salafi dan Majelis Dzikir (ASSALAM) Banten/Ist

478
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Edi Wibowo | Ketua Umum Aliansi Santri Salafi dan Majelis Dzikir (ASSALAM) Banten

RUANGPOLITIK.COM –Banten kembali dihadapkan pada manuver birokrasi yang mencederai prinsip good governance. Kali ini, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Banten yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Nana Supiana, menjadi sorotan utama. Tindakannya yang membiarkan bahkan diduga turut serta dalam permainan kotor Pj. Gubernur Damenta menunjukkan bahwa ia tidak memiliki kapasitas maupun moralitas untuk diangkat sebagai Sekda definitif. Banten butuh birokrat yang berintegritas, bukan sosok yang hanya menjadi alat kekuasaan untuk melanggengkan kepentingan politik tertentu.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Pj Gubernur Banten Mandul, Kamaludin: Reformasi Birokrasi Terbengkalai?

MENGKHIANATI PRINSIP BIROKRASI YANG BERSIH

Sehari sebelum pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten definitif, Pj. Gubernur Damenta mengeluarkan Surat Perintah Nomor 800/1.11.1/51/2025 yang secara sembrono menunjuk sejumlah Pelaksana Tugas (PLT) di berbagai posisi strategis. Yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana mungkin keputusan sepenting ini bisa lolos tanpa persetujuan dan keterlibatan Pj. Sekda dan Kepala BKD?

Sebagai Kepala BKD, Nana Supiana seharusnya menjadi benteng terakhir dalam menjaga profesionalitas birokrasi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ia membiarkan tindakan inkonstitusional ini terjadi, bahkan terkesan turut mendukung keputusan yang jelas bertentangan dengan Surat Edaran Nomor 2/SE/VII/2019 yang mengatur mekanisme pengangkatan PLT. Alih-alih memastikan transisi pemerintahan yang bersih dan profesional, ia justru memberi celah bagi praktik birokrasi transaksional yang merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.

MELANGGAR MERIT SYSTEM, MENGKHIANATI REFORMASI BIROKRASI

Indonesia sudah lama berusaha membangun birokrasi yang berbasis merit system, di mana jabatan diberikan kepada individu yang kompeten berdasarkan kinerja dan kapabilitasnya, bukan atas dasar kepentingan politik atau balas budi. Apa yang dilakukan oleh Nana Supiana justru bertentangan dengan semangat ini. Dengan meloloskan keputusan yang jelas melanggar aturan dan prinsip reformasi birokrasi, ia menunjukkan bahwa dirinya bukan sosok yang layak menduduki jabatan Sekda secara definitif.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan bahwa pengisian jabatan struktural dalam birokrasi harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional. Keputusan sembrono yang didiamkan oleh Nana Supiana ini mencerminkan bahwa ia tidak peduli terhadap amanat undang-undang. Jika seorang Kepala BKD tidak mampu menjaga integritas sistem kepegawaian, maka ia tidak layak mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

ADA AGENDA GELAP DI BALIK PENGANGKATAN PLT?

Keputusan Damenta untuk menunjuk PLT di detik-detik terakhir masa jabatannya menimbulkan dugaan kuat bahwa ada agenda tersembunyi yang ingin diamankan. Pertanyaannya, apakah Nana Supiana hanya menjadi pion dalam skenario ini, atau justru ia adalah bagian dari permainan ini?

Jika ia benar-benar memiliki integritas, seharusnya ia menolak keputusan yang bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang bersih. Namun, sikap diam dan ketidakmampuannya untuk bersikap tegas justru menunjukkan bahwa ia lebih memilih untuk menjaga kepentingan segelintir elit daripada kepentingan masyarakat Banten. Hal ini semakin menguatkan alasan bahwa ia tidak layak menjadi Sekda definitif.

MERUSAK TRANSISI PEMERINTAHAN DAN MENGANCAM STABILITAS BIROKRASI

Transisi pemerintahan adalah momen krusial yang harus dikelola dengan hati-hati agar pemerintahan berikutnya dapat bekerja secara optimal. Namun, keputusan gegabah yang terjadi di bawah kepemimpinan Nana Supiana justru merusak proses ini. Dengan menempatkan orang-orang yang tidak kompeten di posisi strategis, ia secara langsung menciptakan hambatan bagi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam menjalankan program mereka.

Tindakan semacam ini bukan hanya tidak etis, tetapi juga bisa berdampak buruk terhadap stabilitas pemerintahan di Banten. Birokrasi yang sudah dikondisikan sejak awal akan menjadi batu sandungan bagi kepemimpinan baru, dan ini bisa berakibat pada lambannya pelayanan publik serta stagnasi kebijakan yang seharusnya segera dijalankan.

RELAWAN GUBERNUR TERPILIH GELAR AKSI TURUN KE JALAN!

Kekecewaan Relawan Gubernur Terpilih Andrasoni terhadap tindakan ini telah mencapai puncaknya. Besok, Jumat 21 Februari 2025, Siap turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor KP3B. Mereka menuntut pembatalan keputusan yang mencoreng prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan meminta pertanggungjawaban penuh dari Pj. Sekda dan Kepala BKD, Nana Supiana.

Aksi ini adalah bukti bahwa rakyat Banten tidak akan tinggal diam ketika birokrasi dikuasai oleh kepentingan segelintir elit. Mereka menuntut keadilan, transparansi, dan perombakan total sistem birokrasi yang telah dikondisikan secara tidak sehat oleh pejabat sementara.

PJ SEKDA HARUS BERTANGGUNG JAWAB DAN MENGUNDURKAN DIRI

Melihat berbagai pelanggaran yang telah dilakukan, tidak ada alasan bagi Nana Supiana untuk tetap dipertahankan dalam jabatan strategis. Ia telah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala BKD, dan lebih jauh lagi, ia telah mengkhianati prinsip-prinsip dasar birokrasi yang bersih dan profesional.

Maka dari itu, kami menuntut:

1. Pembatalan seluruh keputusan pengangkatan PLT yang dilakukan pada detik-detik terakhir sebelum pergantian kepemimpinan.
2. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Nana Supiana sebagai Pj. Sekda dan Kepala BKD.
3. Presiden dan Menteri Dalam Negeri untuk menolak pengangkatan Nana Supiana sebagai Sekda definitif.
4. Investigasi lebih lanjut terhadap kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang dalam keputusan ini.

Banten tidak boleh dikuasai oleh birokrat yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan rakyat. Nana Supiana harus bertanggung jawab atas carut-marut yang terjadi dalam transisi pemerintahan ini. Jika masih ada rasa tanggung jawab dan harga diri, ia seharusnya mengundurkan diri sebelum publik memaksanya turun dari jabatannya!

Banten butuh pemimpin birokrasi yang bersih, bukan pelayan kepentingan politik yang merusak sistem! Kami, rakyat Banten, tidak akan tinggal diam melihat demokrasi diinjak-injak oleh segelintir orang yang haus kekuasaan.

Tags: BantenPengamat
Previous Post

Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Safni dan Ahlul Badrito Resha Siap Dilantik Presiden Prabowo Subianto

Next Post

Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh Resmi .Dilantik Presiden Prabowo

Ruang Politik

Next Post
Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh Resmi .Dilantik Presiden  Prabowo

Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh Resmi .Dilantik Presiden Prabowo

Recommended

Datang Mendadak, Boy Sandi,SH Bantu Buku Tulis Buat Anak Sekolah

Datang Mendadak, Boy Sandi,SH Bantu Buku Tulis Buat Anak Sekolah

2 jam ago
Gubernur Sumbar Mahyeldi Tegaskan Pemko Payakumbuh Mengambil Langkah Tegas Pasca Kebakaran

Gubernur Sumbar Mahyeldi Tegaskan Pemko Payakumbuh Mengambil Langkah Tegas Pasca Kebakaran

8 jam ago

Trending

Payakumbuh Jadi Tuan Rumah  Pertemuan Daerah Dharmayukti Karini (DYK) Provinsi Sumatera Barat

Payakumbuh Jadi Tuan Rumah Pertemuan Daerah Dharmayukti Karini (DYK) Provinsi Sumatera Barat

6 hari ago
Dampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi, Mustafa Akan Kerahkan TRC PKS Pasca Kebakaran Pasar Payakumbuh

Dampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi, Mustafa Akan Kerahkan TRC PKS Pasca Kebakaran Pasar Payakumbuh

9 jam ago

Popular

Masyarakat Menolak, Pemko Payakumbuh Memutuskan Rumah Biliard D’ Naff Tidak Boleh Beroperasi

Masyarakat Menolak, Pemko Payakumbuh Memutuskan Rumah Biliard D’ Naff Tidak Boleh Beroperasi

1 bulan ago
Puluhan Ribu Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Pawai Alegoris HUT RI Ke 80 di Kota Payakumbuh

Puluhan Ribu Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Pawai Alegoris HUT RI Ke 80 di Kota Payakumbuh

2 minggu ago
Walikota Payakumbuh Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja  Walikota CUP 2025

Walikota Payakumbuh Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja Walikota CUP 2025

3 minggu ago
Payakumbuh Jadi Tuan Rumah  Pertemuan Daerah Dharmayukti Karini (DYK) Provinsi Sumatera Barat

Payakumbuh Jadi Tuan Rumah Pertemuan Daerah Dharmayukti Karini (DYK) Provinsi Sumatera Barat

6 hari ago
Walikota Payakumbuh Apresiasi Atlet Payakumbuh

Walikota Payakumbuh Apresiasi Atlet Payakumbuh

2 minggu ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election