• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
27 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Pj Gubernur Banten Mandul, Kamaludin: Reformasi Birokrasi Terbengkalai?

by Ruang Politik
in RuangOpini
441 4
0
Kamaludin, SE | Pemerhati Kebijakan Publik Kamaludin/Dok. Pribadi

Kamaludin, SE | Pemerhati Kebijakan Publik Kamaludin/Dok. Pribadi

477
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaludin | Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik

RUANGPOLITIK.COM –Proses asesmen yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten telah selesai pada 7 Februari 2025. Namun, hingga kini, tidak ada langkah konkret dari Pj Gubernur Banten, Damenta, untuk menindaklanjuti hasil asesmen tersebut. Desakan dari berbagai elemen masyarakat agar Pemprov Banten segera melakukan percepatan pelayanan publik terus bergulir, mengingat banyaknya posisi strategis di pemerintahan yang masih kosong atau diisi oleh pejabat nondefinitif.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa terdapat 15 posisi eselon 2 yang kosong, di antaranya Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian, Dinas ESDM, Inspektorat, Dinas PMD, Badan Kesbangpol, Bapenda, Biro Hukum, Biro Umum, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Biro Ekonomi Pembangunan, Biro Organisasi, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial dan 2 posisi Staf Ahli Gubernur. Termasuk didalamnya, begitu banyaknya eselon 3 dan 4 yg juga terlalu lama pada posisinya dan kosong, belum tersentuh penyegaran, sehingga berdampak pada aspek psikologis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kosongnya posisi strategis ini menghambat kinerja pemerintahan, menyebabkan lambannya pengambilan keputusan, dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Reorganisasi, rotasi, dan mutasi pejabat seharusnya menjadi prioritas utama bagi Pj Gubernur untuk mengatasi stagnasi birokrasi ini.

Namun, alih-alih menunjukkan ketegasan dan kepemimpinan yang progresif, Pj Gubernur Banten justru terlihat pasif dan tidak memiliki arah jelas dalam menjalankan tata kelola pemerintahan. Sejak dilantik, tidak ada gebrakan berarti yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas birokrasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan hanya pelayanan publik yang terganggu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah akan semakin merosot.

Kemandulan kepemimpinan ini semakin mencolok ketika melihat betapa lambatnya respons Pemprov Banten terhadap berbagai persoalan publik, yang terkait pada aspek koordinasi dan konsolidasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang tentunya akan mempengaruhi rendahnya serapan anggaran untuk sektor prioritas. Padahal, sebagai seorang Pj Gubernur, Damenta seharusnya mampu menghadirkan warna baru dalam birokrasi Banten, bukan sekadar menjadi pengisi jabatan yang minim kontribusi.

Tugas utama seorang penjabat gubernur adalah memastikan bahwa roda pemerintahan berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jika Damenta tidak segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan birokrasi, maka keberadaannya di Banten justru menjadi beban, bukan solusi. Publik membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan sosok yang hanya mengulur waktu tanpa tindakan konkret.

Dalam konteks ini, pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, juga harus mengevaluasi kinerja Pj Gubernur Banten. Jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, maka akan berdampak negatif pada kepentingan masyarakat luas dan tentunya akan menjadi preseden buruk bagi Propinsi ini. Banten tidak boleh menjadi daerah yang tertinggal hanya karena ketidaktegasan seorang pemimpin.

Saat ini, bola ada di tangan Pj Gubernur Damenta. Apakah ia akan memilih untuk menjadi pemimpin yang meninggalkan jejak positif dalam sejarah Banten, atau justru hanya menjadi benalu yang menambah daftar panjang permasalahan birokrasi di daerah ini? Waktu yang akan menjawab, tetapi masyarakat Banten tidak akan tinggal diam menunggu tanpa ada kepastian perubahan.(rls)

Tags: BantenPj Gubernur
Previous Post

Ketua Umum IKKT Buka Pertemuan Gabungan Pengurus IKKT PWA di Balai Sudirman

Next Post

Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Kunjungan Manager Corporate Operation dan Service Regional Pertamina Wilayah Makassar

Ruang Politik

Next Post
Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Kunjungan Manager Corporate Operation dan Service Regional Pertamina Wilayah Makassar/Pen Hnd

Danlanud Sultan Hasanuddin Terima Kunjungan Manager Corporate Operation dan Service Regional Pertamina Wilayah Makassar

Recommended

Pengalihan Nomor Tak Kunjung Tuntas Sejak 2022, Konsumen Pertanyakan Profesionalitas Gerai Indosat

Pengalihan Nomor Tak Kunjung Tuntas Sejak 2022, Konsumen Pertanyakan Profesionalitas Gerai Indosat

1 hari ago
Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

1 hari ago

Trending

Maju Sebagai Calon Ketua KONI Payakumbuh Fitrayanto Komitmen Membawa Dunia Olahraga  Kearah Positif

Maju Sebagai Calon Ketua KONI Payakumbuh Fitrayanto Komitmen Membawa Dunia Olahraga  Kearah Positif

5 hari ago
UKPBJ Raih Penghargaan ITKP, Pemko Payakumbuh Kembali Mencatat  Capaian Positif Tingkat Provinsi Sumbar

UKPBJ Raih Penghargaan ITKP, Pemko Payakumbuh Kembali Mencatat Capaian Positif Tingkat Provinsi Sumbar

4 hari ago

Popular

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

Ada Apa, Pengurus  HAMBA BERSATU Gelar Rapat Mendadak

2 minggu ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

4 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

4 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive