• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
14 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangIlmu

Ini Beda Sistem Meritokrasi dan Dinasti Politik

by Ruang Politik
in RuangIlmu
438 33
0
Ilustrasi dinasti politik/freepik

Ilustrasi dinasti politik/freepik

504
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dia menjelaskan sistem meritokrasi ini melihat sosok calon dari kapabilitas, prestasi, dan integrasinya. Sedangkan dinasti politik adalah pola lama dari sistem patrimonial yang mengedepankan pemilihan seseorang berdasarkan genealogis.

RUANGPOLITIK.COM – Belakangan ini, dinasti politik makin jelas terdengar di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun kadang dinasti politik sering disamakan dengan sistem meritokrasi.

Padahal pada kenyataannya keduanya berbeda antara yang satu dan yang lain. Dosen Ilmu Pemerintahan UNPAM Serang Efriza menyebutkan perbedaan di antara keduanya.

RelatedPosts

Senam Zumba Menambah Kebugaran Fisik dan Mental

Terapi Sengat Lebah Efektif Obati Berbagai Penyakit

Pisang Sale, Camilan Manis dan Legit Khas Camilan Indonesia Asli (CI4)

Dia menjelaskan sistem meritokrasi ini melihat sosok calon dari kapabilitas, prestasi, dan integrasinya. Sedangkan dinasti politik adalah pola lama dari sistem patrimonial yang mengedepankan pemilihan seseorang berdasarkan genealogis.

“Hanya saja ini diperbarui sebab berdasarakan pemilihan umum, maka yang hadir adalah new patrimonial, sistem genealogis berdasarkan prosedural pemilu,” kata Efriza kepada Rupol.

Jadi pada dasarnya, kata Efriza, sistem dinasti politik memang tidak akan menghasilkan pemimpin yang lahir karena kepedulian terhadap rakyat.

“Semangat mereka yang dibangun dari genealogis adalah untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya,” ungkap Efriza.

Sehingga pola umum dalam memerintah adalah pengabaian untuk mensejahterakan masyarakat. Efriza mengatakan, inilah yang melandasi reformasi Indonesia menolak sistem nepotisme termasuk di dalamnya dinasti politik.

“Sebab dinasti politi adalah awal hilangnya sistem komperiti di salam pemilihan umum, dan awal dari sirnanya harapan masyarakat untuk kesejahteraan. Sebab kepentingan kelompok, keluarga telah menggantikan kepentingan umum masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui, sistem meritokrasi menurut Young (1958) adalah sistem sosial di mana hasil seperti kekayaan, pekerjaan, dan kekuasaan diperoleh berdasarkan prestasi, yaitu kecerdasan dan usaha. Sedangkan dinasti politik merupakan sebuah serangkaian strategi manusia yang bertujuan untuk memperoleh kekuasaan, agar kekuasaan tersebut tetap berada di pihaknya dengan cara mewariskan kekuasaan yang sudah dimiliki kepada orang lain yang mempunyai hubungan keluarga dengan pemegang kekuasaan sebelumnya.

Editor: M. R. Oktavia
(Rupol)

Tags: dinasti politiksistem meritokrasi
Previous Post

Lembaga Survei di Pilpres untuk Giring Opini, Rekayasa Sampel hingga Pertanyaan

Next Post

Survei Terbaru, Cak Imin Lihat Tanda Kemenangan Satu Putaran

Ruang Politik

Next Post
Survei Terbaru, Cak Imin Lihat Tanda Kemenangan Satu Putaran

Survei Terbaru, Cak Imin Lihat Tanda Kemenangan Satu Putaran

Recommended

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

5 hari ago
Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

7 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive