• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
04 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Masinton: Diduga Pemanggilan Cak Imin oleh KPK Bermuatan Politis

by Ruang Politik
in Nasional
441 4
0
Politikus PDIP Masinton Pasaribu/Ist

Politikus PDIP Masinton Pasaribu/Ist

476
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan pemanggilan Cak Imin oleh KPK masih dalam kapasitas sebagai saksi. Ia menilai hal tersebut bukanlah politisasi hukum seperti yang santer dikabarkan belakangan.

RUANGPOLITIK.COM – Kasus ini kembali mencuat setelah Anies Baswedan dan Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) pada Pilpres 2024.

Politikus PDIP, Masinton Pasaribu menilai pemanggilan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermuatan politis.

RelatedPosts

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Cak Imin dipanggil sebagai saksi perkara korupsi sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

“Pertama-tama, saya ingin menyatakan bahwa saya bukanlah pendukung Anies Baswedan atau Cak Imin, tetapi saya tidak setuju jika penegakan hukum kita dijadikan sebagai alat politik,” kata Masinton kepada media, Selasa (5/9/2023).
Masinton menilai upaya KPK mengorek kasus lama Cak Imin akan membuat masyarakat berprasangka buruk.

“Apa pun yang terjadi, hari ini, kasus yang telah lama ada, tentu semua orang akan menganggap bahwa ada nuansa politik yang sangat kuat di dalamnya,” tegasnya. Masinton juga mempertanyakan mengapa KPK melakukan pemanggilan setelah Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai bakal cawapres pendamping Anies. Terlebih kasus tersebut terjadi pada 2012 dan sudah berlalu hingga satu dekade.

“Saya berpendapat begitu, terlepas dari alasan apa yang ingin dibangun oleh KPK, tapi tentunya nuansa politiknya sangat kentara,” kata dia.

Menurut Masinton, KPK telah melanggar asas demokrasi dengan mengungkit kasus 2012 silam. “Ia harus ditegakkan meskipun langit akan runtuh. Tetapi jika politik campur tangan dalam penegakan hukum itu harus dihentikan bersama-sama,” tegasnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan pemanggilan Cak Imin oleh KPK masih dalam kapasitas sebagai saksi. Ia menilai hal tersebut bukanlah politisasi hukum seperti yang santer dikabarkan belakangan.

“Banyak wartawan yang bertanya pada saya sebagai Menko yang menangani bidang hukum tentang pemanggilan KPK terhadap pak Muhaimin Iskandar. Apakah itu politisasi hukum? Menurut saya, itu bukan politisasi hukum. Kita berpendirian bahwa tidak boleh hukum dijadikan alat untuk tekanan politik,” ujar Mahfud MD lewat akun Instagram pribadinya, Selasa.

Dalam kasus pemanggilan Muhaimin oleh KPK, Mahfud meyakini hal itu adalah permintaan keterangan biasa atas kasus yang sudah lama berproses. “Muhaimin tidak dipanggil sebagai tersangka, tetapi dimintai keterangan untuk melengkapi informasi atas kasus yang sedang berlangsung,” kata Mahfud.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Masinton PasaribuPDIP
Previous Post

Batas Usia Cawapres Digugat Mahasiswa yang Mengaku Pengagum Gibran

Next Post

Demokrat Tetap Tawarkan AHY Cawapres ke Koalisi Ganjar atau Prabowo

Ruang Politik

Next Post
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY/Dok. Demokrat

Demokrat Tetap Tawarkan AHY Cawapres ke Koalisi Ganjar atau Prabowo

Recommended

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Muhsinin

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Muhsinin

1 hari ago
Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan PETI di Kapur IX

Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan PETI di Kapur IX

2 hari ago

Trending

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

1 bulan ago
Anggota DPRD Golkar Sumbar dan Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

Anggota DPRD Golkar Sumbar dan Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

4 hari ago

Popular

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

2 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

4 minggu ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive