• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
22 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Tujuh Provinsi Disebut Paling Berisiko Terpapar Uang Hasil Kejahatan Pemilu

by ruang politik
in Nasional
435 9
0
475
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut tujuh provinsi yang paling berisiko terpapar uang hasil kejahatan saat gelaran pemilu. Gambaran risiko ini mengacu pada hasil riset PPATK terhadap rekening milik atau terkait peserta pemilu.

Menurut Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, awalnya riset tersebut dilakukan terhadap rekening peserta pemilu (pilpres dan pileg) serta pilkada sejak tahun 2013 sampai tahun 2019. Artinya, hasil analisis ini terkait dengan peserta pilkada yang dilaksanakan dalam rentang tahun tersebut, peserta Pemilu 2014, dan peserta Pemilu 2019.

RelatedPosts

PBNU Tengah Godok Fatwa bisa Dibatalkan, Prosesnya Mirip Peninjauan Kembali

Yasonna Laolly minta Negara Tindak Tegas Judol dan Teror Pinjol

Tambah Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Fraksi PDIP Sebut Sesuai Amanat Konstitusi

Berdasarkan riset tersebut, semua provinsi berisiko terjadi kasus mengalirnya uang hasil kejahatan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) kepada peserta pemilu untuk keperluan kampanye. Provinsi yang paling berisiko adalah DKI Jakarta dengan poin 8,95.

Tempat kedua diduduki Jawa Timur dengan rata-rata risiko 8,81, lalu Jawa Barat (7,63), dan Jawa Tengah (6,51). Selanjutnya Sulawesi Selatan (5,76), Sumatra Utara (5,67), dan Sumatra Barat (5,67).

“Ini artinya apa? Artinya memang ada potensi dana hasil tindak pidana masuk sebagai biaya untuk kontestasi politik,” kata Ivan dalam acara ‘Forum Diskusi Sentra Gakumdu-Wujudkan Pemilu Bersih’ yang digelar Kemenkopolhukam, dipantau secara daring dari Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Lebih lanjut Ivan mengungkapkan nominal debit-kredit Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LKTM) di rekening bank terkait peserta pemilu sejak 2013-2019. Total nominalnya mencapai Rp 1.147 triliun. Nominal terbesar terdeteksi di DKI Jakarta senilai Rp 540 triliun lebih dan Jawa Timur senilai Rp 367 triliun lebih.

“Angkanya luar biasa besar, tapi tidak bisa dikatakan tindak pidana karena ini adalah potret mutasi rekening-rekening yang kita indikasikan terkait kontestasi politik,” ujarnya.

Menurut Ivan, untuk menyatakan uang yang mengalir tersebut merupakan bagian dari tindak pidana dan penerimanya diproses hukum, maka hasil riset tersebut harus ditindaklanjuti terlebih dahulu oleh aparat penegak hukum.

 

EDITOR: Adi Kurniawan

 

(RuPol)

Tags: DKI Jakartahasil kejahatanIvan YustiavandanaJawa BaratJawa TimurkemenkopolhukkampemiluPusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK)
Previous Post

Selasa Depan, Rocky Gerung Dijadwalkan Jalani Sidang di PN Jakarta Selatan

Next Post

PBNU Angkat Panglima Santri NU 2023, Siapakah Dia?

ruang politik

Next Post
PBNU Angkat Panglima Santri NU 2023, Siapakah Dia?

PBNU Angkat Panglima Santri NU 2023, Siapakah Dia?

Recommended

Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

4 jam ago
Pemko Payakumbuh Perkuat Kualitas Pendidikan

Pemko Payakumbuh Perkuat Kualitas Pendidikan

2 hari ago

Trending

Mantan Koruptor Nur Alam Gabung PSI

Mantan Koruptor Nur Alam Gabung PSI

4 hari ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

4 minggu ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive