• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
27 - 08 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Politisi Golkar Ungkap Utang Negara Tembus Rp20.750 T, Loyalis Anies: Perubahan Merupakan Keniscayaan

by Ruang Politik
in Nasional
429 23
0
Ilustrasi Utang/Repro

Ilustrasi Utang/Repro

483
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun mengaku telah menghitung jumlah utang Negara yang ideal dan seharusnya untuk saat ini.

RUANGPOLITIK.COM —Kondisi utang Indonesia tak habis-habisnya jadi perbincangan publik.

Mantan Rektor Ibnu Chaldun, Musni Umar menyebut kondisi utang Indonesia mengerikan.

RelatedPosts

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

DPR Minta Pemerintah Perkuat Jaminan Sosial dan Anggaran Penanganan Gempa NTT

“Mengerikan sekali besarnya utang Indonesia yang tembus Rp20.750 triliun. Kata Pak JK berutang itu mudah, yang susah membayarnya,” ucapnya dalam unggahannya di Twitter, Jumat, (2/6/2023).

Loyalis Anies Baswedan ini menyindir pemerintah yang masih sibuk melakukan pembangunan tanpa adanya skala prioritas.

“Sudah besar utang tidak ada skala prioritas dalam pembangunan. Masih bangun kereta cepat Jakarta-Bandung, IKN dll. Maka perubahan merupakan keniscayaan untuk selamatkan Indonesia,” tambah Sosiolog ini.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun mengaku telah menghitung jumlah utang Negara yang ideal dan seharusnya untuk saat ini.

Dijelaskan, jumlah Utang yang dicatat sebesar Rp7.900 triliun saat ini adalah jumlah utang yg terkait langsung dengan pembiayaan di APBN yang menggunakan mekanisme pemerintah menerbitan surat utang negara.

“Jumlah itu adalah akumulasi utang sejak NKRI berdiri 1945 dengan semua periode presiden. Pada periode jaman Pak SBY total utang mencapai hampir 3.000 triliun,” beber Misbakhun dalam keterangannya.

Namun, ada utang negara dalam bentuk lain. Namanya contigency debt. Contigency debt adalah utang yang dilakukan oleh pihak atas nama negara dengan jaminan dari negara yang secara langsung atau tidak langsung berisiko pada negara yang akan masuk dalam mekanisme risiko yang ditanggung oleh APBN.
Utang yang masuk dalam karegori contigency debt ini adalah utang BUMN.

Dalam neraca negara, saham negara di BUMN diakui sebagai assets negara yang dipisahkan tapi utangnya tidak diakui dalam pencatatan negara sebagai utang padahal risiko utang BUMN ini apabila mengalami gagal bayar dan permasalahan berdampak langsung dan membuat postur APBN berubah pada sisi belanja karena harus membuat langkah-langkah penyelamatan BUMN yg bermasalah tersebut.

Dia mencontohkan ketika Jiwasraya mengalami proses gagal bayar, negara sebagai pemegang saham Jiwasraya melakukan upaya bail-in sebesar Rp20 triliun untuk membayar upaya penyelamatan melalui mekanisme penyertaan modal negara (PMN) pada postur belanja walaupun disebut sebagai investasi (istilah APBN).

Risiko lainnya adalah kasus gagal bayar Garuda Indonesia yang kena gugatan PKPU karena gagal bayar sewa pesawat dan negara memberikan PMN 7,5 triliun melalui mekanisme PMN pada belanja di APBN.
Pada beberapa kasus BUMN seperti Merpati, Kertas Leces dan lainnya mekanisme risiko langsung penanganan penyelesaian utang-utang mereka melalui mekanisme APBN.

Akumulasi utang BUMN saat ini ada sekitar 6.710 triliun (Kontan) tahun 2021 + 1.640 triliun hanya untuk 2022 = 8.350 triliun total utang BUMN

Ada lagi utang yang belum dicatat dalam Neraca Negara yaitu utang atau kewajiban negara untuk membayar pensiun para ASN dan TNI-Polri yang belum pernah dimasukkan hitungan aktuarianya sebagai kewajiban negara yang harus dibayar sesuai jatuh temponya. Total estimasinya sekitar Rp 4.500 triliun.

Disebutkan, apabila dicatat dengan mekanisme akuntansi maka estimasi total semua utang dalam neraca negara, jumlah nya adalah Rp20.750 triliun.

“7.900 + 8.350 + 4.500 = 20.750 triliun. Grand Total Jumlah Utang Negara kita saat ini dengan asumsi hitungan yang saya sampaikan di atas,” tambahnya.

“Saya ulangi lagi perhitungan utang di atas sebagai uldate per kuartal pertama 2023. Karena, ada beberapa media mengangkat isi diskusi saya di wa group pada tahun lalu (2022) soal jumlah utang 17.500 triliun, seakan itu tulisan artikel saya dan sedang ramai menjadi pembicaraan,” lanjutnya.

Data ini kata dia didapatkan dalam perjalanan waktu sebagai anggota DPR.

“Isu ini juga saya sampaikan beberapa kali ke pemerintah termasuk Menteri @KemenkeuRI . Ini menjadi concern bersama karena setiap tahun selalu ada rekomendasi dari @bpkri soal rekomendasi-rekomendasi menuju ke arah pencatatan sistem akuntansi keuangan negara yang ideal,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, konsepsi ideal dihadapkan pada praktek yang ada berdasarkan aturan yang belum ideal dimana praktek bernegara itu sebagai proses berjalan yang perlu perbaikan-perbaikan sehingga harus ada perbaikan menuju keadaan ideal.

“Konsep akuntansi harus dipahami karena pencatatan pada risiko-risiko yang menjadi tanggung jawab negara itu bisa diukur sejak awal. Menghadapi manusia yang lemah dalam membangun narasi besar untuk kemajuan bangsa kita serahkan kepada masyarakat untuk menilai,” pungkas politisi Golkar ini.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Loyalis AniesUtangUtang Negara
Previous Post

Bertemu SBY dan AHY di Pacitan, Anies Baswedan Ungkap Hal Luar Biasa

Next Post

Tuntut Anggotanya Dibebaskan, KKB Tebar Ancaman, Polda Papua Kirim Pasukan Brimob ke Yapen

Ruang Politik

Next Post
Buntut penangkapan anggota KKB Papua, Polda Papua kirim pasukan Brimob ke Yapen. -korbrimob.polri.go.id

Tuntut Anggotanya Dibebaskan, KKB Tebar Ancaman, Polda Papua Kirim Pasukan Brimob ke Yapen

Recommended

Wako Zulmaeta: Perubahan APBD 2026 Harus Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat Payakumbuh

Wako Zulmaeta: Perubahan APBD 2026 Harus Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat Payakumbuh

4 jam ago
Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

13 jam ago

Trending

Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive