• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
03 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPemilu

Adu Opini NasDem dan Demokrat Rebutan Cawapres, AHY Dianggap Lebih Tepat?

by Rupol
in RuangPemilu
433 13
0
477
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Koalisi Perubahan yang digawangi tiga parpol yakni NasDem, Demokrat, PKS disinyalir masih saling adu urat perihal cawapres yang akan diduetkan dengan Anies Baswedan. Hal ini memantik rasa kesal Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali.

Ia mengkritik keras Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief yang menilai Ketumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih menjanjikan dampingi Anies Baswedan.

RelatedPosts

Open Turnamen Bulutangkis Parmato Alam PB Merpati CUP 2024 Sukses Digelar

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Mencari Sosok Ideal Untuk Payakumbuh” YB. Dt. Parmato Alam Tampil Gemilang

Ahmad Ali mempertanyakan Demokrat yang terus memaksakan AHY sebagai pendamping Anies Baswedan.

“Kalau Andi Arief mengharapkan atau menginginkan Anies dengan AHY berpasangan itu manusiawi, karena dia itu kan dari Partai Demokrat, pertanyaan kita, apakah kemudian kita berkoalisi memajukan Anies ini hanya untuk besarkan Partai Demokrat atau menangkan pertarungan?” kata Ahmad Ali saat dihubungi, Kamis (9/3/2023).

Ahmad Ali meminta Demokrat berhenti menjustifikasi bahwa AHY lah yang paling baik sedangkan tokoh lainnya tidak. Dia berharap ada kebesaran hati dari partai-partai Koalisi Perubahan untuk berbicara lebih dulu terkait sosok siapa yang paling tepat dampingi Anies.

“Kalau kita mau menangkan pertarungan untuk Indonesia maka tentunya harus ada kebesaran hati kita unutk bersama-sama diskusikan ini secara detail, dengan mengesampingkan kepentingan kelompok, ya kan? AHY bagus, tapi kan tidak boleh menjustifikasi bahwa yang lain ini busuk,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ahmad Ali menekankan bahwa kajian yang dilakukan Demokrat belum tentu sama dengan NasDem. Karena itu lah, dia mengajak semua pihak, termasuk Demokrat untuk berbicara kriteria terlebih dulu.

“Kalau saya ajak koalisi duduk, kita buka peta, survei yang kredibel, kita duduk, katakan, terus kita lihat kelemahan, kekuatan, peluang dan lain-lain. Dari situ baru kita cari siapa yang bisa tutupi kelemahannya Anies. Katakanlah Anies hari ini lemah di Jawa Timur, Jawa Tengah, nah kemudian kita lihat siapa dari figur figur itu? Apakah kemudian AHY bisa menutupi?” jelas Ahmad Ali

“Sekarang AHY katanya surveinya tinggi, ayo kita buka, dia tinggi di mana? Apakah tinggi di wilayah yang sama dengan daerah yang Anies tinggi? Atau Jawa Timur? Kalau Jawa Timur juga nggak meraup suara, kan berarti sama saja antara Anies dan pemilih AHY sama, berarti beririsan dong, itu lah sebabnya kita nggak mau bicara soal orang, kita mau bicara kriteria setelah melakukan bedah potensi, karena cawapres itu orang yang harus bisa membantu pemenangan,” lanjutnya.

Nama Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk radar calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Anies Baswedan. Partai Demokrat (PD) enggan berspekulasi dan menyerahkan pembahasan ke tim kecil dari 3 partai ‘Koalisi Perubahan’.

“Soal cawapres ini ketimbang terus dipolemikkan di publik, biarlah tim kecil yang telah dibentuk 3 partai atas mandat dari masing-masing ketua umum bekerja sama dengan Mas Anies selaku capres yang akan membahas ini ya. Karena itulah saluran resmi dan tempat membahas hal ini. Kita tunggu saja mereka bekerja, pada waktunya pasti akan keluar nama,” kata Wasekjen Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Rabu (8/3/2023).

Namun, Jansen menekankan poros koalisi yang digodok mengusung tema perubahan. Jadi, menurutnya, sosok cawapres yang nantinya diusung koalisi juga harus merepresentasikan perubahan dari pemerintahan saat ini.

“Namun sebagai pandangan, karena koalisi kami ini mengusung nama dan tema perubahan, idealnya cawapresnya pun memang yang merepresentasikan hal ini. Agar koalisi ini juga semakin kuat posisi dan brandingnya di mata rakyat yang menginginkan perubahan di mana semakin hari semakin besar dan meluas dukungannya,” kata Jansen.

Jansen menilai para pendukungnya akan bingung apabila tokoh yang diusung tidak sesuai dengan tema tersebut. Oleh karena itu, dia menekankan partainya tidak masalah tokoh cawapres dari dalam atau luar koalisi, yang pasti mampu merepresentasikan perubahan.

“Tentu mereka akan bingung jika tiba-tiba koalisi yang katanya mengusung perubahan malah mencalonkan tokoh yang tidak merepresentasikan hal itu. Saya pribadi khawatir rakyat pendukung perubahan akan bingung dan mempertanyakan konsistensi kami dalam mengusung tema perubahan dan perbaikan ini,” kata Jansen.

“Jadi sekali lagi soal cawapres ini bukan soal apakah dia berasal dari dalam atau luar koalisi, intinya dari manapun bisa, sepanjang dia merepresentasikan perubahan itu sendiri,” tukasnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

 

Previous Post

Soal Turis Asing Berulah di Bali, Luhut: Tertibkan!

Next Post

Denny Indrayana: MK Akan Putuskan Pemilu Tertutup?

Rupol

Next Post
Denny Indrayana: MK Akan Putuskan Pemilu Tertutup?

Denny Indrayana: MK Akan Putuskan Pemilu Tertutup?

Recommended

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Muhsinin

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Muhsinin

17 jam ago
Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan PETI di Kapur IX

Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan PETI di Kapur IX

1 hari ago

Trending

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

1 bulan ago
Anggota DPRD Golkar Sumbar dan Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

Anggota DPRD Golkar Sumbar dan Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

4 hari ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

4 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

2 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive