• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
31 - 07 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

KPK Hormati Praduga Tak Bersalah, Enggan Tanggapi Ismail Bolong

by Rupol
in Nasional
441 4
0
476
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Kasus tambang ilegal yang menyeret petinggi Polri, akibat nyanyian Ismail Bolong enggan direspon KPK. Ismail Bolong menjadi sorotan publik lantaran video pengakuannya menyetor uang hasil tambang batubara ilegal ke Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sebesar Rp 6 miliar. .

Dalam video itu, Ismail Bolong mengaku bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin. Kegiatan ilegal itu disebutnya berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang masuk wilayah hukum Polres Bontang, sejak Juli 2020 sampai November 2021.

RelatedPosts

Legislator PDIP Dukung Polri Bongkar Korupsi Batu Bara dan TPPU

Komisi I DPR Tekankan Latsarmil SPPI Utamakan Pembentukan Karakter Peserta

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri tak mau menanggapi kasus dugaan tambang ilegal batubara di Kalimantan Timur (Kaltim), yang disebut melibatkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

“Saya tidak merespons khusus tentang pertanyaan [gratifikasi tambang] Anda,” kata Firli di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS), Rabu (30/11).

KPK, kata Firli, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Serta persamaan hak di hadapan hukum.

“Tetapi KPK bekerja dengan prinsip praduga tak bersalah, KPK bekerja menjunjung tinggi persamaan hak dan dengan hukum, dan KPK bekerja secara profesional karena kerja-kerja KPK diuji di peradilan,” ucapnya.

Firli mengatakan pihaknya selalu merespons semua informasi yang masuk ke KPK, tak terkecuali soal dugaan gratifikasi tambang batu bara.

Meski demikian, kata Firli, setiap informasi yang diterima mesti didalami lebih dulu dan dilengkapi bukti-bukti yang cukup.

“Saya sesungguhnya, kami merespons setiap ada informasi. Tapi tentunya informasi itu harus didalami dengan suatu bukti-bukti yang cukup,” ucapnya.

Firli menytakan KPK juga enggan terseret ke dalam opini atau isu yang belum jelas kepastiannya karena kerja KPK itu nantinya bakal diuji di peradilan.

“Kami tidak ikut di dalam suatu opini, suatu cerita atau bahan diskusi, karena kerja KPK akan diuji di peradilan,” ujar dia.

KPK, kata Firli, tetap bekerja profesional, akuntabel dan transparan. Hal itu untuk menjamin hukum dan keadilan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.
asmiecualatas perbuatan atau keadaan dengan berdasarkan bukti yang cukup,” pungkasnya.

Deputi Penindakan KPK Karyoto sebelumnya menyatakan terbuka apabila penyidik Mabes Polri mau bekerja sama mengusut atau menindaklanjuti laporan hasil penyelidikan (LHP) Divisi Propam Polri terkait dugaan pemberian uang koordinasi tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur.

“Kalau ada kerja sama dengan kita, tentunya diproses secara biasa. Ada laporan, diproses. Ya kita lihat sampai sejauh mana,” ujar Karyoto Selasa (29/11) malam.

Meski demikian Karyoto menegaskan KPK saat ini masih dalam posisi menunggu dan melihat perkembangan penanganan kasus oleh penyidik Mabes Polri terkait dugaan gratifikasi terkait tambang ilegal yang sempat diviralkan Aiptu (purn) Ismail Bolong.

Editor: Ivo Yasmiati

Previous Post

NasDem Sebut Izin Acara Safari Anies di Aceh Dicabut Pemda

Next Post

Demokrat: ‘Narasi Bebek Lumpuh Hanya Penyampaian Aspirasi’

Rupol

Next Post
Kamhar: Mega dan SBY Duduk Semeja Mencerminkan Sikap Negarawan

Demokrat: 'Narasi Bebek Lumpuh Hanya Penyampaian Aspirasi'

Recommended

Acara Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh, Walikota Zulmaeta Sampaikan ini

Acara Pisah Sambut Kapolres Payakumbuh, Walikota Zulmaeta Sampaikan ini

4 jam ago
Wawako Payakumbuh Hadiri Rakor KKMA

Wawako Payakumbuh Hadiri Rakor KKMA

4 jam ago

Trending

H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago

Popular

Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Dinas PUPR Realisasikan Bantuan Presiden Senilai 3,4 Miliar Rupiah Buat Pembangunan Infrastruktur di Lima Puluh Kota

Dinas PUPR Realisasikan Bantuan Presiden Senilai 3,4 Miliar Rupiah Buat Pembangunan Infrastruktur di Lima Puluh Kota

3 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive