• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
03 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Jejak Beda Selera Jokowi dan Surya Paloh, Panda Nababan: Tidak Hanya Sekali

by Rupol
in Nasional
433 19
0
Presiden Joko Widodo dan Ketum NasDem Surya Paloh.

Presiden Joko Widodo dan Ketum NasDem Surya Paloh.

483
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Politisi senior PDIP Panda Nababan, mengungkap perbedaan selera (pilihan) antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Perbedaan tersebut, sudah terjadi sejak pemerintahan Presiden Jokowi periode pertama, yang salah satunya tentang posisi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) di dalam kabinet.

“Waktu di awal, Jokowi ingin memasukkan Luhut (LBP) di kabinet. Surya Paloh tidak setuju. Waktu itu Jusuf Kalla dan Megawati juga tidak setuju,” ujar Panda , pada Senin (24/10).

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Kala itu, kata Panda Nababan, dia diminta oleh LBP untuk membicarakan itu dengan Presiden Jokowi, sehingga akhirnya dia masuk dalam kabinet.

Kemudian perbedaan yang kedua, juga terjadi pada periode pertama Jokowi. Perbedaan itu pada saat Jaksa Agung HM Prasetyo, masuk dalam rencana reshufle kabinet. Surya Paloh menolak keras, bahkan sampai mengancam akan menarik dukungan NasDem kepada pemerintah.

“Presiden Jokowi mau mengganti Jaksa Agung Prasetyo, Surya Paloh tidak setuju, bahkan dia mengatakan ke saya ‘Kalau Jaksa Agung dicopot, NasDem akan menarik dukungannya’. Aku cek itu ke Jokowi ‘betul nggak tuh Surya Paloh mengatakan?’. ‘Betul’ kata presiden, tapi kemudian presiden mengalah, tidak dilakukan itu,” paparnya.

Jadi, perbedaan itu sudah ada sejak dulu antara keduanya sudah ada sejak dulu.

“Jangan klaim tidak ada perbedaan,” imbuh Panda.

Perbedaan selera ketiga antara Jokowi dengan Surya Paloh, terjadi baru-baru ini. Dimana Surya Paloh mengusung Anies Baswedan sebagai capres, sementara Jokowi menginginkan Ganjar Pranowo.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua DPP NasDem Effendi Choirie, pada acara yang sama.

“Presiden Jokowi sebagai presiden yang mau berakhir jabatannya dua tahun ke depan, kalau di pikiran ingin suksesnya smooth dan dia punya subjektif itu juga kita maklumi, subjektif dia dalam konteks pemilihan presiden dia ingin kira-kira Ganjar, itu juga kita maklumi,” ujar politisi yang biasa disapa Gus Choi tersebut.

Namun menurutnya, perbedaan itu jangan menghapus kebersamaan yang telah terjadi antara NasDem dengan Presiden Jokowi.

“Yang harus dicatat betul, kita punya selera terhadap Presiden Jokowi 10 tahun. Jangan karena ada perbedaan, kebersamaan selama 10 tahun terlupakan,” pungkasnya. (ASY)

Editor: Ivo Yasmiati

Previous Post

Rusli Ahmad Beri Dukungan Penuh Profesionalisme Kapolri

Next Post

Efriza: Sanksi Untuk Ganjar Terlalu Lebay, Hanya Sekedar Gimmick PDI-Perjuangan

Rupol

Next Post
Efriza: Sanksi Untuk Ganjar Terlalu Lebay, Hanya Sekedar Gimmick PDI-Perjuangan

Efriza: Sanksi Untuk Ganjar Terlalu Lebay, Hanya Sekedar Gimmick PDI-Perjuangan

Recommended

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

Wali Nagari Limbanang Yori Noviola Ucapkan Terimakasih Kepada Para Tokoh Luak 50 Datang Melayat kerumah Duka

1 hari ago
Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

2 hari ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

2 hari ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

2 hari ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive