Zeki Dt.Paduko Sati Marajo Tokoh Masyarakat Payakumbuh,.Sekaligus Niniak Mamak Koto.Nan Ompek
Payakumbuh–Mendadak suasana kawasan Pusat Pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh, menjadi pusat perhatian warga yang menghuni Luak 50. Api yang menjalar, meludeskan bangunan bangunan yang telah berusia tua tersebut. Menurut informasi yang didapat media baru pertama kali Pasar Payakumbuh Terbakar sejak di bangun atau pengembangan nya pada tahun 1977-1978 Kejadian terbakarnya Pasar Payakumbuh diketahui masyarakat, sekira pukul 4.30 Wib, Selasa (26/82025).
Di usia tua Pasar Payakumbuh Blok Barat, kini menyisakan puing puing reruntuhan akibat mengganasnya Si Jago Merah. Malang tak bisa ditolak, Mujur tak bisa diraih. Lalapan api yang menjalar membuat kepanikan para pedagang yang selama ini, mengais rezeki. Sementara dari hasil pantauan di lapangan ratusan bangunan yang terbakar , telah menyisakan eerugian materil yang belum bisa di hitung secara pasti.
Atas kejadian tersebut, ucapan duka cita datang dari sosok tokoh masyarakat Payakumbuh Zeki Oktariza Karini Dt. Paduko Sati Marajo. Dimana beliau ikut berduka cita atas musibah ini.
Keadaan Pasar Payakumbuh hangus terbakar akibat kebakaran.
“Saya turut berduka cita yang mendalam. Saya merasakan kesedihan atas peristiwa kebakaran yang menimpa pusat pertokoan kota payakumbuh, “Ini suatu cobaan serta ujian bagi kita bersama, saya berharap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di berikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” ujar Zeki
Zeki juga menyampaikan bahwa musibah ini, masyarakat harus lebih waspada, terlebih di musim panas ini.
“Mereka kehilangan harta benda. Duka ini terasa semakin pedih, Kita semua tahu, Payakumbuh sudah dilanda kemarau panjang. Cuaca panas ekstrem ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih waspada. ucapnya.
Begitupula Zeki berharap agar semua pihak bahu membahu membantu para korban kebakaran untuk bangkit dari keterpurukan.
“Saya berharap semua pihak dapat bahu-membahu. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bersatu untuk dapat membantu para korban bangkit dari keterpurukan. Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga merenggut senyum dan harapan,” pungkasnya. (Benpi)