Payakumbuh– “Biduak Lalu Kiambang Batauik” Mari kembali bersatu membangun Payakumbuh, ucap Zeki Dt.Paduko Sati Marajo, saat menggelar silaturrahmi bersama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Payakumbuh dan pengurus KAN 10 Nagari yang berlangsung, di Restoran Sajana Kelurahan Nunang- Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat,Kota Payakumbuh, Minggu (23/3/2025).
“Sebelumnya mengucapkan terimakasih kepada Niniak Mamak Pengurus KAN 10 Nagari yang telah hadir pada kesempatan ini. Kita semua tau bahwa masa pilkada telah selesai dan hasilnya mengantarkan pasangan Zulmaeta- Elzadaswarman sebagai Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh. Untuk itu mari kita bersatu dalam mendukung segala program beliau. Segala perbedaan pandangan selama ini mari kita habiskan, Biduak Lalu Kiambang Batauik,” ujar Zeki Dt.Paduko Sati Marajo.
Begitu juga ia menyampaikan untuk program khusus KAN 10 Nagari telah ada bincang bincang sama Walikota Payakumbuh.
“Kemarin kita sudah bertemu sama Bapak Walikota, untuk membicarakan terkait program program yang akan berdampak dengan kemajuan KAN 10 Nagari yang ada. Terutama dibidang administrasi dan lainnya. Beliau Walikota merespon adanya masukan tersebut, Kita tunggu saja realisasinya kedepan,” terang Zeki.
Terakhir Zeki juga mengatakan mohon maaf jika selama ada perbedaan dan pandangan selama masa pilkada.
“Mohon maaf kepada Niniak Mamak 10 Nagari yang hadir saat ini, jika selama ini ada kesalahan dan kekilafan baik yang tak sengaja maupun tidak. Tetapi pribadi saya tetap akan terus merangkul kaum Niniak Mamak yang ada di 10 Nagari,” imbuh Zeki.
Dt. Karayiang, Wakil Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Payakumbuh menegaskan bahwa adat harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. “Adat adalah identitas kita. Namun, adat juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya,” ujarnya
Begitupula dengan Niniak Mamak 10 Nagari yang hadir saat itu, juga memberikan pandangan mereka untuk kedepannya.
“Berbuka bersama dengan Ninik Mamak 10 Nagari yang digagas Dt Padoko Sati Marajo di Cafe Sajana gendrang pikada telah selesai mari kita seayun selangkah dengan pemerintah demi menuju Payakumbuh yang Madani yang berazaskan adat basandi syarak syarak basandi kitabullah,” ujar Dt.Mangguang Pirawan Ketua KAN Payobasuang.
Sedangkan Ketua KAN Koto Nan Ompek Dt. Rajo Penghulu Nan HItam menyampaikan. Kalau memang ingin bersatu tentu kita sama sama bermufakat dalam adat.
“Tentu pemangku adat atau Niniak Mamak saling bersatu . Agar apa yang kita harapkan menjadi kenyataan. Terlebih untuk Payakumbuh kedepannya,” ucap Dt.Rajo Penghulu Nan Hitam.
Sementara dalam diskusi tersebut, Dt. Karayiang, Wakil Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM), menegaskan bahwa adat harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. “Adat adalah identitas kita. Namun, adat juga harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya,” ucapnya.
Sedangkan Dt. Paduko Marajo, Ketua KAN Aua Kuniang, menyoroti peran strategis KAN dalam menjembatani adat dan pemerintahan. “Jika adat dan pemerintahan berjalan seiring, maka kesejahteraan masyarakat adat dapat lebih terjamin,” katanya.
Senada dengan itu, Dt. Pobo, Ketua KAN Tiaka, menegaskan bahwa adat tidak boleh berjalan sendiri tanpa dukungan kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat. “Kita harus membangun dialog yang baik dengan pemerintah agar adat tetap diakui dalam sistem pemerintahan,” ujarnya.
Dt. Mangkuto Nan Putiah, Ketua KAN Koto Nan Godang, mengajak masyarakat adat untuk lebih aktif dalam memperjuangkan hak-hak mereka. “Tanah ulayat dan hak adat harus tetap dijaga, jangan sampai tergeser oleh kepentingan lain,” katanya.
Dt. Endi Majo Lobiah Nan Putiah, Ketua KAN Koto Panjang, mengingatkan bahwa adat bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi juga kekuatan untuk masa depan. “Mari kita jadikan adat sebagai pilar dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis,” ujarnya.
Sebagai Moderato dalam Acara ini adalah Dt Majo Nan Runciang dan diakhiri dengan buka puasa bersama yang penuh keakraban. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali peran masyarakat adat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga tetap relevan dan berjalan selaras dengan pemerintahan.
Silaturrahmi bersama Niniak Mamak 10 Nagari di Kota Payakumbuh memberikan sebuah masukan dan pandangan yang akan membuat Payakumbuh kedepannya lebih maju lagi. (Benpi)