Perolehan suara PSI di Sirekap menjadi perbincangan publik. Sebab, jumlahnya melonjak menjadi 3,13 persen
RUANGPOLITIK.COM – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menuturkan, Bawaslu selalu bertindak dengan melakukan verifikasi terhadap setiap laporan yang masuk.
Menurut keterangannya, bukan hanya PSI saja yang mengalami dugaan penggelembungan suara, melainkan ada pula partai lainnya.
“Dan bukan hanya, mohon maaf, bukan hanya satu partai ya, bukan hanya PSI gitu, tetapi banyak hal yang lain yang kemudian kami harus cek lagi di lapangan,” terangnyanya, dikutip RuangPolitik.com dari Antara pada Kamis, (7/3/2024).
Bagja pun ikut menelusuri. “Kan saya memperhatikan betul ada media sosial yang di-send (dikirimkan) ke kami. Jadi langsung kami cek di teman-teman pengawas. Ada yang belum dijawab, ada. Kami tunggu ini,” tukasnya.

Real count KPU per Minggu, 3 Maret 2024, pukul 17.26 WIB. /KPU
Soal Melambungnya Suara PSI
Perolehan suara PSI di Sirekap menjadi perbincangan publik. Sebab, jumlahnya melonjak menjadi 3,13 persen pada Sabtu, 2 Maret 2024.
Padahal sebelumnya, PSI hanya mendapatkan suara sebanyak 2 persenan. Salah satu netizen pun menyebut ada perbedaan antara data perolehan suara PSI di Sirekap dan dokumen formulir Model C.Hasil Plano.
Sementara itu, nggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik meminta semua pihak bersabar untuk menantikan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2024 yang masih akan berlangsung hingga 19 Maret 2024, dan akan diumumkan paling lambat pada 20 Maret 2024.
“Dan dikarenakan hasil resmi di tingkat nasional itu belum ditetapkan, maka mohon kepada semua pihak agar bisa bersabar, menunggu hasil resmi rekapitulasi tingkat nasional yang akan diselenggarakan oleh KPU,” katanya.
Idham menjelaskan bahwa rekapitulasi suara Pemilu 2024 dilakukan secara berjenjang. Jika dalam proses tersebut ada ketidaksesuaian perolehan suara peserta pemilu, maka forum rekapitulasi bisa mengoreksinya sesuai data autentik.(ANT)
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)