Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Agama Dalam Politisi, Pengamat: Boleh Asal Bukan Jadi Alat Serang

by Ruang Politik
in Nasional
431 8
0
Ma'ruf Amin sampaikan tidak bawa agama sebagai isu kampanye/Ist

Ma'ruf Amin sampaikan tidak bawa agama sebagai isu kampanye/Ist

470
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Agama menjadi sangat krusial ketika dijadikan isu kampanye pasangan capres-cawapres. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, tidak membawa agama, menjadi salah satu cara mencegah politik identitas di Pemilu 2024.

Karena agama menjadi hal cukup sensitif, beberapa pengamat menanggapi persoalan agama ini. Efriza pengamat politik dari Citra Institute mengatakan, narasi agama dibawa umumnya untuk menyasar kepada kategori pemilih dengan dasar sosiologis.

RelatedPosts

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

PDIP Sebut RUU Penyiaran Bukan Untuk Bungkam Masyarakat

Sindir Ribka Tjiptaning, Idrus Marham: Jangan Tutupi Jasa Soeharto dengan Emosi Politik

“Berbicarakan agama, juga memang kontestasi pemilu tak bisa dilepaskan dari politik identitas. Politik identitas yang dibangun adalah semangat identitasnya, misal kategori pemimpin dengan dasar orang asli daerah, semangat asli daerah adalah wujud dari politik identitas. Hal biasa saja untuk menguatkan basis pemilih,” kata Efriza kepada Rupol.

Dia mengatakan, hanya saja politik identitas akan berpengaruh negatif jika dibungkus oleh politik demagogi. Di mana disebutkan Efriza, ini memanipulasi emosional warga untuk kepentingan kekuasaan semata.

“Nah, agama dalam kampanye politik masih bisa dianggap positif jika dijelaskan kepada konsep universal. Sayangnya banyak politisi, membangkitkan politik identitas dengan napas demagogi. Yang dibangkitkannya adalah kemarahan, kebencian, ia membangun sentimen emosional,” jelasnya.

Dia menambahkan, sehingga jadi tidak kategori pendidikan politik tetapi bermakna membungkus agama dengan politik demagogi yang akhirnya ia berkuasa tetapi mendegradasi demokrasi itu sendiri.

Menurut Efriza, membawa pendekatan narasi agama untuk kepentingan menyangkut harkat martabat dari nilai-nilai kemanusiaan, itu tak masalah, agama dalam substansi universal.

“Yang tak boleh adalah merendahkan sesama, kemanusiaan sesama, dalam upaya meraih dukungan, simpatik publik, maupun untuk tujuan meraih kekuasaan semata tetapi menghadirkan gesekan keras di tingkat masyarakat. Agama itu adalah untuk kebaikan sesama, memanusiakan manusia, dan menjadi bagian dari nilai-nilai sila pertama Pancasila,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Efriza menegaskan, nilai-nilai agama adalah yang bersifat membangun, mengingatkan, dan universal itu yang perlu disampaikan, misal mengingatkan bahwa jabatan itu adalah amanah, dan amanat adalah nilai-nilai sakral, yang harus dijaga dan tak boleh diingkari.

“Hal ini boleh saja, dengan tujuan menyasar kategori perilaku pemilih sosiologis,” kata dia.

Selain itu, pengamat politik ujang Komarudin juga mengatakan hal senada dengan Efriza. Dia mengatakan, agama boleh dibawa dalam politisi.

Ini dikatakan Ujang, karena agama merupakan tuntunan aturan dalam kehidupan sehari. Ujang menyebutkan, ini seperti aturan bernegara, di mana agama juga mengatur masalah bermasyarakat.

Namun dia menegaskan, bila agama dijadikan alat serang atau legitimasi dalam politik itu yang dilarang.

“Kalau agama sendiri konsepnya menjadi kebaikan maka boleh dibawa dalam politik. Karena sebenarnya agama tidak bisa dipisahkan di dalam politik,” ungkap Ujang.

“Tetapi kalau agama itu dipolitisir, dijadikan alat untuk kepentingan politik tertentu, itu yang tidak boleh. Jadi harus dibedakan,” tambahnya.

Editor: M. R. Oktavia
(Rupol)

 

Tags: Capres-cawapresisu agamaKampanyeMa'ruf AminPolitik
Previous Post

500 Pasien Menjerit, RS Indonesia di Gaza ‘Digenangi Darah’

Next Post

Pengamat: Dorong Gerakan Kelas Terpelajar untuk Hentikan Oligarki Jokowi

Ruang Politik

Next Post
Presiden Jokowi/Ist

Pengamat: Dorong Gerakan Kelas Terpelajar untuk Hentikan Oligarki Jokowi

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

1 hari ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

2 hari ago

Trending

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

4 hari ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago

Popular

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

4 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

7 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

4 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election