• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
30 - 05 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Jokowi Sorot Oknum Aparat Penegak Hukum yang Terlibat Narkoba

by Ruang Politik
in Nasional
435 4
0
Presiden Jokowi/Ist

Presiden Jokowi/Ist

470
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Data BNN menunjukkan, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang meningkat dari 1.80 persen di tahun 2019 menjadi 1.95 persen di tahun 2021.

RUANGPOLITIK.COM – Presiden Jokowi menegaskan, perlunya penegakan hukum yang tegas untuk memberantas narkoba. Salah satu hal yang menjadi catatan adalah adanya oknum aparat penegak hukum yang alih-alih ikut memberantas narkoba, malah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat menggelar rapat terbatas (ratas) penyalahgunaan narkoba di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/9/2023). Jokowi berharap rapat terbatas ini menghasilkan terobosan solusi untuk mengurangi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba.

RelatedPosts

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Uji Materi Pemisahan Harta di Perkara Pailit di MK Bakal Sulitkan Pemohon Menangkan JR

Presiden Jokowi mengungkapkan, BNN mencatat sebanyak 3,6 juta jiwa terpapar penyalahgunaan narkoba. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2019, yakni sebanyak 3,4 juta jiwa terpapar narkoba.

Data BNN menunjukkan, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang meningkat dari 1.80 persen di tahun 2019 menjadi 1.95 persen di tahun 2021.

“BNN mencatat penyalahgunaan narkoba sekitar 1.95 persen atau 3.6 juta jiwa. Dan ini juga menyebabkan over kapasitas di lapas kita,” ungkap Jokowi.

“Mulai penegakan hukum yang tegas, sehingga memberikan efek jera, karena kita tahu juga banyak oknum aparat penegak hukum kita yang terlibat di dalamnya. Ini menjadi catatan dan tindakan tegas harus diberikan kepada mereka,” ujar Jokowi.

Selain menyiapkan langkah penegakan hukum yang lebih tegas, Jokowi menyebut perlunya manajemen pengelolaan lapas yang lebih baik, sebab saat ini beberapa lapas sudah mencapai status over kapasitas akibat banyaknya pelaku penyalahgunaan narkoba.

Salah satu hal yang diusulkan oleh Panglima Kodam adalah menggunakan Resimen Induk Komando Daerah Militer atau Rindam sebagai sarana rehabilitasi. Diharapkan dengan menggunakan Rindam sebagai sarana rehabilitasi penyalahgunaan narkoba, over kapasitas lapas dapat terbantu.

“Mereka punya kapasitas kurang lebih 300-an, 500-an yang bisa direhab di situ. Namun nanti kita bicarakan juga masalah anggarannya seperti apa,” kata Jokowi.

Selain penanggulangan, Jokowi menyebut pencegahan masuknya narkoba juga perlu untuk ditinjau ulang. Jokowi mengatakan perlunya pengetatan jalur-jalur yang berpotensi sebagai tempat penyelundupan narkoba.

“Saya kira mengenai pencegahan, terutama penyelundupan masuknya narkobanya betul-betul kita urut benar, nggak di semua provinsi dulu lah, mungkin 5 besar, provinsi 5 besar yang narkobanya paling tinggi, atau 10 besar, kita fokuskan di situ,” pungkas Presiden Jokowi.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

 

Tags: Kasus NarkobaPresiden Jokowi
Previous Post

Pemprov DKI Diminta Gencarkan Deteksi Dini Penyakit Akibat Polusi Udara

Next Post

Kejagung Jerat 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi BTS, Langsung Ditahan

Ruang Politik

Next Post
Sidang lanjutan kasus korupsi proyek BTS Bakti Kemenkominfo di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat/Ist

Kejagung Jerat 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi BTS, Langsung Ditahan

Recommended

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

3 hari ago
Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

4 hari ago

Trending

Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive